Batuk Terus-Menerus Saat Tertawa: Kanker Paru-Paru atau Cuma Tersedak Ludah?

MOJOK.CO Lagi seru-serunya ketawa, eh ujung-ujungnya malah batuk terus-menerus. Ini ujian, cobaan, atau pertanda buruk, ya Allah???

Anita tertawa setelah temannya melempar lelucon. Sebelum ia bisa menarik napas dan minum segelas air putih, tawanya berganti jadi batuk yang cukup panjang. Terbahak-bahak, lalu ter-uhuk-uhuk—begitulah singkatnya.

Teman-teman Anita sudah paham betul kebiasaannya yang satu ini. Setiap kali selesai tertawa, Anita akan batuk terus-menerus, dan bagi mereka ini cukup aneh. Kenapa, sih, ada orang yang suka batuk saat tertawa berlebihan, padahal ada yang tidak begitu? Apakah Anita punya kelainan? Atau sebenarnya ini sangat normal?

Dilansir dari Alodokter.com, batuk disebut sebagai aksi refleks tubuh untuk membersihkan jalan napas dari lendir atau zat yang menimbulkan iritasi, seperti debu atau asap. Umumnya, batuk akan menghilang setelah tiga minggu, tanpa pengobatan.


Batuk terus-menerus saat tertawa nyatanya memang mungkin-mungkin saja terjadi, apalagi kalau tertawanya berlebihan. Penyebabnya, air liur bisa saja masuk ke dalam tenggorokan, lantas membuat kita tersedak. Bagaimanapun, air liur merupakan benda asing bagi saluran napas. Akibatnya, tubuh pun ingin “melawan” benda asing tadi dengan cara menimbulkan refleks batuk.

Solusi utama yang paling mudah bisa dilakukan adalah membatasi diri untuk tidak tertawa berlebihan dan terlalu keras. Alias… biasa wae ngguyune ngono, loh!!!11!!!

Tapi, yang perlu diingat, batuk terus-menerus tidaklah normal kalau terjadi tidak hanya saat kita tertawa berlebihan. Seperti hal-hal lain yang berulang dan terasa mencurigakan, batuk terus-menerus juga mungkin menjadi pertanda kurang baik untuk tubuh kita. Dicurigai, penyebabnya adalah sebagai berikut:

Baca juga:  Kamu Keselek alias Tersedak? Pelajari Heimlich Maneuver Agar Bahayanya Teratasi

1. alergi,

2. infeksi saluran pernapasan,

3. infeksi sistem organ lainnya,

4. refluks asam lambung, termasuk GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dan LPR (Laryngopharyngeal Reflux Disease),

5. efek samping obat yang sedang dikonsumsi, atau

6. kanker paru.

Kemungkinan terakhir adalah kemungkinan serius yang mengerikan. Batuk terus-menerus memang erat kaitannya dengan gejala kanker paru yang bisa menyerang siapa saja, baik perokok aktif maupun perokok pasif.  Menueurt penelitian, ada 65 persen kasus kanker paru-paru memang ditandai dengan gejala batuk

Batuk terus-menerus, dalam hal ini, bisa jadi adalah pertanda bahwa dalam jalur napas kita terdapat tumor yang menghalangi sehingga memicu batuk. Waspadailah jika gejala ini muncul bersamaan dengan keluarnya darah dari tenggorokan karena mungkin ia menjadi pertanda bahwa jaringan sehat paru-paru sudah “diserang” oleh sel kanker.

Kalau kamu penasaran apakah batuk terus-menerus yang kamu alami adalah tanda kanker, coba perhatikan apakah tanda-tanda berikut juga kamu alami:

1. suara serak,

2. munculnya lendir kemerahan, atau

3. nyeri dada dan ngilu saat menelan.


Nyeri dada yang disebutkan di atas terjadi karena di seluruh dinding dada terdapat banyak ujung saraf yang menjadi terdampak dengan adanya sel kanker paru-paru. Biasanya, nyeri ini juga kian menjadi-jadi saat kita menarik napas dalam-dalam, batuk, atau bahkan tertawa.

Batuk terus-menerus, di sisi lain, juga bisa menjadi gejala Tuberkulosis Paru (TB Paru). Munculnya keringat dingin di malam hari, demam yang naik turun, gejala menggigil di sore hari, hingga selera makan yang menurun adalah sebagian dari tanda-tandanya.

Baca juga:  Penyakit karena Infeksi Bakteri Mudah Ditularkan, tapi Mudah Juga Dicegah

Tapi, yah, untuk menghindari kemungkinan terburuk, sebaiknya kamu sekarang pakai jaket, ambil kunci motor, lalu meluncur ke dokter terdekat. Daripada self-diagnosis dan jadi overthinking, apa salahnya periksa pada ahlinya dan mendapat penanganan yang tepat? (A/K)