Entah kesumpekan seperti apa yang memenuhi isi kepala orang-orang di Jakarta. Sehingga tak ada kecanggungan untuk melampiaskan hasrat berupa tindakan tidak senonoh di fasilitas publik. Ada yang terang-terangan. Ada juga yang sembunyi-sembunyi. Toilet umum, menjadi salah satu ruang yang kerap dijadikan aktivitas menjijikkan tersebut.
Peringatan: Konten ini mengandung unsur disturbing dan bisa memicu trauma atas tindakan asusila di ruang publik. Tidak disarankan untuk lanjut membaca jika dalam kondisi rentan. Konten ini juga tidak untuk membenarkan aktivitas tidak senonoh. Tapi sebagai gambaran nyata, betapa orang-orang tidak bertanggung jawab (predator seksual) masih berkeliaran. Agaknya perlu pengawasan lebih ketat agar tidak meresahkan publik.
Toilet umum venue olahraga, saksi otak mesum yang tidak bisa sedikit saja melihat pakaian terbuka
Ada banyak “hal tak terduga” saat saya bertugas di Jakarta pada Januari 2026 lalu. Salah satunya adalah, seorang petugas kebersihan di sebuah venue olahraga sampai harus “coret-coret” pintu toilet gara-gara ulah pengunjung berotak mesum.
Saat tengah buang air besar di salah satu bilik toilet umum di venue, saya langsung tercuri dengan tulisan tangan menggunakan spidol yang terlihat masih baru: DILARANG COLI!!!
Larangan itu ditulis di bawah imbauan: Duduklah di kloset dengan benar, Dilarang jongkok di kloset duduk, dan Dilarang berdiri di atas kloset duduk.

Karena penasaran, saya lalu mengecek satu persatu pintu di bilik-bilik lain. Ternyata tidak ada larangan serupa perihal kelakuan tidak senonoh tersebut.
“Kayaknya beberapa waktu lalu memang ada petugas yang nemu bekas mastrubasi berserakan di dalam,” ucap seorang petugas kebersihan saat saya mintai keterangan.
Memang, dalam sebuah event yang berlangsung seminggu di venue tersebut, petugas kebersihan tampak nyaris tanpa jeda dari pekerjaannya. Beberapa saat setelah pengunjung masuk toilet, petugas kebersihan akan masuk untuk membersihkan. Maka bekas mastrubasi (yang masih baru) jelas saja mudah teridentifikasi.
“Kalau dibilang sering, kurang paham sih, Mas, kalau di sini. Cuma kalau di Jakarta, yang kayak begitu memang sudah sering. Apa ya, orang-orang yang otaknya mesum kan memang nggak bisa gitu ngelihat lawan jenis dengan pakaian terbuka. Padahal ya biasa saja,” ucap si petugas kebersihan sebelum akhirnya.
Bau pandan di toilet-toilet umum selepas konser
Saya menceritakan apa yang baru saya lihat dan dengar ke beberapa kenalan selama bertugas di Jakarta: mereka asli Jakarta, atau paling tidak sudah lama kerja di Ibu Kota.
Kata mereka, mastrubasi di fasilitas publik di Jakarta bukan hanya terjadi transportasi umum di KRL, MRT, atau TransJakarta. Walaupun, bagi mereka, itu memang tolol maksimal.
Mereka sebenarnya tidak mau menyalahkan kebiasaan mastrubasi tersebut. Asal, lakukanlah di kamar atau kamar mandi kosmu sendiri! Jangan dilakukan di fasilitas publik.
“Ini sering kutemui. Misalnya habis konser grup girl band berisi gadis-gadis muda yang basis fans cowoknya cukup gede dan militan, itu di toilet-toilet umum deket venue konser mesti ‘bau pandan’. Fantasinya udah nggak tertolong,” ujar salah satu dari mereka.
Jelas mereka merasa kesal bukan main. Satu, bikin tidak nyaman pengguna toilet umum karena baunya yang anyir menyengat. Dua, menjadi gambaran betapa masih banyak orang begitu menikmati menjadi pelaku pelecehan seksual.
Setengah sadar atas ketidaktahanan hasrat
Dari cerita-cerita tersebut, saya kemudian menemukan sebuah grup di Facebook yang isinya berbagi pengalaman “mastrubasi di tempat umum” antarpenghuni grup.
Percakapan dan status yang termuat di sana jelas sangat disturbing. Jika dirangkum, kira-kira begini alasan-alasan dan sensasi yang mereka rasakan ketika melakukan mastrubasi di tempat umum (termasuk toilet):
- Tidak tahu bagaimana mulanya. Tapi melakukan perbuatan tidak senonoh di tempat umum tersebut bisa memberi sensasi adrenalin yang berpacu dengan hasrat seksual yang memuncak. Hasilnya adalah kelegaan. Bisa melepas kepenatan.
- Tidak berani di tempat terbuka, akhirnya mencari tempat-tempat tidak terlihat, seperti toilet, sudut taman, dan titik-titik lain yang tidak terjangkau penglihatan publik (setengah sadar). Dipicu hanya karena melihat lawan jenis yang lebih menawan. Karena mustahil menjangkau mereka, maka fantasi liar menjadi satu-satunya yang bisa dilakukan.
- Merasa lebih leluasa melakukan tindakan senonoh itu justru di luar rumah. Karena jika di rumah. Lebih takut ketahuan keluarga sendiri ketimbang ketahuan orang yang tidak dikenal.
Seperti tidak ada ruang aman bagi perempuan
Berpakaian terbuka, sebenarnya tidak lebih karena persoalan kenyamanan dan tren fashion. Apa yang salah dengan itu? Kira-kira begitu kata dua perempuan pekerja Jakarta yang kemudian saya wawancara.
Jangankan yang terbuka, yang berpakaian tertutup saja tetap tidak luput dari sasaran menjadi objek pelecehan seksual kok. Mojok pernah menulis laporan soal bagaimana situasi di transportasi umum Jakarta: agak mengerikan bagi perempuan.
Bayangkan, hanya karena berpakaian terbuka, atau karena bagian tubuh tertentu dari seorang perempuan, lalu lelaki yang meletakkan otaknya di selangkangan merasa terpancing hasratnya.
“Kayak nggak ada ruang aman gitu bagi perempuan. Misalnya aku, di Jakarta, kalau lagi jalan kaki gitu ada aja laki-laki (entah pekerja kantoran, ojol, atau cowok-cowok random, kayak ngelihatin terus. Tatapan matanya bikin bergidik,” ucap salah seorang (pekerja perbankan di Jakarta Selatan usia 27-an) yang saya wawancara tersebut.
“Ya kita nggak bisa kontrol sih emang nafsu orang lain gimana. Dan aku nggak punya otoritas buat nyeramahin. Aku cuma ngerasa kesel aja, karena praktik mesum dilakukan secara terang-terangan gitu. Belum lagi ya, ada fetish orang suka nunjukin kemaluannya ke lawan jenis. Najis. Kayak tolol aja gitu,” sementara begitu komentar satu perempuan lainnya (staf administrasi usia Rp24 tahun di sebuah kantor Jakarta Pusat).
Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan