Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

Fuadi Afif oleh Fuadi Afif
14 Juli 2026
A A
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ilustrasi Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Filosofi ugly is cool, ketika desainer pakai akun Canva gratisan

Melihat lekukan bodi Suzuki S-Presso, kita mungkin tergoda untuk berasumsi bahwa tim desain Suzuki di India sana sedang dalam tekanan psikologis yang berat. Rasanya seolah-olah anak magang yang memegang proyek ini. Sudah magang, kejar tayang pula dan terpaksa menyelesaikan tugas menggunakan akun Canva gratisan 

Atau malah di anak magang merancang desain Suzuki S-Presso memakai program Microsoft Paint jadul peninggalan Windows 98. Garis-garis mobil ini terasa sangat kaku, sudutnya patah-patah. Seakan memanfaatkan material sisa kaleng biskuit Khong Guan yang gampang penyok kalau bersenggolan dengan motor tukang bakso.

Iklan

Namun, di sinilah letak kejeniusannya. Apa yang kita sebut sebagai “bencana visual” ini sebenarnya adalah strategi branding yang sangat sadar. 

Ini adalah manifestasi dari gerakan ugly is cool, sebuah pemberontakan utilitarian terhadap diktator estetika yang mahal. Persis seperti kalimat CEO Crocs, Andrew Rees: “Yes, we’re ugly but we’re one of a kind.”

Suzuki S-Presso tidak sedang berusaha menjadi estetik. Ia tahu diri. Ia sadar bahwa ruang kabin yang lapang tidak bisa dilahirkan dari bodi mobil yang meliuk-liuk seksi bak gitar Spanyol. 

Dengan membuat bodinya sekotak mungkin, Suzuki berhasil memaksimalkan efisiensi ruang dalam. Kepala penumpang tidak akan mentok plafon, dan kaki bisa selonjoran tanpa perlu latihan yoga terlebih dahulu. Kejelekan visual S-Presso adalah bentuk kejujuran absolut yang langka di era penuh pencitraan ini.

Suzuki S-Presso menang banyak di lapangan realitas

Mari kita pinggirkan dulu urusan rupa dan mulai membuka brosur dengan akal sehat. Sebagai kaum mendang-mending yang duitnya pas-pasan, kita harus logis. 

Media sosial boleh saja menjadi ajang hujatan untuk Suzuki S-Presso. Tapi, begitu turun ke jalanan Indonesia yang aslinya mirip simulasi akhir zaman, mobil ini mendadak terlihat seperti pahlawan tanpa tanda jasa.

Pertama, mari bicara soal ground clearance yang mencapai 180 mm. Angka ini adalah jawaban cerdas untuk menghadapi jalanan tanah air yang penuh polisi tidur kasar hasil patungan warga, lubang jalanan sedalam palung laut, hingga genangan banjir harian setelah hujan 15 menit. 

Ketika mobil-mobil sedan modis berkaca film gelap harus berjalan merayap sambil menahan napas takut kolongnya hancur, Suzuki S-Presso tinggal melenggang kangkung tanpa rasa bersalah.

Kedua, urusan efisiensi. Mesin K-Series 1.0 liter tiga silinder Suzuki S-Presso memang bukan untuk ajang balapan liar. Akselerasinya mungkin biasa saja, tapi urusan konsumsi bahan bakar, mobil ini adalah definisi nyata dari kata “merakyat”. 

Di jalur tol, S-Presso dengan santainya bisa mencatatkan angka efisiensi hingga 25 km/liter. Di tengah harga BBM yang hobi naik tanpa permisi, memiliki mobil yang iritnya kelewatan seperti ini adalah sebuah kemewahan hakiki yang bikin tabungan aman dari risiko boncos.

Jangan terkecoh dengan wujud kotaknya yang mirip wadah plastik. Suzuki membekali S-Presso dengan fitur keselamatan Hill Start Assist (HSA) yang menjaga mobil nggak mundur di tanjakan, serta Electronic Stability Program (ESP). Dua fitur krusial ini justru absen di kompetitor populer yang harganya jauh lebih mahal seperti Honda Brio Satya!

Jadi, meskipun bentuknya kayak wadah plastik, Suzuki S-Presso jauh lebih aman buat pengendara pemula ketimbang mobil modis yang minim fitur keselamatan. S-Presso membuktikan bahwa ia jauh lebih memikirkan keselamatan nyawa ketimbang ego Anda.

Iklan

Pemberontakan generasi MZ

Ada pergeseran menarik yang sedang terjadi di kalangan Generasi MZ (Millennial dan Gen Z). Kita mulai lelah dengan hegemoni estetika artifisial Instagram dan TikTok yang menuntut segalanya harus terlihat sempurna, simetris, dan mahal. 

Kelelahan sosial ini melahirkan pragmatisme baru. Namanya fungsionalitas di atas segalanya.

