Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

3 Risiko Kesehatan Mental bagi Pasangan LDR

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
2 Maret 2020
A A
risiko kesehatan mental orang LDR long distance relationship selingkuh insecurity anxiety FOMO kecemburuan hubungan jarak jauh mojok.co

risiko kesehatan mental orang LDR long distance relationship selingkuh insecurity anxiety FOMO kecemburuan hubungan jarak jauh mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meski teknologi sudah bisa menjembatani komunikasi pasangan yang tak berdaya terpisahkan jarak, LDR tetap melelahkan dan menghantarkan berbagai risiko kesehatan mental.

Banyak orang bilang menjalani LDR itu percuma. Bahkan plesetan LDR yang sebenarnya singkatan dari Long Distance Rela-dibohongin-ship bikin banyak pasangan menyerah karena ujung-ujungnya diselingkuhin.

Iklan

Tenang, kunci LDR adalah optimis dan percaya pasangan, karena beberapa isu kesehatan mental bagi pasangan LDR memang nggak main-main. Teguhkan hati kalian, kawan-kawan dan hadapi setiap ancaman kesehatan mental ini dengan kalem.

Risiko kesehatan pasangan LDR #1 Insecure yang bakal melahirkan sifat posesif serius.

LDR memang menyebabkan kepercayaan kalian pada pasangan terkikis sedikit demi sedikit. Kalian selalu takut pasangan bakal mengenal seseorang yang jauh lebih baik, pasangan bakal diperhatikan oleh orang yang dekat  yang bisa tiap hari mengunjunginya, mengirimi makanan saat sakit, dan mengantarnya ke mana-mana. Arrrght!

Sudahlah kawan, jangan galau. Ada ribuan alasan pada akhirnya dia mempertahankan untuk tetap menjalin hubungan walau terpisah jarak, Ketidakpercayaan dirimu justru bentuk insecurity yang perlahan memaksa kalian bertindak posesif.

Posesif yang tumbuh bakal memberikan tekanan pada pasangan kalian. Siapa yang nggak stres kalau setiap jam di-chat udah makan belum, udah pulang belum, udah pipis belum. Belum lagi kalau ketahuan jalan sama lawan jenis sampai malam. Hadeeeh, bisa jadi perang. Maka itu hentikan dan optimislah kalau pasangan kalian itu sayang.

Risiko kesehatan pasangan LDR #2 FOMO (Fear of Missing Out) dan jadi ngelihatin hp terus.

Buat yang belum tahu, FOMO itu sebuah kondisi psikologis di mana seseorang mengalami kecemasan, sementara hal yang menurutnya menarik tidak bisa dia temukan di dunianya sendiri alias ini semua karena keseringan buka medsos dan main hp. Kebahagiaan bagi pasangan LDR adalah quality time bareng sang pacar.

Sayangnya itu semua nggak bisa dilakukan mengingat kalian berjauhan. Makanya, nggak salah kalau banyak orang bilang LDR itu pacaran sama hp, karena memang nyatanya begitu. Ponsel jadi sebuah entitas penting yang menghubungkan dua sejoli terpisah jarak. Perlahan kalian merasa kebahagiaan itu muncul dari ponsel, dari sebuah alat yang bisa memberikan fasilitas sayang-sayangan.

Tanpa hp hidup serasa hampa bagi pasangan LDR. Belum lagi kalau satu sama lain hobi ngepoin postingan medsos masing-masing. Bisa gila jika sehari saja nggak punya kuota.

Risiko kesehatan pasangan LDR #3 Kesepian yang semakin bergemuruh.

Ketika mas atau mbak pacar sedang jauh, merasa kesepian adalah hal yang wajar. Apalagi bagi kalian yang sudah memaktubkan diri menjadi soulmate satu lama lain. Jelas rasanya kayak kehilangan keseimbangan hidup. Ibarat yin dan yang, yang nggak berada dalam satu lingkaran.

Kesepian memang kedengaran sepele, namun lebih jauh, kesepian bisa menimbulkan kecemasan. Ketika satu sama lain terbiasa saling mengisi, saling menemani, kesepian bakal terasa sangat berat.

Sibukkan diri kalian dengan main bersama teman, tapi tahan-tahan nafsu selingkuhnya! Lakukan berbagai hal yang menyenangkan untuk mengalihkan pikiran dari kesepian.

Selain tiga risiko kesehatan mental di atas, pasangan LDR paling sering bermasalah dengan pikiran negatif dan kecemburuan. Kata Vidi Aldiano, cemburu menguras hati, galau kini menyiksa diri. Cemburu itu nggak menyenangkan, maka cegah diri kalian untuk menuduh pasangan yang tidak-tidak sebelum terbukti betul.

Kalau pasangan kalian benar-benar selingkuh, semoga kalian bisa kuat untuk sekadar mengikhlaskan kepergiannya. Karena memberi kesempatan kedua pun percuma, saat kalian selalu menganggap si dia adalah satu-satunya.

BACA JUGA Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Ketika Cedera Otot atau artikel lainnya di PENJASKES.

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2020 oleh

Tags: kesehatan mentalLDRpacaran jarak jauh
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Gen Z dihakimi milenial

Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

30 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Solo date lebih asik daripada nongkrong bareng teman. MOJOK.CO

“Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

23 April 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
ilustrasi - pekerja (Ega Fansuri/Mojok.co)

Pelarian Laki-laki Burnout usai Dihantam Pekerjaan tapi Dipaksa Kuat karena Tuntutan Kepala Keluarga Ideal

20 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Realitas pasangan muda di Jogja: tak sanggup bermimpi punya rumah sendiri, pasrah menua di kosan makan tahu-tempe untuk bertahan MOJOK.CO

Realita Pasangan Muda di Jogja: Tak Sanggup Punya Rumah, Pasrah Menua di Kosan Makan Tahu-Tempe buat Bertahan

21 Agustus 2026
Jangan remehkan antrean Stasiun Lempuyangan, Jogja, di jam pagi untuk keberangkatan Kereta Api (KA) Ekonomi Sri Tanjung MOJOK.CO

Antrean Pagi Stasiun Lempuyangan Jogja Selalu “Keos” dan Bikin Tegang, Datang Lebih Awal Tak Jadi Solusi

21 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.