Idola di Jagat Rental Mobil itu Innova Reborn, Bukan Avanza

innova-mojok

innova-mojok

MOJOK.COAvanza emang mobil paling banyak dimiliki usaha rental mobil, tapi kalau ditanya apa mobil paling nguntungin? Jawabnya: Innova Reborn.

Dulu saya yakin bahwa mobil primadona dalam dunia rental mobil itu Toyota Avanza. Simpel aja kesimpulannya. Familiar, merek-nya teruji, irit BBM-nya, suku cadangnya ada di mana-mana, harga sewanya cukup masuk akal.

Bahkan Avanza udah jadi kayak syarat mobil sebuah pengusaha rental mobil membuka usahanya. Ya karena kemungkinan pelanggan akan minta atau nyewa mobil itu besar sekali. Saya yakin 8 dari 10 orang yang bisa nyupir di Indonesia pasti pernah nyupir Avanza setidaknya sekali dalam hidupnya.

Hanya saja, teman saya, Rusli, sopir sekaligus pengusaha rental paling berbakat di Jogja langsung membantah premis itu.

Katanya, Avanza memang secara perputaran bisnis lebih baik, maksudnya orang nyewa mobil Avanza itu cepet. Hari ini ada yang sewa, dua hari lagi udah ada yang booking, kira-kira begitu.

Cuman, kalau dihitung dari besaran untung, bagi pengusaha rental mobil, Innova Reborn sebenarnya lebih worth it ketimbang Avanza.

“Pertama, harga sewa lebih mahal dua kali lipat dari Avanza,” kata Rusli.

Maksudnya gini.

Jadi kita ambil harga sewa rata-rata mobil Avanza di Jogja saja lah, yang sehari antara 350-450 ribu (harga ini bervariasi tergantung pada masuk momen liburan atau tidak). Sedangkan Innova Reborn, pengusaha rental dapat menyewakannya dengan harga 700-800 ribu per hari.

“Tapi kan harga mobilnya juga jauh lebih mahal daripada Avanza, Ruuus,” kata saya.

Betul, itu betul. Harga mobil Innova Reborn itu dua kali lipat dari harga Avanza. Memang keuntungannya lebih tinggi, tapi kalau selisihnya cuma segitu (200-400 ribu) ya nggak sebanding lah dengan modal awal beli mobil Innova.

FYI aja sih, harga Avanza terbaik aja (versi Veloz) masih ada di kisaran 200-an juta. Sedangkan Innova Reborn ada di angka 300-400 jutaan. Seratusan juta sendiri jaraknya.

“Belinya yang seken dong,” kata Rusli.

Oh iya, saya tidak menghitung kemungkinan itu.

Dan jika hal ini yang dilakukan, maka konstelasi keuntungannya jadi berubah.

Ya gini aja deh, harga Avanza itu kan sebenarnya di angka 180-an sampai 200-an juta, sedangkan Innova Reborn kalau seken setelah saya cek di situs jual beli, kamu udah bisa dapet dengan harga 260-an juta. Lebih untungnya lagi, harga segitu kamu bisa dapet yang diesel.

Oke deh, lebih mahal dari Avanza baru, tapi kan jarak kualitas dua merek mobil itu jauh sekali.

“Kedua, Innova Reborn itu jauh lebih nyaman. Juuuaaauh banget sama Avanza,” tambah Rusli.

Hal ini juga penting untuk sopir rental. Maklum, sopir rental itu kan di kehidupan sehari-hari ada di belakang setir, jadi kalau mobil yang disewakan lebih nyaman ya mereka tentu lebih seneng kerjanya.

Oke deh. Soal itu saya tak membantah. Maklum, untuk kenyamanan mobil, Innova Reborn ini memang juaranya. Bahkan pengusaha sekelas Edi Mulyono saja sampai lebay bilang bahwa Alphard aja kalah nyaman dibandingkan Innova. Kamu bisa baca itu di sini, kalau nggak percaya.

Selain itu, Innova itu terasa sangat menguntungkan bagi pengusaha rental mobil karena sudah jadi standar paling bawah untuk kelas mobil rental VIP. Maksudnya masih masuk pada kategori mobil mewah kelas tamu-tamu hotel berbintang.

Jadi VIP ini adalah rental mobil yang disewa oleh hotel. Nah, hotel-hotel (yang di Jogja terutama) itu kan biasa nyewa yang kelas tinggi tuh, kayak Pajero, Fortuner, Camry. Masalahnya, harga sewa mobil di Jogja kayak gitu ada di kisaran 1,5 juta per 10 jam. Bahkan Alphard aja bisa sampai 3 juta harga sewanya per 10 jam.

Nah, di sinilah keuntungan Innova Reborn dalam dunia rental mobil. Dengan harga sewa lebih murah untuk seharian penuh, pengusaha hotel biasanya akan lebih memilih Innova Reborn. Dibanding menyewa Alphard satu, kan lebih untung nyewa Innova 3 atau 4 untuk pengeluaran yang sama.

Di sisi lain, kalau tamu hotel yang kebetulan berasal dari instansi pemerintahan yang lagi kunker dinas, PNS-PNS itu rata-rata lebih memilih Innova Reborn juga.

“Kalau mereka sih, mobilnya Innova asal yang warna hitan kalau buat dinas mintanya,” kata Rusli lagi.

Meski begitu, sejujurnya saya masih tak mengerti. Hal-hal yang diceritakan Rusli tadi itu kan kalau situasi liburan. Maksudnya, permintaan rental dari hotel kayak gitu kan nggak setiap hari ya kan?

Pada kenyataanya nggak juga. Dua hal lain yang bikin Innova semakin jadi primadona di jagat rental mobil adalah, pertama, bahan bakarnya: solar.

“Hampir 80 persen lah, pengusaha rental di Jogja itu Innova Reborn-nya diesel,” kata Rusli lagi.

Sebagai perbandingan saja, dari Bandara NYIA di Kulon Progo menuju Kota Jogja Rusli mengaku bisa habis 80 ribu PP kalau pakai Avanza dengan bahan bakar Pertalite, sedangkan kalau pakai Innova Reborn yang diesel, dia cuma keluar 50 ribu.

Oke, oke, selisih 30 ribu itu mungkin tak seberapa kalau mobil itu dipakai kegiatan sehari-hari, tapi kalau dalam perspektif pengusaha sekaligus sopir rental, Rusli mengakui kalau duit segitu ya lumayan juga.

Dan kedua, masih kata Rusli, “Rental mobil yang punya Innova Reborn dikit, jadi kalau kita punya itu mobil kemungkinan disewanya jadi sering.”

Iya sih, nggak kayak Avanza yang di rental mobil pasti punya stok lebih dari tiga, jadi persainnya lebih terbuka.

Hooo, mendengar sebegitu istimewanya Innova Reborn, pantesan di rubrik Otomojok ada banyak sekali laskar Innova Reborn yang suka komen-komen. Di grup FB juga banyak sekali anggotanya.

Saya kadang mikir, jangan-jangan laskar pembela Innova Reborn ini sebenarnya sopir rental kayak Rusli semua yak?

BACA JUGA Ada Nggak MPV yang Lebih Bagus dari Toyota Innova? atau tulisan Otomotif lainnya.

Exit mobile version