Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Pneumonia alias Paru-Paru Basah: Sering Dikira Flu Nggak Sembuh-Sembuh

Redaksi oleh Redaksi
21 Agustus 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pelatih Juventus dikonfirmasi terkena penyakit pneumonia. Sebenarnya, ini penyakit yang gimana, sih, kok beliau sampai harus absen?

Kabar buruk datang dari klub sepak bola Juventus. Pasalnya, sang Pelatih, Maurizio Sarri, disebut mengalami penyakit pneumonia atau paru-paru basah. Akibatnya, ia harus absen sebagai pelatih Juventus dalam Liga Italia 2019-2020.

Iklan

Dikutip dari Okezone.com, penyakit Sarri kemungkinan besar muncul dari kebiasaannya merokok. Disebutkan, ia mengaku bisa menghabiskan 60 batang rokok sehari di usianya yang memasuki tahun ke-60 itu.

Mengingat absen yang harus Sarri tempuh dan “mengerikannya” narasi “menghirup 60 batang rokok sehari”, sebenarnya apa sih pneumonia itu? Bagaimana pula dampak yang ditimbulkannya?

Menurut Alodokter.com, penyakit pneumonia atau paru-paru basah ini merupakan infeksi yang memunculkan peradangan pada kantong udara di salah satu ataupun kedua paru-paru. Kantong-kantong udara alias alveoli ini akan dipenuhi cairan atau nanah sehingga penderitanya bakal mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau mengigil. Pada praktiknya, ia kerap disangka sebagai penyakit flu yang tak sembuh-sembuh.

Pneumonia bisa berakibat fatal. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini adalah penyebab kematian tertinggi pada anak-anak, khususnya anak di bawah 5 tahun. Di Indonesia sendiri, tercatat ada 500.000 balita menderita pneumonia dan 2.000 jiwa di antaranya meninggal dunia.

Apa penyebab pneumonia?

Seperti disebutkan oleh Hellosehat.com, penyakit yang satu ini disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus. Artinya, ia sangat mudah ditularkan melalui udara—terutama jika penderitanya sedang bersin atau batuk. Faktor-faktor lain tentu turut memengaruhi, misalnya:

  • berusia 0-2 tahun ataupun di atas 65 tahun
  • memiliki riwayat sakit stroke
  • berdaya tahan tubuh lemah
  • memiliki kebiasan merokok
  • memiliki riwayat sakit kronis, termasuk asma, diabetes, HIV,AIDS
  • sedang mengikuti pengobatan kanker

Seperti yang telah disebutkan, pneumonia sering kali disalahtafsirkan sebagai sakit flu yang tak kunjung sembuh. Pasalnya, gejalanya pun tampak mirip, termasuk batuk berdahak, demam, berkeringat, menggigil, dan nafsu makan menurun. Penderitanya juga disebut bakal merasakan detak jantung yang lebih cepat—beberapa bahkan mengalami batuk berdarah.

Apakah penyakit pneumonia ini bisa diobati hanya dengan obat?

Sebagaimana penyakit lainnya, tentu kita berharap ini akan dengan mudah disembuhkan. Pada kasus Sarri, misalnya, ia pastilah berharap sakitnya tak akan menghalangi pekerjaannya. Disebutkan, penderitanya kerap diberi obat antibiotik, antibakteri, hingga antivirus. Tapi, benarkah obat bakal jadi solusi mudah dan cepat bagi pneumonia?

Secara umum, keadaan ini memang bakal terbantu untuk disembuhkan dengan konsumsi obat-obatan. Namun, hal ini efektif berlaku tergantung dari seberapa parah infeksi paru yang terjadi. Pada beberapa kasus, tak jarang penyakit ini datang kembali, bahkan menyebabkan gangguan pernapasan kronis.

Cara terbaik untuk “mengobati” tentu saja dengan mencegah ia datang sejak awal. Demi sehat yang terbebas dari paru-paru basah, cobalah berkomitmen untuk hidup sehat dan bersih mulai hari ini. Lakukan vaksinasi, termasuk pada anak-anak. Diskusikan hal ini dengan dokter terkait agar lebih maksimal.

Hindari rokok selagi bisa. Ingat, rokok memang tak baik untuk kesehatan—harus kita akui itu, meski ia adalah pilihan yang paling tepat untuk menemani kontemplasi. Rokok akan membuat saluran pernapasan terinfeksi, termasuk paru-paru, yang bisa mengarah ke pneumonia.

Iklan

Jadi, sudah siap matikan rokokmu hari ini belum? (A/K)

BACA JUGA Batuk Terus-Menerus Saat Tertawa: Kanker Paru-Paru atau Cuma Tersedak Ludah?

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2019 oleh

Tags: maurizio sarrimerokokparu-paru basahpneumonia
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

 Pengalaman Saya Curhat ke Nomor Layanan Berhenti Merokok. MOJOK.CO
Liputan

Pengalaman Saya Curhat ke Nomor Layanan Berhenti Merokok

24 Juni 2023
Benarkah Saya Membela Rokok dan Perokok? MOJOK.CO
Kepala Suku

Benarkah Saya Membela Perokok?

4 Oktober 2021
Merokok di kendaraan apalagi di jalan raya berisiko merugikan orang lain.
Liputan

Misuhlah Pada Mereka yang Merokok di  Kendaraan

11 Juni 2021
5 Kebiasaan yang Sebetulnya Berbahaya MOJOK.CO
Pojokan

5 Kebiasaan Berbahaya tapi Kita Nggak Ambil Pusing Ketika Melakukannya

28 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.