Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Apa sih yang Dilihat oleh Mereka yang Buta Warna Parsial?

Redaksi oleh Redaksi
4 Juni 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Memang apa sih yang dilihat dari bola mata seorang penderita buta warna parsial? Apa iya mereka tidak bisa melihat satu dua warna saja?

Tidak seperti buta huruf dan buta asmara, buta warna bukanlah ketidakmampuan seseorang karena faktor pendidikan dan pengalaman. Ada faktor-faktor genetis yang bikin seseorang memang tidak mampu melihat warna.

Hal ini biasanya baru ketahuan saat seorang anak penderita buta warna tidak mampu atau kesulitan menyebut warna.

Penderita buta warna pada umumnya adalah buta warna parsial. Hanya kasus atau kejadian istimewa saja ada seseorang yang benar-benar buta warna total, alias benar-benar tidak bisa mendeteksi warna sama sekali.

Buat mereka yang buta warna parsial, mereka masih bisa melihat warna, tapi kesulitan membedakan beberapa warna. Hal ini bukan karena faktor penyakit dari luar atau semacamnya, melainkan murni karena faktor genetis. Kalaupun ada faktor luar, biasanya itu terjadi karena faktor usia dan katarak.

Secara umum sih, ada dua jenis yang bisa dipetakan dari buta warna parsial. Pertama, mereka yang kesulitan membedakan warna gradasi antara merah dengan hijau karena sel yang mengenali kedua warna ini jumlahnya minim. Sedangkan kedua mereka yang bingung membedakan warna gradasi antara biru dengan kuning.

Masing-masing orang yang menderita buta warna parsial yang sulit membedakan merah dan hijau akan punya cara melihat warna yang berbeda-beda.

Misalnya, pertama, ada yang melihat warna merah jadi kelihatan kuning agak coklat-coklat gitu, lalu melihat hijau jadi kelihatan krem.

Kedua, ada juga yang melihat warna merah jadi kelihatan hitam, sementara warna hijau jadi kuning. Pada tahap ini mereka juga akan kesulitan membedakan ungu dengan biru.

Ketiga, ada juga mereka yang melihat warna merah dan kuning jadi lebih gelap dari seharusnya, sehingga kadang warnanya jadi hampir sama kayak warna hijau.

Keempat, mereka yang tidak bisa membedakan warna ungu dengan biru.

Hal ini juga akan jadi pengalaman berbeda dengan mereka yang kehilangan fungsi pigmen biru di matanya, sehingga kesulitan pada warna-warna biru-kuning. Nah, pembagian buta warna jenis ini ada dua jenis.

Pertama, mereka yang merasa melihat bahwa warna biru di hadapannya kelihatan jadi hijau. Di sisi lain mereka juga kesulitan saat melihat warna kuning sama merah.

Kedua, mereka merasa melihat bahwa warna biru jadi kelihatan hijau dan warna kuning jadi warna abu-abu muda yang terang.

Iklan

Itulah beberapa hal yang terlihat dari mata seorang buta warna parsial. Meski kelihatan unik, tapi buta warna tidak bisa disembuhkan karena menggantikan sel-sel yang mengenali warna pada retina mata tidak memungkinkan.

Selain itu, mereka penderita buta warna parsial juga selama ini dianggap tidak begitu menganggu aktivitas normal manusia pada umumnya. Lagian juga tidak menimbulkan penyakit lanjutan yang berbahaya.

Yang jelas, tidak perlu khawatir kalau dirimu termasuk penderita buta warna. Sebab kamu berada dalam satu klub dengan orang-orang keren kayak Mark Zuckerberg, Mark Twain, Bill Clinton, sampai Christoper Nolan. (D/F)

Terakhir diperbarui pada 2 Juni 2019 oleh

Tags: buta warnabuta warna parsial
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

buta warna mojok.co
Kilas

Penderita Buta Warna Parsial: Sebenarnya Kami Ini Normal atau Tidak?

28 Mei 2023
tes buta warna mojok.co
Kesehatan

Tes Buta Warna: Cara, Biaya, dan Mengapa Perlu Dilakukan?

6 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Derita jadi topping tongkrongan: niat bergaul biar tidak dicap nolep, tapi sering tidak dianggap saat nongkrong MOJOK.CO

Serba-serbi Jadi Topping Tongkrongan: Ikut Nongkrong biar Tak Dicap Nolep, Cuma Jadi Pelengkap dan Tak Dianggap

4 Agustus 2026
Putus pertemanan di lingkungan kantor yang toxic. MOJOK.CO

Putus Pertemanan dengan Rekan Kerja Toxic adalah Jalan Terakhir Saya Hidup Bahagia dari Drama Usia 30-an

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.