Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Vega, Supra, sampai Tossa: 9 Motor Paling Kompatibel untuk Berjualan Cilok

Ade Saktiawan oleh Ade Saktiawan
18 April 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Yamaha Vega, Honda Supra, hingga Tossa sebagai kendaraan merintis karier dan menapaki masa depan sebagai bakul cilok.

Kendaraan, bagi orang Indonesia, selalu punya nilai tambah. Baik keluaran tahun jebot maupun terkini, dari yang modifikasi mainstream hingga hipster.

Tidak hanya untuk bepergian, kendaraan bagi orang Indonesia bisa menjadi alat mencari penghasilan tambahan. Jangan salah, ada juga mereka yang menjadikannya sebagai sandaran mencari penghasilan utama. Seperti misalnya tukang cilok versi mobile yang menggunakan motor bebek untuk menunjang karier mereka sebagai pedagang cilok modern.

Bagi tukang cilok, bakso, atau bakso tusuk yang semakin sulit mencari lahan usaha untuk membuka lapak permanen, motor roda dua dengan karoseri sederhana adalah pilihan yang menarik. Motor sangat mendukung mobilitas mencari pelanggan. Karena mobilitasnya ini, bakul cilok keliling bisa merebut pasar tukang bakso lapakan dan lebih agresif menyapa pelanggan.

Kenyamanan adalah kunci dalam mengatur tata letak peralatan dan bahan. Oleh sebab itu, memilih motor untuk dikaroseri secara sederhana juga harus memenuhi kriteria tertentu. Misalnya, sadel yang tidak boleh licin hingga tidak boros mengonsumsi BBM. Tentu akan sangat merepotkan ketika terlalu sering mengisi BBM sementara etalase bakso sudah tertanam di sadel belakang motor.

Beberapa perlengkapan yang wajib dimiliki di antaranya adalah payung besar, tempat saos encer yang pedasnya tak pernah terukur secara akurat, kecap yang juga agak encer, dan sambal yang entah dibuat dari apa.

Lampu LED yang tersambung langsung dengan aki motor, lemari dan laci multifungsi, panci yang tetap aktif dengan api kecil untuk menjaga cilok selalu hangat, tabung gas melon, dan seperangkat alat salat, eh, maksud saya kompor gas satu mata dan kaki besi yang menjadi penopang agar motor tidak rebah atau miring. Sumber listrik lampu LED tidak harus dari aki motor, bisa juga dari powerbank.

Dengan semua kriteria tersebut, memilih motor yang cocok untuk jualan cilok juga harus tricky. Berikut rekomendasi 9 motor yang paling cocok dipakai berdagang cilok.

Dari pabrikan Yamaha: Crypton, Vega, dan Jupiter

Pabrikan tiga garpu asal Jepang yaitu Yamaha menyumbang tiga tipe motor. Berdasarkan usia tahun produksinya, bebek 4 tak Yamaha Crypton menjadi pilihan utama, disusul Yamaha Vega dan Yamaha Jupiter yang masing-masing telah mengeluarkan beberapa seri.

Kelahiran Yamaha Crypton pada 1997 menandai era baru motor 4 tak Yamaha. Saat itu, Yamaha begitu populer dengan produk 2 tak tipe Force One, Alfa, hingga F1ZR yang mewakili selera anak muda saat itu. Yamaha Crypton diciptakan untuk pengendara usia lanjut, sebut saja para bapak dan emak dengan jaminan hemat bahan bakar dan mesin bandel.

Yamaha Crypton telah menjadi salah satu pemimpin pasar saat itu karena jejaknya di inventaris kantor pemerintahan masih ada sebagai kendaraan dinas. Dan hari ini, Yamaha Crypton, Vega (R dan ZR), dan Jupiter S menjadi pilihan yang nyaman bagi tukang cilok karena sadelnya tidak begitu landai seperti sadel motor kimcil yang sudah dipapas tipis dan jok yang dibuat selicin mungkin.

Dari pabrikan Honda: Astrea, Kirana, Supra, dan Revo

Tidak kalah dibandingkan Yamaha dengan kelas Yamaha Vega dan Jupiter, pabrikan Honda juga sudah memprediksi sejak lama bahwa motor-motor mereka akan ciamik jika diajak berjualan cilok.

