Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Surat Terbuka untuk Fitra Eri yang Masih Ragu Beli Vespa Primavera Sean Wotherspoon

Allan Maullana oleh Allan Maullana
5 Oktober 2020
A A
Surat Terbuka untuk Fitra Eri yang Masih Ragu Beli Vespa Primavera Sean Wotherspoon MOJOK.CO

Surat Terbuka untuk Fitra Eri yang Masih Ragu Beli Vespa Primavera Sean Wotherspoon MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Izinkan saya membantu Om Fitra Eri untuk menjawab pertanyaan apakah Vespa Primavera Sean Wotherspoon itu layak beli atau tidak lewat surat terbuka ini.

Selamat siang, Om Fitra Eri. Apa kabar? Alhamdulillah kalau Om Fitra dalam keadaan sehat. Saya berdoa Om Fitra selalu dalam lindungan Allah SWT. Oh iya, sebelumnya saya perkenalkan diri dulu. Saya adalah penggemar Om Fitra Eri.

Begini, Om. Saya baca berita di motorplus-online.com, Vespa Primavera Sean Wotherspoon baru saja dirilis pada Jumat 18 September 2020. Belum ada seminggu udah ludes terjual. Eh tahu-tahunya, Vespa Primavera Sean Wotherspoon ini ternyata limited edition.

Vespa Primavera Sean Wotherspoon hadir dengan tampilan yang sangat unik. Kelirnya yang warna-warni adalah hasil kreasi desainer dari Amerika Serikat, yakni Sean Wotherspoon itu sendiri. Oleh Sebab itu, Vespa Primavera ini secara resmi menyematkan nama beliau. Duh, saya sampe ngiler, Om. Pengin banget punya Primavera itu.

Sayangnya Vespa Primavera Sean Wotherspoon ini punya spesifikasi teknis yang sama seperti Primavera biasa. Harganya saja yang berbeda jauh. Kalau Primavera ABS i-get dibanderol Rp44,3 juta (OTR Jakarta), si Vespa Primavera Sean Wotherspoon dibanderol Rp85 juta.

Berita terus berkembang, Om Fitra Eri. Kini, harga Vespa Primavera Sean Wotherspoon sudah tembus Rp150 juta. Sayangnya, harga segitu udah di-markup oleh showroom motor seken. Saya heran. Katanya motor baru, tapi di showroom adanya yang seken, Om.

Oh iya, tempo hari saya lihat tuh unggahan di akun Instagram-nya Om Fitra Eri. Om bilang istrinya lagi merengek minta dibelikan Vespa Primavera Sean Wotherspoon ini. Lalu Om menganggap bahwa vespa ini belum worth to buy. Kemudian Om melayangkan tiga pertanyaan di dalam caption unggahan tersebut.

Lewat surat terbuka ini, izinkan saya menjawab ketiga pertanyaan Om Fitra Eri:

 

View this post on Instagram

 

Ini dia motor yang bikin istri merengek minta dibeliin. Saya sampai sekarang belum menganggap ini worth to buy. Pertanyaan saya simpel: . 1. Kenapa harganya jauh lebih mahal dengan spek teknis sama dibanding Primavera biasa? 2. Apa bedanya dengan kita cat Vespa Primavera standar jadi seperti ini? 3. Jika emang catnya beda karena ada unsur art, kalau amit-amit kita jatuh dan si Vespa harus dicat ulang, apakah bapak Wotherspoon itu mau ngecat-in motor kita? . Silakan dijawab bagi yang ngerti. Siapa tau bisa bikin saya berubah pikiran.

A post shared by Fitra Eri (@fitra.eri) on Sep 24, 2020 at 10:16am PDT

Pertama: Kenapa harganya jauh lebih mahal dengan spek teknis sama dibanding Primavera biasa?

Penyematan status edisi terbatas, didesain khusus oleh Sean Wotherspoon, dan proses marketing dengan desain visualnya yang keren banget, kita nggak bisa memungkiri kalau eksklusivitas si Primavera yang satu ini terasa sekali. Wajar kalau Vespa mematok harga lebih mahal daripada Primavera biasa. Pembeli akan merasa betapa bangganya memiliki si Primavera yang satu ini.

Iklan

Tapi terlepas dari itu semua, terlepas dari nama besar Sean Wotherspoon, sejauh ini saya pribadi lebih tahu nama Vespa ketimbang Sean. Itu juga saya baru bisa tahu setelah membaca berita harga Primavera tembus Rp150 juta.

Tapi jujur, sekali melihat Vespa Primavera Sean Wotherspoon ini, saya langsung jatuh cinta. Warnanya menggugah selera. Indah. Ditambah deretan kelir warna-warni pastel yang menyelimuti bagian-bagian Primavera. Saya merasa Primavera yang satu ini begitu segar auranya. Lembut banget dipandang mata.

Ada harga yang harus dibayar dari sebuah karya seni, Om. Saya nggak tahu bagaimana seni itu bekerja sehingga bisa mematikan logika. Yang saya tahu, seni bisa dirasa sampai bikin kita jatuh cinta. Oleh sebab itu, sebuah karya seni memang nggak bisa dibayar murah lalu dengan sekonyong-konyong kita mempertanyakan apakah harga segitu worth to buy atau nggak?

Ya, saya akan jawab worth to buy, Om. Ada ide kreatif yang tercurahkan di sana. Saya sampai terkagum-kagum melihat deretan sneakers hasil desain Sean yang dipajang di akun Instagram-nya.

