Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

3 Jabatan Menteri yang Cocok untuk Habib Rizieq Shihab

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
10 Juli 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Selain bawa pulang Habib Rizieq, Jokowi perlu juga untuk ajak beliau masuk ke kabinet. Ya biar rekonsiliasi ini sukses sampai ke FPI arus bawah.

Gonjang-ganjing rencana rekonsiliasi antara kubu 01 dengan 02 masih dibahas. Awalnya beberapa elite partai sudah menyiratkan tidak masalah dengan rekonsiliasi, namun jebul tak semudah itu mendamaikan polarisasi antara kubu Jokowi dengan kubu Prabowo.

Situasi makin pelik ketika Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak mengajukan syarat terjadinya rekonsiliasi. Menurut Dahnil, sebaiknya pemerintah memberi kesempatan kepada Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia.

Pernyataan ini memang masih pendapat pribadi Dahnil saja, artinya tidak bisa mewakili secara keseluruhan suara kubu Prabowo. Akan tetapi, tetap saja hal ini perlu dipikirkan masak-masak dan tidak dianggap remeh oleh kubu Jokowi.

Soalnya hampir semua jamaah beliau adalah pendukung Prabowo Subianto. Akan percuma kiranya, jika di kalangan elite 01 dengan 02 sudah berdamai, tapi di akar rumput cebong dan kampret masih sering bertengkar. Dan salah satu usul solutif yang diajukan Dahnil adalah membawa pulang Habib Rizieq demi meredakan sentimen sebagian besar pendukung Prabowo ke Jokowi.

Akan tetapi, kalaupun akhirnya kubu Jokowi setuju dengan usulan Dahnil ini, agaknya sentimen kemarahan jamaah Sang Imam Besar ke Pemerintah tetap tidak bisa hilang 100 persen. Ingat, Bung, dendam itu membara. Tak mudah dipadamkan. Apalagi narasi-narasi kriminalisasi ulama gencar diembuskan di mana-mana.

Oleh karena itu, selain mengabulkan usulan Habib Rizieq “dijemput” pulang, sepertinya Jokowi perlu menimbang untuk menjadikan Sang Imam Besar masuk ke kabinet juga. Ketimbang ribut-ribut terus ya kan? Diajak kerja bareng-bareng aja biar energinya tersalurkan dengan asyik.

Nah, untuk itu kami coba memberi usul ke Pak Jokowi, kira-kira jabatan menteri apa yang bisa ditawarkan ke Habib Rizieq sebagai upaya rekonsiliasi ini. Monggo, Pak Jokowi, silakan dibaca.

1. Menteri Luar Negeri

Sebagai sosok yang sudah pernah tinggal lama sekali di luar negeri, Habib Rizieq tentu sudah hafal dengan seluk beluk urusan luar negeri. Lha ya jelas sekali dong kalau beliau sudah ahli dalam bidang ini, lha kok kalian kayak meremehkan begitu sih.

Begini lho. Jika biasanya seseorang ke luar negeri selalu punya alasan untuk studi banding, kuliah, kerja, atau ibadah, Habib Rizieq bisa ke luar negeri tanpa tujuan spesifik. Ini kan dashyat bener, Bung! Nggak ada lho dalam sejarah Indonesia hal kayak begini bisa terjadi.

Selain itu, beliau juga punya kebebasan mengenai batas waktu untuk tinggal. Lebih hebatnya lagi, baik negara tujuan maupun negara asal sama-sama tak berani membawa pulang. Mungkin dalam sejarah imigrasi untuk orang seterkenal beliau, sepertinya cuma Habib Rizieq saja yang punya pengalaman itu.

Yakin sudah, untuk urusan luar negeri, beliau nggak akan bisa dikalahkan. Semua akan terlihat amatiran di hadapan beliau. Soalnya ketika yang lain cuma ahli teori, Habib Rizieq sudah terbukti mumpuni sebagai praktisi. Bertahun-tahun lagi.

2. Menteri Agama Islam

Kayaknya nggak perlu dijelaskan deh apa alasan Habib Rizieq layak ditawari menjadi Menteri Agama Islam di Indonesia.

