MOJOK.COHujatan untuk Via Vallen tak kelar meski plagiat video klipnya udah di-take down. Ya maklum, yang disenggol ini K-Popers soalnya. Ormas paling militan!

Memang sih, apa pun soal korea-korea itu selalu muda, menarik, ramai, dan berbahaya. Mau sudut Korea bersama Kim Jong Un atau sudut Korea satunya lagi dengan ingar-bingar drama korea dan artis K-Popnya.

Nah, barang siapa yang berani senggol-senggol hal-hal yang berbau Korea dengan sembrambangan, tak pelak bisa dibikin ramai. Bukan pakai rudal atau nuklir favoritnya supreme leader Korea Utara, tapi dengan keriuhan lini masa yang riuhnya betul-betul mencengangkan.

Via Vallen tentu bakal belajar banyak dari kasusnya baru-baru ini ketika dengan beraninya muncul dengan lagu baru disertai video klip yang mengambil sampel hampir mirip dengan video klip IU berjudul “Above Time”.

Dari pengamatan yang saya lakukan, memang kemiripan antara video klip lagu Via Vallen berjudul “Kasih Dengarkanlah Aku” dengan video klip IU yang berjudul “Above Time” nggak semuanya mirip. Namun ada beberapa bagian yang memang terlihat sangat mirip, bahkan sepertinya bukan mirip, sudah layak dibilang sama persis.

Tentu saja kemiripan tersebut membuat publik bertanya-tanya, apakah Via Vallen plagiat? Ataukah itu hanya sebuah kebetulan yang suwangat kebetulan?

Klarifikasi segera dilakukan Via Vallen dengan isi permintaan maaf kepada para fans IU ke penjuru semesta. Via Vallen juga berharap video klipnya lebih baik segera di-take down dari YouTube yang pada akhirnya memang betulan di-take down.

Mirisnya, permintaan maaf yang dilakukan Via Vallen tidak membuat hujatan kepadanya berhenti. Justru mereka yang sudah kepalang geram mengungkap sesuatu yang lebih buruk. Lagunya juga dituduh plagiat dari lagunya Anima Band berjudul “Andai Saja”.

Haduh, haduh ini sudah kayak sekali mendayung, dua tiga pulau direlokasi.

Apalagi yang dihadapi Mbak Via Vallen ini adalah para fans IU dan K-Popers di seluruh Indonesia dan dunia yang dikenal sangat loyal, setia, militan. Bahkan di dunia media sosial, mereka itu jauh lebih fanatik ketimbang Satgas PDI, ormas Pemuda Pancasila, anggota FPI, bahkan anggota Banser sekalipun.

Paling tidak, kamu bisa melihat betapa kolom komentar video klip “Kasih Dengarkanlah Aku” sebelum di-take down hampir semua isinya ngamuk-ngamuk dengan berbagai bahasa. Yang ngamuk-ngamuk sudah lintas negara lho ini. Wow bener-bener sungguh menakjubkan!

Baca juga:  Pidato BTS di PBB Jadi Materi Ujian, Bukti K-Pop Nggak Perlu Dituduh Illuminati Melulu

Nah, sebagai seorang fans Mbak Via Vallen, tentu saya tidak akan membela blio jika memang plagiat atau bersalah. Namun tentu sebagai penggemar sentakan “ho a ho e”-nya, saya hanya ingin berbagi pesan ke Mbak Via agar kasus ini nggak terjadi lagi di kemudian hari.

Pertama, Mbak Via Vallen jangan gampang bilang iya dan mangut-mangut saja. Ini penting agar kasus plagiat nggak terjadi.

Seperti yang dikatakan manajamen Mbak Via Vallen bahwa konsep video klip tersebut dipegang langsung oleh sutradara dan Mbak Via Vallen nggak tahu sama sekali kalau plagiat. Nah, di situlah titik penting untuk dikoreksi ke depannya.

Mbak Via Vallen harus paham dan mengerti secara penuh konsep lagu dan video klip yang akan dibuat. Okelah IU sangat terkenal, dan seandainya publik nggak tahu IU jangan-jangan di video klip berikutnya bakal ada konsep tiruan dengan nama artis yang jauh lebih tersohor.

Kan nggak lucu nanti kalau konsep video klip “Thriller” Michael Jackson ditiru secara utuh atau konsep video klip “Aku Bukan Boneka” dari Kekeyi ditiru. Tentu saja para MJ lovers atau sahabat Kekeyi di seluruh penjuru mata angin bakal bergerak secara masif memprotes hal itu.