Pabrikan Honda konsisten menelurkan motor hemat 4 tak dan menjadi motor favorit orang Indonesia. Dimulai dari Astrea (Star, Prima, Grand, dan Legenda), Kirana, Supra (X, XX, V, Fit S, X 125), dan tipe Revo menjadi pilihan bagi pedagang cilok keliling.

Hemat bahan bakar dan perawatan yang murah menjadi alasan utama. Motor keluaran  Honda ini sangat ekonomis sekaligus mendatangkan peluang ekonomi untuk secara gesit menandingi pedagang cilok dan batagor yang masih bermodalkan gerobak dan sepeda. Keunggulan lainnya ada pada sadel yang rata dari tipe Astrea dan Kirana, yang membuat penempatan etalase di jok belakang lebih aerodinamis.

Iklan

Dari pabrikan Suzuki: Shogun

Setelah sukses di tipe Jet Cooled RC 100, Suzuki Crystal, dan Suzuki Tornado, pemasaran Suzuki di Indonesia turut meramaikan persaingan pasar motor 4 tak yang lebih familier dengan pabrikan Honda. Dimulai dengan memproduksi Shogun yang ber-body melar dan disempurnakan oleh Shogun 110 R yang lebih ramping dan pewarnaan yang rapi.

Sampai sekarang, motor tipe ini masih memiliki nilai jual di lapak-lapak bekas dan tentu saja menjadi salah satu pilihan bagi tukang cilok keliling saat menggeber jualannya. Suzuki Shogun 110 R sempat menjadi raja bebek 4 tak karena penampilannya yang lebih atletis dibanding yang lain.

Tossa

Inilah motor yang paling ideal untuk berjualan cilok. Mengapa? Bak di belakang bagian kemudi sangat luas! Bahkan, sembari berjualan cilok, para pedagang bisa membawa serta anak dan istrinya. Jika kangen tak tertahankan, ajak saja sekalian keluarga ketika bekerja.

Bicara kenyamanan, pantat sang sopir tak akan tergelincir karena masalah licin. Jok yang kesat seperti jok Yamaha Vega dan Honda Supra akan menunjang kenyamanan bakul cilok.

Motor Tossa ini juga menjadi antitesis dari kalimat di bokong truk yang berbunyi “Pulang malu, tak pulang rindu!” Mau malu bagaimana kalau keluarga saja dibawa kerja. Mau rindu bagaimana kalau istri tercinta membonceng di bak belakang dengan rambutnya yang tersibak-sibak ketika Tossa melaju menjajakan cilok. Sungguh pemandangan yang aduhai.

Terakhir diperbarui pada 19 April 2018 oleh

Tags: bokong trukcilokcryptonhonda kiranajupiterrevoshogunSupratossayamaha vega
Ade Saktiawan

Ade Saktiawan

Artikel Terkait

4 “Dosa” Penjual Cilok yang Sulit Dimaafkan Pembeli  Mojok.co
Pojokan

4 “Dosa” Penjual Cilok yang Sulit Dimaafkan Pembeli 

30 Oktober 2025
Sosok

Jalan Hidup Lulusan S2 Filsafat UGM yang Kini Menjadi Penjual Cilok Berkostum Power Rangers

1 November 2024
Cerita Penjual Some Jawa Pertama di Jogja: Setengah Abad Berjualan Sejak 1974, Saksi Mencekamnya Petrus Era Orde Baru MOJOK.CO
Kuliner

Cerita Penjual Some Jawa Pertama di Jogja: Setengah Abad Berjualan Sejak 1974, Saksi Mencekamnya Petrus Era Orde Baru

10 September 2024
3 Ciri-Ciri Cilok Asli Sunda Menurut Penjual Asal Tasikmalaya, di Jogja Sudah Banyak “Kembarannya”.MOJOK.CO
Kuliner

3 Ciri-Ciri Cilok Asli Sunda Menurut Penjual Asal Tasikmalaya, di Jogja Sudah Banyak “Kembarannya”

15 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026
Penjual kue putu di Jogja. MOJOK.CO

Kegigihan Gunawan Jualan Kue Putu di Kota-kota Besar selama 51 Tahun agar Keluarga Hidup Sejahtera di Desa

14 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
Jombang itu kota serba nanggung MOJOK.CO

Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup

12 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.