Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bikin Emosi, Ini 5 Hal yang Perlu Dihapus dari Muka Bumi

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
26 Juli 2019
A A
Bikin emosi di muka bumi MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Salah satu hal yang selalu sukses bikin emosi jiwa itu kalau jadi korban ghosting. Bikin seseorang merasa jadi badut, nggak dianggap, dan disepelakan. Ngenes, Lur!

Pernah nggak sih kamu saking bencinya, pingin ngehapus sesuatu dari muka bumi ini? Kamu mikirnya bumi ini bakal jadi tempat yang lebih asyik untuk dihuni kalau hal-hal yang bikin emosi itu nggak ada lagi. Kamu juga heran, ngapain sih kayak gini bisa ada. Apa ya manusia segoblok itu sampai bikin atau melakukan sesuatu yang bikin emosi jiwa!

Mojok Institute mengumpulkan 5 hal yang sudah sepantasnya dihapuskan dari muka bumi ini. Saya sih yakin kamu punya usulan menghilngkan sesuatu di muka bumi yang bikin emosi ini. tambahkan di kolom komentar ya kalau ada.

1. Polisi tidur satu kompi.

Saya sering membayangkan orang lagi ambeien, naik motor, lalu lewat kompleks yang punya polisi tidur satu kompi. Tiga  jenis polisi tidur yang paling menyebalkan itu yang berderet banyak banget. Satu deret bisa satu regu paling, isinya 8 sampai 13. Bikin gelisah, kalau jalan pelan perut terkocak. Kalau ngebut, motor bututmu itu bakal mreteli. Kan nggak lucu ketika gaya-gayaan ngebut lewat polisi tidur, habis lewat, knalpot sama body motormu tercecer.

Nah, jenis kedua itu yang tingginya minta ampun. Sampai-sampai kalau naik Yamaha Mio, kamu harus berjalan menyerong supaya bisa melewat halang rintang itu. Setelah susah payah berjalan nyerong, perlahan-lahan, sukses mendaki polisi tidur itu rasanya sudah seperti kebahagiaan sukses mendaki Kilimanjaro.

Jenis ketiga itu yang dibikin nggak sesuai aturan. Biasanya, polisi tidur kan bentuknya seperti gundukan. Nah, ada lho yang bikin hamoir kayak persegi. Jadi, kalau ngebut, ban depan motormu seperti nggajlug trotoar. Jalan pelan salah, agak cepat juga salah. Ketimbang nyusahin dan bikin emosi, mending sekalian bikin tembok di tengah jalan kalau memang nggak boleh lewat, deh

2. Hobi kebut-kebutan bukan di tempat semestinya.

Saya sih yakin ini yang bikin orang-orang kampung bikin polisi tidur satu kompi. Banyak kimcil-kimcil yang suka ngawur bawa motor, ngebut di dalam kampung. Alasan kedua yang mengiringi adalah di kampung itu banyak anak-anak yang jelas belum tahu anjuran tengok kanan-kiri ketike nyeberang. Udah gitu, kalau keserempet, bahkan ketika nggak ngebut, kamu bakal digas satu kampung. Surem.

Mereka yang suka ngebut di dalam kampung ini perlu dikasih pelajaran. Tempat mereka itu di neraka bagian trek-trekan. Mereka cocoknya trek-trekan sama Lucifer saja. Biar sekalian dibakar pakai api penyucian. Sudah tahu jalan sempit, ada polisi tidur satu kompi, masih saja ngegas. Kalau ditegur malah bleyer-bleyer knalpot, padahal pakai motor Vespa matik. Ohh, ternyata anak edgy mabuk es kopi susu.

3. Orang yang sukanya menyerobot atau bikin cabang antrean baru.

Jadi orang memang kudu punya inisiatif. Tapi, plis, jangan terlalu punya inisiatif ketika lagi mengantre. Kalau jalurnya sudah dibuat, ya sudah, patuh, tertib. Jangan lantas dengan alasan “anak saya udah nangis dari tadi,” lalu seenaknya menyerobot antrean. Kalau nggak mau ribet ya anaknya ditinggal dulu.