Memakai sandal Crocs asli maupun KW ke mal besar atau menyetir Suzuki S-Presso berwarna Sizzle Orange yang mencolok di tengah kemacetan kota adalah sebuah pernyataan identitas yang berani. Ini adalah jari tengah digital bagi industri gengsi. 

Kita sedang berkata pada dunia: “Ya, barang yang saya punya ini jelek menurut standar kalian, tapi hidup saya jauh lebih tenang dan fungsional.”

Lihat saja bagaimana nasib mobil-mobil yang katanya “ganteng” dan harganya sempat kena goreng gila-gilaan oleh para diler nakal. Sebut saja Jimny 5-pintu. 

Pada akhirnya, mobil-mobil pamer itu banyak yang menumpuk jadi stok di diler. Ya gimana, harganya tidak masuk akal bagi kantong realistis kelas pekerja. 

Sementara itu, Suzuki S-Presso, dengan segala wujud cungkring dan interior minimalisnya, tetap melaju manis masuk dalam jajaran tiga besar segmen city car tanah air. Pasar tidak pernah berbohong. Orang yang benar-benar butuh alat transportasi, bukan butuh alat pamer, akan menjatuhkan pilihannya pada fungsi.

Keberpihakan pada yang ikhlas diajak rekasa seperti Suzuki S-Presso

Akhirnya, hujan di teras rumah saya mulai reda. Tetangga saya masih sibuk mengeringkan karpet mobil sedannya yang sepertinya kemasukan air akibat nekat menerjang genangan. 

Sementara saya, dengan sandal Crocs yang tinggal dibilas air langsung kering, bersiap untuk pergi ke angkringan membeli nasi kucing.

Dari fenomena Crocs dan Suzuki S-Presso, kita belajar satu hal filosofis yang fundamental. 

Tidak ada gunanya tampil menawan dan memikat pandangan orang lain di jalan raya kalau punggung pegal, kaki lecet karena sepatu kesempitan, dan dompet ludes tak bersisa hanya demi membayar cicilan gengsi bulanan yang mencekik leher.

Estetika buruk rupa yang “ikhlas diajak rekasa“, yaitu siap menerjang banjir, tidak takut lecet, iritnya minta ampun, dan fungsionalitasnya maksimal, pada akhirnya akan selalu memenangkan pertempuran di hati orang-orang yang waras. 

Jadi, bagi Anda para pemilik Suzuki S-Presso warna oranye Tupperware di luar sana, angkat kap mesinmu tinggi-tinggi dengan bangga. Kalian adalah benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini.

Penulis: Fuadi Afif

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik dan analisis menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK. 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2026 oleh

Tags: harga otr Suzuki S-Pressoharga Suzuki S-Pressoharga Suzuki S-Presso 2026mobil SuzukiS-PressosuzukiSuzuki S-PressoSuzuki S-Presso 2026tupperware
Fuadi Afif

Fuadi Afif

Seorang praktisi fotografi dan pengkaji pariwisata.

Artikel Terkait

Suzuki Satria Pro: Motor Aneh yang Meleburkan Cinta dan Benci MOJOK.CO
Otomojok

Suzuki Satria Pro: Motor Aneh yang Meleburkan Batas antara Cinta dan Benci

11 Juni 2026
Suzuki Satria FU, motor yang pernah bikin penunggangnya merasa paling tampan tapi kini memalukan MOJOK.CO
Sehari-hari

Suzuki Satria FU: Dulu Motor yang Bikin Tampan dan Idaman Pasangan, Tapi Kini Terasa Jamet dan Memalukan

22 April 2026
Rela utang bank buat beli mobil keluarga Suzuki Ertiga demi puaskan mertua. Ujungnya ribet dan sia-sia karena ekspektasi. MOJOK.CO
Sehari-hari

Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia

21 Maret 2026
Suzuki S-Presso Mobil Tidak Menarik, tapi Tetap Laku MOJOK.CO
Otomojok

Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

26 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026
Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Akademisi UGM kritik RUU Sisdiknas karena belum menjawab tantangan pendidikan nasional di masa mendatang MOJOK.CO

RUU Sisdiknas Dinilai Belum Jawab Tantangan Pendidikan hingga Menyoal Relevansi Perguruan Tinggi Kedinasan

28 Juli 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

SRAK 2026-2036 Resmi Disusun, Komitmen Lintas Sektor Selamatkan Elang Jawa dari Kepunahan

27 Juli 2026
Festival Transmigrasi 2026 Fun Run 6K: Event lari yang tawarkan sensasi berbeda di Kaliurang Sleman MOJOK.CO

Transmigrasi Festival 2026 Fun Run 6K: Tawarkan Sensasi Lari di Kaliurang yang Beda dari Event Lari Perkotaan

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.