Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Dulbogem dan Peruntungan Togel Hongkong

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
8 Juli 2019
A A
kuda lari
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kemarin malam, saya pulang kampung. Dan seperti biasa, kalau di rumah, saya sering nongkrong bareng kawan-kawan sepermainan. Menghabiskan waktu malam sembari mendengarkan siaran radio dan bermain kartu.

“Kamu ndak yo masih sering beli nomer, Dul?” tanya saya pada Dulbogem, kawan saya yang memang sangat keranjingan menguji peruntungan dengan membeli nomer togel.

Saya sudah lumayan lama tak bertemu dengannya. Saya penasaran, apakah kebiasaan lamanya membeli nomer masih ada atau sudah karam dihantam keadaan. Dan ternyata, kebiasaannya tersebut memang masih ada, dan malah semakin subur.

“Ya, masih, lah,” jawabnya singkat.

“Kapan terakhir kali kamu tembus?”

“Wah, sudah nggak inget.”

“Kalau terakhir kamu beli?”

“Ya hari ini.”

Saya tertawa mendengar jawaban singkatnya yang entah kenapa terdengar sangat lucu. Markonyeng, kawan saya yang lain langsung menimpali jawaban Dulbogem, “Ha gaya hidup, je.”

Dulbogem sadar, bahwa nomer yang ia beli sudah berkali-kali ngeblong alias tidak tembus. Namun, tetap saja ia membelinya.

“Tapi kamu itu hebat lho, Dul,” kata Markonyeng, “Aku saja kalau mau beli rokok, yang sudah jelas ada bentuknya, sudah jelas rokoknya, masih sering eman, lha kamu beli nomer, yang belum jelas bakal dapat apa tidak, tapi tetap royal membelinya.”

“Nek bahasa filosofisnya, membeli harapan, Mar.” Kata saya.

Kami kemudian berbincang hingga larut. Tentang apa saja. Obrolan kami panjang, sampai tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul sebelas lebih sepuluh menit.

Dulbogem tampak memeriksa ponselnya.

Iklan

“Ada apa, Dul?” tanya saya.

“Biasa, jam sebelas. Waktunya tarikan,” katanya, “Tolong bukakan website tarikan ya, aku mau ngecek nomerku hari ini tembus apa tidak. Hapeku lemot, je.”

“Halah, nggak usah dicek, paling yo seperti biasa, blong,” kata saya yang tentu saja bercanda, sebab saya langsung membuka ponsel saya dan langsung mengetikkan apa yang diminta oleh Dulbogem.

“Alamatnya apa?”

“Ketik saja di Google, HK pools”

Saya mengikuti apa yang ia katakan. Penelusuran di Google kemudian mengantarkan saya pada sebuah laman yang berisi angka-angka. Saya tunjukkan pada Dulbogem. Ia tersenyum.

Dulbogem kemudian mengeluarkan kupon togel yang ia beli hari ini. “Cocok, yang keluar 46, aku tembus.” katanya.

Saya tak percaya begitu saja. Saya ambil kupon milik Dulbogem, di sana tertulis empat baris angka, dan “46” adalah salah satunya. Saya kemudian melirik laman website yang saya buka di ponsel saya. Benar, memang 46 adalah angka buntut yang keluar.

Dulbogem tembus dua digit nomer, digit di mana setiap pembelian seribu rupiah yang tembus, maka berhak atas uang penarikan 60 ribu. Dulbogem hari ini membeli dua ribu rupiah untuk nomer tersebut, itu artinya, besok ia bakal dapat 120 ribu.

Saya melirik Dulbogem. Ia tampak prengas-prenges. “Mau ditraktir apa?” tanyanya. Saya terkekeh.

Saya memang tak suka dengan praktik togel, maklum saja, bapak saya pernah kena banyak gara-gara permainan peruntungan yang satu ini. Tapi, melihat kawan saya yang tulus ini tembus nomernya, saya kok ya ikut bahagia.

Sembari melirik Dulbogem yang masih saja prengas-prenges, lamat-lamat, saya teringat dengan apa yang pernah dikatakan oleh Sutan Syahrir: “Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan.”

Hari ini, Dulbogem memenangkan apa yang ia pertaruhkan. Dan saya merasa bahagia karena ikut menjadi bagian kecil dari kemenangannya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2019 oleh

Tags: kawankuda laritogel
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Seorang Petani di Trenggalek Membangun Jembatan dari Uang Hasil Judi.mojok.co
Histori

Sungguh-sungguh Terjadi, Seorang Petani di Trenggalek Membangun Jembatan dari Uang Hasil Judi

20 Februari 2024
Cerita Mahasiswa UNY yang Hampir Menggadaikan Jiwanya pada Setan Demi Bisa Bayar UKT MOJOK.CO
Kampus

Cerita Mahasiswa UNY yang Hampir Menggadaikan Jiwanya pada Setan Demi Bisa Bayar UKT

5 Januari 2024
Judi Adalah Hobi Bangsa Indonesia yang Sok-sokan Dianggap Ilegal MOJOK.CO
Esai

Judi Adalah Hobi Bangsa yang Sok-sokan Dianggap Ilegal

9 September 2023
Ada stigma difabel bisa nebak nomor togel
Liputan

Stigma Irasional Difabel: Orang Suci yang Bisa Nebak Nomor Togel

6 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Umur 23 tahun belum mencapai apa-apa: dicap gagal dan tertinggal, tapi tertinggal ternyata bisa dinikmati dan tak buruk-buruk amat MOJOK.CO

Umur 23 Belum Mencapai Apa-apa: Dicap Gagal dan Tertinggal, Tapi Tertinggal Ternyata Bisa Dinikmati karena Tak Buruk-buruk Amat

2 Februari 2026
Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Surat Wasiat dari Siswa di NTT Itu Tak Hanya Ditujukan untuk Sang Ibu, tapi Bagi Kita yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak. MOJOK.CO

Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

7 Februari 2026
Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
kos di jakarta.MOJOK.CO

Ngekos Bareng Sepupu yang Masih Nganggur Itu Nggak Enak: Sangat Terbebani, tapi Kalau Mengeluh Bakal Dianggap “Jahat”

3 Februari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.