Ingat, kamu bukan pejabat pakai patwal yang bisa nyuruh pengendara lain buat minggir dulu. kalau tetep ngeyel, saya sarankan kamu bikin suara ninuninu pakai mulut. Biar dikira ambulans lewat terus yang lagi mengantre dengan khidmat mau minggir.

Masih saudaraan sama orang yang suka menyerobot antrean, ada yang namanya tukang bikin cabang baru. Banyak antrean yang memang nggak pakai pembatas. Tapi, setidaknya kan kelihatan kalau jalurnya sudah ditentukan. Nggak perlu bikin cabang baru, yang ujungnya kamu digas sama satpam

Ingat, kamu nggak perlu buka cabang. Kamu bukan minimarket 24 jam.

4. Buang sampah sembarangan.

Banyak terjadi, ada pejalan kaki yang asyik makan cilok. Ketika ciloknya habis, plastik sampah itu dibuang sembarangan. Biasanya, yang jadi korban adalah pot-pot bunga berukuran besar yang ditaruh sama Dinas Lingkungan Hidup. Halo, ini rumahnya tumbuhan, bukan tempat buang separuh otakmu itu.

Padahal, nggak jauh dari situ, tempat sampah sudah disediakan. Ini sih bukan perkara malas, tapi sifat saja. Kebiasaan yang bikin emosi kayak gini jangan kamu lakuin gaes.

Iklan

Dan, dari ordo kebiasaan buang sampah sembarangan, spesies yang paling bikin emosi adalah pengendara yang buang sampah di jalan. Misalnya ada pengendara mobil, buka kaca, tiba-tiba ada tisu melayang dari dalam mobil dan mendarat di jalan raya. Gimana coba kalau tisu lap ingus itu mendarat di wajah pengendara motor. Kosek!

Nggak cuma tisu sih, spesies ahli bikin emosi kayak gini juga hobi buang plastik bekas makanan ringan, botol air mineral, sampai abu atau puntung rokok. Mungkin mereka ini mantan atlet tolak peluru yang gagal ikut pelatnas.

5. Ghosting, nggak cuma bikin emosi, tapi nelangsa.

Kalau memang sudah bosan atau merasa nggak lagi cocok sama pasangan, ya diajak omong baik-baik. Sering terjadi, lantaran nggak mau berkonflik, seseorang memilih menghilang.

“Ghosting itu membuatmu bingung harus bereaksi apa. Apakah kamu harus khawatir? Bagaimana kalau mereka sakit dan masuk rumah sakit? Apakah kamu harus marah? Atau mungkin dia sedang amat sibuk, dan bakal menghubungi lagi dalam waktu dekat?” tulis Jennice Vilhauer, seorang psikolog.

Korban ghosting bisa emosi tingkat tinggi sampai depresi, merasa kesepian, hingga marah yang tak berkesudahan. Plis, jangan nge-ghosting-in orang. Dihantui umr rendah saja sudah cukup pusing.

Terakhir diperbarui pada 26 Juli 2019 oleh

Tags: emosighostingpolisi tidursampah
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO
Esai

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
Bidikan

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

10 Juli 2026
Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten MOJOK.CO
Urban

Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten

25 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Malaysia dekat ke gerbang negara maju. Indonesia negara apa? (Unsplash)

Malaysia kian dekat ke gerbang negara maju, kalau Indonesia makin dekat ke gerbang apa bes?

4 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas MOJOK.CO

KAFEIN Gelar Workshop Kritik Film di DIY, Sasar Pelajar hingga Komunitas

3 Agustus 2026
burnout kerja kantoran mojok.co

Mencintai Pekerjaan tanpa Harus Menyukai Orang-Orang di Dalamnya

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.