Bagi Penderita Asam Lambung, Ini Tips Aman Berpuasa

MOJOK.COPenyakit asam lambung, sering dianggap sepele bagi sebagian orang. Namun nyatanya, hal ini perlu perhatian khusus apalagi saat kita sedang menjalani ibadah puasa.

Menjalani ibadah puasa, menjadi tantangan tersendiri bagi orang-orang yang menderita asam lambung. Oleh karenanya, mereka-mereka ini perlu memberikan perhatian ekstra terhadap kondisi tubuhnya. Untuk itu, mereka, perlu mempersiapkan tubuh supaya nggak terkejut-kejut dalam menjalani rutinitas yang baru.

Pasalnya, penyakit ini bisa muncul kapan saja. Dan saat dia ujug-ujug muncul, biasanya penderita akan merasakan sensasi rasa terbakar dan panas di ulu hati. Tidak cukup di situ, hal ini biasanya juga disertai dengan rasa mual dan kesulitan menelan makanan. Jelas, bukanlah kondisi yang nyaman. Apalagi kalau dia hadir di tengah aktivitas kita yang lagi padat dan butuh konsentrasi.

Jadi, untuk kamu-kamu yang punya asam lambung dan tetap pengin menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Ada beberapa tips yang kami rangkumkan untuk kamu sekalian~

Pertama, memperhatikan makanan yang kita konsumsi saat sahur dan berbuka.

Untuk mencegah asam lambung naik saat sedang berpuasa, tentu saja kita harus menghindari makanan yang menjadi pencetus naiknya si dia. Misalnya saja, makanan yang pedas, asam, berlemak, coklat, minuman berkarbonasi, dan kopi. Jadi, akan menjadi sangat ngawur, kalau kamu malah hobi berbuka dengan gorengan dan soda gembira atau kolak pisang.

Sebaliknya, pilihlah makanan yang menggunakan bahan baku sayuran hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, kacang panjang. Pasalnya, sayuran tersebut rendah kandungan asamnya sehingga aman untuk perutmu. Selain itu, saat berbuka puasa disarankan mengonsumsi jahe hangat. Jahe punya khasiat yang baik untuk mengatasi lambungmu yang nggak stabil itu.

Kedua, porsi makanan juga perlu diperhatikan.

Nggak hanya jenis makanannya saja yang perlu kamu disiplinkan. Soal porsinya, kamu juga tetap nggak boleh ngawur dan ngasal. Ingatlah, wahai penderita asam lambung, tolong jangan langsung menyantap makanan dalam jumlah porsi besar. Untuk menetralisirnya, makanlah dengan porsi yang sedikit demi sedikit. Jadi, tahanlah hawa nafsumu yang berambisi langsung pengin menggilas habis seluruh lauk di depan mata.

Ketiga, kunyah makanan dengan benar.

Mengonsumsi makanan dengan porsi sedikit demi sedikit saja, ternyata tidak cukup. Punya asam lambung ternyata memang butuh kesabaran besar. Masalah kunyah menguyah juga perlu diperhatikan. Jadi, untuk kamu yang bercita-cita bisa jago makan makanan dengan hap-hep tanpa ngunyah ala-ala video mukbang, sebaiknya ditahan dulu. Demi kesehatan dan kebahagiaan jangka panjang, kunyahlah makanan selembut dan sehalus mungkin. Supaya lambung nggak perlu bekerja keras untuk menghancurkan dan menyerap sari-sari mereka.

Keempat, jangan lupa makan dan minum obat dengan teratur.

Pokoknya, karena sudah tahu punya asam lambung, jadi nggak perlulah coba-coba menunda makan. Apalagi memang pengin menjalankan ibadah puasa secara penuh. Daripada nanti dampaknya bikin ribet sendiri dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Oh ya, jangan lupa juga untuk minum obat, saat mulai merasakan gejala yang tidak nyaman di lambung setelah berbuka.

Kelima, jangan langsung tidur setelah sahur.

Setelah makan sahur dan kenyang, memang paling enak adalah melanjutkan tidur hingga hari betul-betul pagi. Tapi dari dulu, kebiasaan ini memang sama sekali tidak pernah disarankan demi alasan kesehatan. Dan tentu saja supaya dapat beribadah dengan lebih maksimal—nggak ketinggalan salat Subuh misalnya. Nah, bagi kamu yang punya asam lambung, ternyata tidur setelah sahur juga sangat tidak diperkenankan. Pasalnya, hal ini justru memicu asam lambung naik ke kerongkongan bersamaan dengan makanan yang kita konsumsi.

Jadi, begitu ya, teman-teman. Bagi kamu yang sudah tahu punya asam lambung, lebih baik segera sadar diri untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan yang justru bikin kamu sakit-sakit sendiri. Asam lambung kumat memang manusiawi, tapi kalau keseringan karena alasan itu-itu saja ya, kasihan kamunya dong~

Exit mobile version