Ingat Mbak Via Vallen, berkata “tidak” itu bukanlah hal yang salah kalau sebenarnya Mbak tahu kalau tawaran dari manajemen itu salah.

Berikutnya, Mbak Via Vallen baiknya riset dulu sebelum bikin video klip. Ini penting agar tidak terjadi kesalahan yang sama. Pengakuan Mbak Via Vallen yang mengaku nggak tahu sama sekali video klipnya IU dan ngaku cuma tahu video klipnya Blackpink saja tentu adalah tanda bahwa Mbak Via Vallen kurang riset.

Mbak Via Vallen ada baiknya kalau mau bikin video klip ala-ala K-pop ya mbok riset dulu, atau paling nggak ditanya secara detail ke sutradanya. Jangan langsung main setuju aja atau acc-acc kayak teman saya waktu kerja kelompok.

Dan yang paling penting, Mbak Via Vallen mulai sekarang harus banyak-banyak nonton video klip K-Pop atau jika ingin semakin komplit sertai juga dengan film-film dramanya. Ini penting bagi Mbak Via Vallen agar tidak terjebak di lubang yang sama dua kali.

Yang ketiga, Mbak Via Vallen sebaiknya kalau bikin video klip itu konsepnya nggak usah terlalu rumit.

Baca juga:  Pembukaan Asian Games 2018 dan Tradisi The Art of Kepepet Indonesia

Mbak Via Vallen bisa belajar banyak dari Kufaku Band yang konsep video klipnya sungguh sangat menggugah hati dengan konsep yang sederhana. Mbak Via Vallen bisa lihat-lihat video klip Kufaku Band yang berjudul “Cuma Kamu”, “Taik Anyot”, dan “Berak Tak Cebok”.

Dan lihatlah, kreativitas tidak melulu dilihat dari seberapa mewah namun juga bisa dilihat dari seberapa sederhana dan uniknya karya tersebut. Mungkin bakal sama-sama dihujat, tapi kan beda, Mbak. Dihujat karena jelek dan dihujat karena plagiat.

Selanjutnya, pesan saya buat Mbak Via Vallen, ada baiknya jangan tinggalkan konsep koplo dalam lagu, Mbak. Saya melihat adanya ruh koplo yang hilang dari lagu dan video klip Mbak Via Vallen yang bermasalah itu.

Memang sepertinya nggak masuk akal, tapi saya percaya bahwa Mbak Via Vallen ini ruh koplonya sudah mendarah daging. Ketika saya tunggu-tunggu ketukan gendang, tiupan seruling, dan setruman gitar koplo di video klip yang bermasalah itu, ternyata hal tersebut nggak ada.

Niat saya mau goyang asyik dan mendendangkan senggak “HO A HO E” jadinya terasa hambar di lagu itu.

Terakhir, dan yang paling penting adalah mulai sekarang Mbak Via Vallen sebaiknya mempersiapkan diri. Ini adalah kemungkinan terbesar yang akan terjadi dari kasus Mbak yang baru-baru ini. Berkat keributan Mbak Via Vallen ini, semua orang mencoba mencari tahu apa arti plagiat dan konsep jiplak-menjiplak karya.

Bagi saya pribadi, Mbak Via Vallen sungguh berjasa membangkitkan semangat masyarakat untuk menguliti karya orang lain sampai ke akar-akarnya yang dalam hal ini terkait plagiarisme. Bukan tidak mungkin Mbak Via Vallen setelah ini bakal diangkat menjadi duta anti-plagiarisme Indonesia lewat torehan kasusnya saat ini.

Jadi, plis, persiapkan diri ya Mbak Via Vallen.

Ya maklum Mbak Via Vallen, dalam dunia musik, kasus plagiarisme memang bukan hal baru. Dan tentu saja kasus yang dialami Mbak Via Vallen ini bukanlah yang pertama. Banyak artis baik lokal maupun luar negeri pernah tersandung kasus jiplak menjiplak. Tapi tentu saja kasus yang dialami Mbak Via Vallen saya harap nggak terjadi dua kali.

Karena kalau sampai kejadian dua kali, itu namanya bukan lagi nggak tahu atau nggak sengaja, tapi emang ketagihan atau emang udah jadi kebiasaan.

BACA JUGA Menghitung Pendapatan Ratu Dangdut Koplo Via Vallen dan tulisan Muhammad Farid Hermawan lainnya.