Oke, sebentar, sebentar. Mungkin kalian bertanya-tanya, kok “Menteri Agama Islam” bukannya di Indonesia itu “Menteri Agama” ya? Yap kamu nggak salah baca. Embel-embel Islam di belakang adalah sebuah sematan khusus kalau Habib Rizieq berkenan jadi Menteri ini.

Iklan

Presiden bisa mempertimbangkan untuk menambah satu kementerian lagi. Setelah ada Kementerian Agama, bisa dibikin juga Kementerian Agama Islam. Jabatan yang khusus dibikin untuk Habib Rizieq doang.

Hal ini semata-mata agar beliau tidak perlu repot-repot mengurusi umat agama lain. Jadi bisa fokus untuk ngurusin umat muslim se-Indonesia, bahkan kalau perlu se-Asia Tenggara. Sejagat raya juga boleh deh.

Soal pengalaman dan kualifikasi ya tak perlu ditanyakan. Sebagai Imam Besar FPI, kualifikasi beliau untuk menjadi Menteri Agama Islam di Indonesia tak perlu diragukan. Bahkan bukan tidak mungkin persoalan-persoalan yang ada di Kementerian Agama bisa diselesaikan oleh Kementerian Agama Islam yang dipimpinnya.

Misalnya soal ibadah haji ke tanah Arab Saudi. Habib Rizieq bisa aja menyelesaikannya sendiri secara langsung. Bagaimana caranya? Ya tentu saja, diselesaikan sebagai seorang praktisi. Udah haji dan umroh berkali-kali ini.

3. Menteri Rekonsiliasi

Selain tawaran menambah kementerian baru “Menteri Agama Islam”, Pak Jokowi kayaknya juga perlu menawari satu lagi jabatan khusus kalau Habib Rizieq masih tak berkenan dengan dua tawaran di atas.

Jabatan apa itu? Yak, betul Menteri Rekonsiliasi.

Tugas kementerian baru ini pun nggak main-main. Apalagi dengan situasi polarisasi di Indonesia kayak begini. Tugas Menteri Rekonsiliasi secara sederhana adalah mendamaikan cebong dan kampret di lapangan.

Tak perlu merasa pesimis kalau beliau tidak bisa melakukan tugas ini dengan baik. Jangan salah, beliau pasti bisa. Bahkan tidak berlebihan disebut kalau sebenarnya hanya Habib Rizieq saja yang mampu mengemban tugas mahaberat ini.

Kok bisa? Ya bisa dong. Beliau tinggal mengiyakan tawaran ini saja masalah otomatis teratasi kok. Artinya kesuksesan kementerian ini bergantung pada mau tidaknya Habib Rizieq menerima jabatan ini.

Sekarang bayangkan, kalau Habib Rizieq mau. Sudah pasti pengikut beliau bakal melunak terhadap kubu Jokowi. Lha iya dong, masa mau menghujat Pemerintah yang ada Sang Imam Besar di situ? Kan nggak mungkin banget.

Bukan tidak mungkin Kementerian Rekonsiliasi akan jadi kementerian terbaik sepanjang sejarah di Indonesia—karena semua visi dan misi langsung terpenuhi begitu calon menterinya mau terima jabatan ini.

Terakhir diperbarui pada 10 Juli 2019 oleh

Tags: Habib RizieqjokowiRekonsiliasi
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO
Esai

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi.MOJOK.CO
Aktual

Sialnya Warga Banjarsari Solo: Dekat Rumah Jokowi, tapi Jadi Langganan Banjir Gara-gara Proyek Jokowi

7 Maret 2025
3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini MOJOK.CO
Esai

3 Rupa Nasionalisme yang Mewarnai Indonesia Hari Ini

26 Februari 2025
Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG
Video

Afnan Malay: Membedah Hubungan Prabowo-Jokowi Setelah Pemilu dan Janji Program MBG

18 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

MY Lawson, aplikasi membership yang beri ragam keuntungan ke pengguna MOJOK.CO

Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan

10 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.