Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cara Paling Tidak Beretika dalam Melakukan Panggilan Telepon

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
18 Mei 2021
A A
ilustrasi Cara Paling Tidak Beretika dalam Melakukan Panggilan Telepon mojok.co

ilustrasi Cara Paling Tidak Beretika dalam Melakukan Panggilan Telepon mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mendapat panggilan telepon sepuluh tahun lalu memang serupa hadiah, bikin bahagia. Kini, ia menjelma sebagai notifikasi paling bikin emosi.

Sebelum orang dengan begitu mudahnya terhubung melalui telepon seluler, komunikasi dengan panggilan membuat seseorang merasa begitu penting. Jika kamu seumuran dengan saya, kamu mungkin ingat sebutan “Miss Ring-ring” untuk orang yang begitu seringnya melakukan panggilan telepon. Dan, sebutan itu, dulu begitu membanggakan.

Sekarang, jangan harap seseorang ingin ditelepon. Kecuali oleh pacar, gebetan, dan ojol yang antar makanan, hampir semua orang muak menghadapi panggilan telepon. 

Untuk itu, jika kamu adalah tipe orang yang memiliki passion bikin orang lain marah, atau kamu ingin dibenci dan dicap tidak beretika, mudah saja. Cara paling tidak beretika dalam menghubungi orang ini bisa kamu terapkan agar minimal diumpat dari kejauhan.

#1 Lakukan panggilan telepon sebelum pukul 09.00 pagi

Tidak peduli sepenting apa, saat ini orang memilih untuk menolak panggilan dari seseorang yang kelewat pagi. Selain alasan “sedang mengumpulkan nyawa”, orang-orang zaman sekarang memiliki kebebasan untuk tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Namun, tanpa peduli bagaimana jam tidur lawan bicaramu, silakan menelepon di pagi buta agar kamu dimarah-marahi. Cara ini biasanya begitu ampuh menyulut emosi.

#2 Lakukan panggilan telepon setelah pukul 21.00

Di saat banyak orang menghabiskan waktu malam untuk beristirahat, sekadar nonton sinetron atau scroll TikTok, cobalah menelepon. Kalau lawan bicaramu masih mengangkat walau malas, mungkin dia tipe orang yang cukup sabar meski hatinya sudah terbakar. Minimal ada yang bakal mengira telepon darimu memang sangat penting dan urgent, padahal apa yang ingin kamu bicarakan adalah urusan pekerjaan yang seharusnya sudah selesai kemarin sore. Hadeeeh.

#3 Menelepon terus-terusan, pantang menyerah sebelum diangkat

Menyaksikan notifikasi “10 panggilan tidak terjawab” di layar ponsel kadang lebih mengagetkan daripada kena denda pajak. Pikiran sudah melayang-layang, kekhawatiran memuncak. Batin pun bertanya, ada apa gerangan orang ini menelepon hingga sepuluh kali? Mungkinkah dia sedang diculik dan penjahatnya minta tebusan? Mungkinkah dia barusan kecelakaan dan meminta pertolongan?

Jika kamu ingin jadi sosok paling menyebalkan, setelah melakukan panggilan telepon terus-menerus dan tidak diangkat, jangan kirim pesan. Jangan beri tahu bahwa urusanmu menelepon memang tidak sepenting kelihatannya. Cara ini diyakini sebagai tindakan paling tidak beretika menurut aturan di kitab Suku Maya yang tidak pernah dibuat.

#4 Menelepon seseorang yang belum dikenal tanpa memberitahu lewat pesan

Tentu ini juga termasuk cara yang paling tidak beretika karena perbuatannya mirip dengan penipu yang tiba-tiba menelepon dan mengaku dari pihak bank. Menelepon orang yang belum mengenalmu sungguh bakal kacau jika sebelumnya kamu tidak mengirimi pesan dulu. Lawan bicaramu itu pasti tidak akan mengerti siapa kamu, apa motivasimu melakukan panggilan telepon, dan dari mana kamu mendapatkan nomor ponselnya. Yang begini ini, otomatis tertolak.

Maka jangan salahkan jika panggilan teleponmu tidak akan diangkat dan sejurus kemudian nomormu kena blokir. Meski maksudmu menelepon adalah menawarkan pekerjaan atau mau bayar utang, orang-orang zaman sekarang lebih aware sama kenyamanan, mereka nggak mau diganggu.

#5 Teleponlah seseorang, jika tidak diangkat dan orangnya telepon balik, jangan diangkat

Ini adalah cara paling chaotic daripada cara lain yang tergolong tidak beretika. Setelah melakukan panggilan telepon dan tidak diangkat, pergilah yang jauh. Biarkan saja orang yang baru saja kamu hubungi telepon balik dan jangan diangkat. Tidak usah tinggalkan pesan biar kesannya makin misterius. Lakukan hal ini secara sengaja maupun tidak sengaja, terserah lah!

Praktikkan cara ini berulang kali pada hampir ke semua rekan kerja dan teman-temanmu, niscaya keesokan harinya kamu akan dikutuk jadi batu.

Maka, jika kamu ingin menunjukkan sedikit penghormatan dan etika saat menelepon, pahami poin-poin di atas dan lakukan hal sebaliknya. Opsi lain yang saya sarankan adalah: tidak usah menelepon. Biarkan orang-orang berdiam dalam kedamaian namaste.

BACA JUGA WhatsApp Sekarang Jadi Medsos yang Bikin Capek Lahir Batin atau artikel AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2021 oleh

Tags: etika meneleponetika whatsapptelepon selulertelepon whatsapp
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Standar Moral Level Dasar ketika Menghubungi Orang, Tolong Camkan!
Pojokan

Standar Moral Level Dasar ketika Menghubungi Orang, Tolong Camkan!

8 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mila Sejahtera Bus Sialan, 15 Jam Disiksa Berakhir Demam MOJOK.CO

Rangkaian Penderitaan Naik Bus Mila Sejahtera dari Jogja Menuju Jember: Disiksa Selama 15 Jam, Berakhir Demam Tinggi dan Diare. Sialan!

19 Februari 2026
Tanpa Cina dan Pecel Lele, Mental Orang Jawa Pasti Ambruk (Wikimedia Commons)

Persahabatan Aneh dengan Anak Cina Membawa Saya ke Pecel Lele di Bawah Jembatan Janti yang Menjadi “Pelarian” bagi Orang Jawa

16 Februari 2026
Kuliah di Universitas Terbuka (UT) menjadi pilihan yang disyukuri oleh Gen Z. Meski diremehkan tapi dapatkan jawaban konkret untuk kebutuhan MOJOK.CO

Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan

18 Februari 2026
Motor Vespa Matic Primavera 150 warna hijau toska

Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu

19 Februari 2026
Ijazah S1 jurusan Sastra Indonesia dari PTN terbaik di Jawa Timur alami penolakan 150 lamaran kerja. Buat pekerjaan freelance aja tidak bisa hingga jadi beban keluarga MOJOK.CO

Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

21 Februari 2026
Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.