MOJOK.CO Cedera otot atau sendi seperti keseleo dan terkilir saat olahraga bisa sangat menyakitkan. Hati-hati, beberapa pertolongan pertama yang kalian lakukan bisa jadi yang seharusnya dihindari.

Menjalani olahraga tanpa pemanasan bisa berakibat fatal. Alih-alih sehat, kalian justru bisa cedera otot. Kita biasa menyebutnya dengan cedera sendi, otot terkilir, atau yang lebih edgy sebutannya adalah keseleo. Iya, leonya capek. Duh nggak lucu, maaf.

Jika mengalami cedera otot, kalian perlu memahami betul pertolongan pertama yang harus dilakukan dan menghindari faktor-faktor yang menyebabkannya jadi lebih parah. Masalahnya jika penanganannya salah, terkilir atau keseleo yang tampak sepele ini bisa menjadi komplikasi hingga cacat permanen. Ngeri.

Hal yang harus dilakukan ketika cedera otot

Pertolongan pertama pada cedera otot atau cedera sendi sering dikenal dengan istilah PRICE. PRICE merupakan singkatan dari Protection, Rest, Ice, Compression, dan Elevate. Mari dibedah satu per satu demi kesehatan kita bersama.

Protection, adalah perlindungan yang harus didapatkan oleh orang yang sedang terkilir. Ketika cedera otot atau sendi terjadi, segeralah melindungi bagian yang terdampak dengan tidak menimpanya dengan batu atau hal bodoh lain yang bisa membuatnya semakin parah. Jika butuh digendong atau menggunakan bidai, segera lakukan. Usahakan lingkungan sekitar aman bagi penderita dan penolongnya.

Rest, adalah beristirahat. Kalau kata orang Jawa, leren. Hentikan aktivitas olahraga begitu kalian mendapati salah satu anggota tubuh terkilir dan sakit luar biasa. Walau kalian sedang ditengah-tengah pertandingan, satu tendangan lagi gol, memperjuangkan set terakhir bulu tangkis, lupakanlah kawan. Kesehatan kalian lebih penting.

Ice, berarti mendinginkan bagian yang cedera. Mengompres sendi dengan handuk yang direndam air es bisa sangat membantu. Setelah kalian berhenti beraktifitas dan rileks sejenak, kompres bagian yang terasa sakit. Selain handuk dan air es, kalian jugabisa menggunakan bantalan es yang berisi gel dingin, atau alat kompres dingin yang lain.

Compression, dilakukan dengan membalut bagian yang cedera untuk mengurangi risiko bengkak. Pembalutan perlu dilakukan 72 jam setelah cedera berlangsung. Sembari bagian yang cedera dibalut, kalian bisa tetap melakukan kompres es dari luar bagian.

Elevation, dilakukan dengan cara mengangkat bagian cedera lebih tinggi dari letak jantung. Misalnya ketika pergelangan kaki kalian terkilir, ganjal kaki dengan bantal. Begitu pula dengan paha yang terkilir, bertahanlah untuk menegakkan letaknya agar lebih tinggi. Tujuannya agar darah yang berada di sekitar cerdera otot atau sendi tersebut menjauh. Bila darah menjauh, maka risiko bengkak dan nyeri semakin berkurang.

Hal yang jangan dilakukan ketika cedera otot

#1 Jangan melanjutkan aktivitas dengan asumsi bahwa terkilir bisa sembuh jika membiasakan otot kalian untuk tetap bergerak. Ini adalah asumsi yang salah dan justru menyebabkan infeksi pada sendi.

#2 Jangan mengompres bagian yang cedera dengan air panas karena justru menyebabkan pembuluh darah terbuka lebar dan semakin nyeri. Kompres dengan es di beberapa titik sekitar rasa sakit.

#3 Jangan membalut bagian yang cedera sembarangan. Jika cedera terletak di bagian atas paha, balutlah dari bagian bawah paha begitu pula sebaliknya. Cara membalut cedera berpengaruh terhadap proses penyembuhan.

#4 Jangan memijat bagian yang cedera otot atau sendi selama 72 jam ke depan. Kalau bisa, upayakan pertolongan PRICE terlebih dahulu. Kalau pengin banget diurut, lakukan pelan-pelan di sekitar cedera, jangan pada titik nyerinya. Kesalahan pijatan atau urutan bisa memperburuk kondisi otot dan sendi.

Apabila setelah pertolongan pertama belum ada tanda-tanda kesembuhan, memeriksakannya ke dokter yang kompeten sangat disarankan. Pertolongan dengan metode PRICE bisa dilakukan oleh siapa pun asalkan mereka memahami hal-hal yang harus dan tidak boleh dilakukan pada orang yang mengalami cedera otot.

BACA JUGA Benarkah GERD Menyebabkan Serangan Jantung? atau artikel lainnya di PENJASKES.