Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Beli Baju Lebaran Pas Pandemi buat Apa? Buat Kasih Tahu Kalau Kita Masyarakat Bebal

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
18 Mei 2020
A A
beli baju lebaran pas pandei kerumunan belanja di matahari roxy duta mode purwokerto protokol kesehatan masyarakat bebak kritik pemerintah sektor fashion mojok.co

beli baju lebaran pas pandei kerumunan belanja di matahari roxy duta mode purwokerto protokol kesehatan masyarakat bebak kritik pemerintah sektor fashion mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Beli baju lebaran pas pandemi dan rela-relanya mengantri bikin kita nggak fokus buat mengkritik pemerintah. Mau kritik gimana, orang rakyatnya sendiri aja bebal.

Waktu ngobrol-ngobrol cantik dengan salah satu excecutive producer televisi swasta, saya mendapatkan sebuah insight menyedihkan tentang perekonomian yang ikut terdampak pandemi. Sektor rekreasi kuliner jadi nomor satu yang paling merugi. Selain karena orang-orang takut mengonsumsi makanan luar, ngapain juga kongkow di cafe sampai malam kalau nggak penting?

Sektor yang merugi kedua adalah bidang fesyen. Orang-orang sekarang ini banyak diam di rumah dan hampir nggak ada acara penting dan pertemuan tetek bengek yang biasanya suka diada-adain. Mau pakai baju karung goni buat menghayati perjuangan zaman penjajahan pun sah dilakukan. Nggak ada yang protes, kok.

Keluarga saya hidup dengan pendapatan di bidang fesyen, dan saya merasakan sendiri penjualan yang terjun bebas. Jangankan setengahnya, penjualan kami hanya sepertiga dari hari-hari biasa. Beberapa rekan sempat menutup total toko mereka karena sudah nggak mampu lagi menggaji para karyawan. Bagi saya dan keluarga, kiamat sudah sejengkal jaraknya.

Sayangnya pagi ini saya makin tercabik karena melihat foto kerumunan orang di media sosial. Seakan tanpa dosa mereka mengantri beli baju lebaran pas masa pandemi. Mana di depan retail-retail besar lagi! Tercatat Matahari Department Store, Roxy, hingga Duta Mode Purwokerto membuktikan bahwa fesyen nggak mati sekalipun pandemi.

Gila, saya ingin tepuk tangan kenceng banget dikupingnya Indira Kalistha. Ternyata orang kayak dia itu banyak. Beli baju lebaran pas pandemi begini sebenarnya buat apa sih?! Bebeapa masjid sudah nggak mengadakan salat Idul Fitri, silaturahmi dilakukan secara termediasi, terus mau mejeng pakai baju baru di mana? Masa mau pakai baju baru sambil maraton The World of the Married di kamar sih?!

masyarakat: “aduuh sejak ada wabah corona, pemasukan jadi nggak ada. gimana ini nanti mau lebaran nggak punya duit?!”

also masyarakat menjelang lebaran: (bejubel ngantre belanja di emol)

*source: group whatsapp pic.twitter.com/MpSnmi8CZd

— ikram marki (@ikramarki) May 18, 2020

Gini loh, kalau ada yang berkilah beli baju lebaran pas pandemi buat ngelarisin dagangan orang-orang. Lha mbok beli aja di pedangan atau toko yang sekiranya sepi. Ini baru benar. Bukan di retail besar favorit umat itu ya. Protokol kesehatan juga harusnya tetap dipatuhi.

Lagian fesyen itu bukan barang esensial yang kalau nggak beli bikin kalian mati. Ingat kata Dhea Ananda, “Baju baru alhamdulillah. Tuk dipakai di hari raya. Tak punya pun tak apa-apa. Masih ada baju yang lama.” Petuah yang begitu indah dan menentramkan.

Kalau kalian kenal ada orang yang ngeluh soal pendapatan dan THR tapi sempat antri beli baju lebaran pas pandemi begini. Tolong sampaikan kalau banyak netizen yang mau COD-an baku hantam.

Sikap masyarakat bebal ini bikin kita kehilangan amunisi buat mengkritik pemerintah. Selama ini saya emang sebel sama Jokowi, sama Menkes, dan sama menteri-menteri lain yang suka membolak-balikkan kebijakan dan bikin rakyat bingung. Akui saja kalau pemerintah memang gagap menghadapi pandemi corona.

Tapi kalau masyarakatnya aja abai sama protokol kesehatan dari pemerintah, sibuk hura-hura dengan mengantri beli baju lebaran, balik pemerintah yang bakal mengkritik kita habis-habisan. Maka dalam upaya saling sliding skornya jadi imbang. Pemerintah -1 vs masyarakat -1.

Iya, kelakuan minus dua-duanya.

PR kita adalah buat mencari jalan tengah. Biar perekonomian tetap berjalan lancar, sektor yang terkena dampak bisa bangkit lagi, tapi entah gimana caranya biar si virus corona bangsat itu nggak menyebar lebih luas. Sebenarnya ada skema new normal yang bisa kita tempuh. Tinggal kesiapan pemerintah dan kesigapan masyarakat aja.

Iklan

Nah, kalau belum apa-apa udah pada dablek ya maaf aja, Bos. Ekonomi yang pulih cuma impian, bebas dari corona pun angan-angan.

Jadi, jika tidak ada kendala, Hippindo (Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia) bakal memutuskan membuka mal di Jakarta mulai 8 Juni mendatang. Waktu yang sungguh singkat buat menata hati dan mental. Keputusan ini jelas serupa menelan pil pahit. Kalau nggak segera dibuka, ekonomi bakal kacau. Sementara kalau dibuka dan masyarakatnya masih tipe-tipe bebal kayak yang beli baju lebaran pas pandemi begini, kerumunan tanpa protokol kesehatan bakal tercipta. Hail corona virus~

Satu-satunya yang bisa dikerahkan dalam keadaan serba chaotic adalah otak dan sikap masing-masing individu. Sayangnya saya kok merasa kalau masyarakat Indonesia itu nggak semuanya mau diajak waras ya.

BACA JUGA WhatsApp Sekarang Jadi Medsos yang Bikin Capek Lahir Batin atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 18 Mei 2020 oleh

Tags: baju lebaranpandemi coronaprotokol kesehatan
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

ilustrasi Model Baju yang Cuma Bagus Dipakai Kaum Good Looking mojok.co
Pojokan

Model Baju yang Cuma Bagus Dipakai Kaum Good Looking

9 Desember 2021
ilustrasi Apa yang Tidak Boleh dan Boleh Dilakukan Saat Penerapan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 mojok.co
Kilas

Apa yang Tidak Boleh dan Boleh Dilakukan Saat Penerapan PPKM Darurat 3-20 Juli 2021

1 Juli 2021
Prediksi Corona Berakhir 3 Juni Memang Lebih Mirip Ramalan Zodiak mojok.co
Kilas

Prediksi Corona Berakhir 3 Juni Memang Lebih Mirip Ramalan Zodiak

3 Juni 2021
Kepala Suku

Belajar dari Masjid Aljihad

3 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Ilustrasi naik bus, bus sumber alam.MOJOK.CO

Sumber Alam, Bus Sederhana Andalan “Orang Biasa” di Jalur Selatan yang Tak Mengejar Kecepatan, melainkan Kenangan

13 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

Saya Memutuskan Kuliah di Jogja Bukan Hanya untuk Cari Ilmu, tapi Juga Lari dari Rumah

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.