Jadi, wajar jika istrinya Om Fitra Eri juga ngidam Vespa Primavera Sean Wotherspoon. Saya saja ikut kepingin, meskipun cinta tak harus memiliki. Jadi saya pasrahkan pada kehendak Tuhan saja.

Kedua: Apa bedanya dengan kita cat Vespa Primavera standar jadi seperti ini?

Oh ya jelas beda, Om Fitra. Seperti yang saya bilang di atas, ada ide kreatif yang tersalurkan di sana. Seandainya saja Vespa Primavera Sean Wotherspoon nggak terlahir di dunia, apakah Om Fitra bakal punya ide untuk mengecat Vespa Primavera standar menjadi seperti ini? Tentu saja nggak, Om.

Lalu, ketika mengecat Vespa Primavera standar jadi sama persis seperti Vespa Primavera Sean Wotherspoon, apa Om Fitra nggak kepikiran telah melakukan plagiarisme? Wah, ini kreativitas orang loh, Om. Meskipun nggak menutup kemungkinan akan tetap ada versi replikanya. Sebuah Lambo saja bisa direplika, kok, apalagi cuma perkara warna cat, 100 pesen saya yakin akan tetap ada replikanya.

Tapi, sebaiknya Om Fitra jangan melakukan hal itu. Akan ada rasa yang mengganjal di hati. Emangnya, Om bakal bangga kalau naik Vespa Primavera Sean Wotherspoon versi replika?

Jangan deh, Om. Yang ada malah diceng-cengin sama Om Mobi terus dijadiin bahan roasting di konten YouTube-nya.

Daripada mengecat sebuah Primavera standar menjadi Vespa Primavera Sean Wotherspoon versi replika, lebih baik Om Fitra request warna cat khusus ke seniman airbrush atau kolaborasi dengan seorang ilustrator—layaknya Sean Wotherspoon—yang berasal dari negara kita tercinta ini. Sensasinya akan jauh lebih berbeda.

Selain itu, Om juga bisa mengangkat seniman airbrush atau seorang ilustrator yang Om ajak kolaborasi tersebut. Dalam proyek ini tentu saja Om Fitra Eri secara nggak langsung sudah mendukung dan memberi ruang ekspresi kepada mereka. Apalagi dengan potensi YouTube Om Fitra, peluang mereka meraih nama besar bakal makin besar.

Yakin deh, Om, ini lebih mulia selayaknya seorang penggemar yang memberi like and subscribe pada channel YouTube Om Fitra daripada seorang penggemar yang mengunduh konten Om Fitra dan mengunggah ulang di media lain demi kesenangan pribadi.

Ketiga: Jika emang catnya beda karena ada unsur art, kalau amit-amit kita jatuh dan si Vespa harus dicat ulang, apakah bapak Wotherspoon itu mau ngecatin motor kita?

Jawaban saya sederhana saja. Bapak Wotherspoon nggak akan mau ngecatin motor kita, Om. Lah gimana? Wong dari awal yang ngecat pabrik, kok. Tugas Bapak Wotherspoon cuma nyari ide buat desainnya. Ya kali, dalam prosesnya dia yang ngecatin satu per satu dengan segala detail yang ada.

Oh iya, saya juga nonton video di channel YouTube Om Fitra Eri yang judulnya “Vespa Primavera Sean Wotherspoon Idaman Istri”. Di akhir video Om bilang kayak gini, “Gue nggak akan beli motor ini. Masih banyak motor yang lebih menarik perhatian Gue, di harga Rp85 juta atau bahkan di atas Rp100 juta sekarang.”

Saya menangkap kesan yang mendalam kalau Om meragukan nilai worth to buy atau enggaknya. Apalagi saat Om mempersoalkan Vespa Primavera Sean Wotherspoon dibeli cuma buat ke Indomaret doang. Padahal itu bagus. Kilometer motornya jadi rendah. Tapi persoalannya terletak pada alasan yang membuat si Primavera ini layak dibeli.

Ada satu paradigma yang harus Om ubah. Kalau Om tetap berdiri pada paradigma itu, ya Honda Beat juga bisa kok ke Indomaret doang. Nggak perlu Primavera Sean Wotherspoon. Tapi kalau Om meminta jawaban atas tiga pertanyaan tersebut, sebagai penggemar, saya sudah memberikan jawabannya.

BACA JUGA Honda Scoopy Adalah Pelarianku dari Keinginan Punya Vespa dan ulasan otomotif lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2020 oleh

Tags: rekomendasi motorvespavespa primaveravespa primavera Sean Wotherspoon
Allan Maullana

Allan Maullana

Karyawan Swasta. Pelapak Buku Online di Bekasi.

Artikel Terkait

Kapok Beli Motor Minerva R150: Niat Hati Ingin Pamer Supaya Gagah, Malah Kena “Karma” karena Suka Bully Guru. MOJOK.CO
Ragam

Kapok Beli Motor Minerva R150: Niat Hati Ingin Pamer Supaya Gagah, Malah Kena “Karma” karena Berpostur Pendek

25 Juli 2025
Yamaha XSR 155 Nyatanya Lebih Ekonomis Dibanding NMAX atau PCX MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha XSR 155 Nyatanya Lebih Ekonomis Dibanding NMAX atau PCX

14 November 2023
Vespa Indonesia setara dengan penggemar di Eropa
Hiburan

Komunitas Vespa Indonesia Disorot Dunia, Unik dan Tak Kalah dengan Eropa

10 Juni 2022
ratih widyarni dan vespa tua mojok.co
Liputan

Ratih Widyarni, Vespa Warisan Bapak, dan Perpustakaan Keliling

25 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.