Ada satu permintaan orang Surabaya yang bikin saya kaget saat jalan-jalan ke Jogja. Alih-alih ingin mencicipi gudeg atau sate klathak, sebagian dari mereka justru tertarik untuk mencicipi Olive Fried Chicken padahal di Surabaya sudah ada Karen Chicken.
***
Suatu hari, teman saya dari Surabaya mengirimkan pesan WhatsApp yang berisi itinerary sebelum dia berkunjung ke Jogja. Dari rentetan tempat yang ingin dia kunjungi, ada salah satu permintaannya yang bikin saya tidak habis pikir, yakni dia ingin pergi ke salah satu gerai Olive Fried Chicken.
Sebetulnya permintaan itu wajar, sebab Olive Chicken memang cukup terkenal di Jogja, baik dari kalangan mahasiswa, warga lokal, hingga wisatawan.
Saya pun tak memungkiri, sebagai orang Surabaya yang sudah hampir 2 tahun merantau di Jogja, salah satu makanan pertama yang saya beli adalah Olive Chicken alih-alih gudeg.
Terlebih, tidak sulit untuk menemukan gerai ayam tersebut ketimbang harus mengantre sate klathek sejak pagi. Setidaknya, sudah ada 115 cabang Olive yang tersebar di Yogyakarta, Kebumen, Solo, dan Semarang.
Selain itu, selama 15 tahun berdiri, produk ayam goreng yang didirikan oleh pasangan suami istri Kunardi Sastrawijaya dan Aurora Sri Rahayu ini tetap konsisten tidak akan membuka waralaba, sehingga tampak spesial bagi wisatawan luar daerah khususnya orang Surabaya.
Olive Chicken jadi top of mind orang Surabaya saat di Jogja
“Kalau aku ke Jogja lagi, kemungkinan besar akan beli Olive Chicken kembali dan akan merekomendasikannya ke teman-teman, apalagi brand restoran itu sudah terkenal,” kata Nyimas (24), wisatawan asal Surabaya yang tidak kecewa mencicipi ayam goreng tersebut untuk pertama kalinya saat liburan di Jogja pada tahun 2025 lalu.
Nyimas mengaku tahu produk ayam goreng tersebut dari media sosial terutama ulasan dari banyak influencer bahkan artis. Begitu pula Mei Dewi (26), wisatawan asal Surabaya yang liburan ke Jogja bersama suaminya pada tahun 2025 lalu.
“Aku tahu dari suamiku, katanya dia dapat rekomendasi dari media sosial,” ucapnya.
Berkat promosi dari media sosial serta review dari mulut ke mulut itulah Olive kini menjadi top of mind orang Surabaya saat di Jogja.
Bahkan, kata Mei, dia tetap akan membeli Olive saat kembali di Jogja, meskipun di Surabaya sudah ada Karen Chicken milik Karen yang merupakan putri dari pasangan Kunardi dan Aurora, pemilik Olive.
“Karen Chicken bisa mengobati kangenku makan Olive Chicken, tapi kemungkinan aku tetap beli ayam ini kalau ke Jogja lagi karena beberapa alasan,” ujar Mei.
Tetap beli Olive Chicken di Jogja, meski sudah ada Karen Chicken di Surabaya
Di sisi lain, baik Nyimas maupun Mei mengaku puas dengan rasa ayam goreng Olive. Tidak hanya renyah dan enak tapi harganya juga terjangkau. Bagi wisatawan asal Surabaya yang ingin liburan di Jogja selama beberapa hari, Olive bisa menjadi pilihan utama.
“Kalau pun rasanya zonk, aku nggak terlalu masalah sejujurnya, asalkan budgetku lebih-lebih tapi karena budgetku nggak banyak, ya akhirnya aku cari aman. Untung, rasanya enak dan gurih,” kata Nyimas.
Dari awal, Nyimas pun sudah yakin tidak akan terlalu kecewa dengan rasanya. Sebab pada umumnya, ayam goreng adalah lauk yang digemari setiap orang. Terutama bagi lidah orang Surabaya seperti dirinya yang suka rasa gurih ketimbang manis seperti gudeg yang merupakan makanan khas Jogja.
Begitu pula Mei yang tidak terlalu suka gudeg dan malas antre untuk membeli sate klathak.
“Buat picky eater seperti aku yang khawatir dengan makanan Jogja yang dominan manis, aku butuh makanan yang cocok untuk semua kalangan. Apalagi aku cukup lama menginap di Jogja, sekitar 4 hari. Jadi aku juga butuh comfort food,” kata Mei.
Oleh-oleh khas Jogja selain bakpia
Kunardi memastikan tidak ada perbedaan kualitas atau rasa dari Olive maupun Karen Chicken. Ayam segar yang dipasok hari itu, kata dia, tidak pernah masuk ke freezer dan langsung dipakai hari itu juga demi mempertahankan juicy-nya.
Hanya saja, Olive memang dibuat khusus di Jogja dan sering menjadi oleh-oleh yang dibawa ke luar daerah bahkan lintas provinsi.
“Kalau Olive Chicken biarlah di Jogja dan sekitarnya. Kalau Karen Chicken, seperti tagline-nya, dari Jogja untuk Indonesia,” kata Kunardi saat diwawancara Mojok, Sabtu (21/2/2021).
Dea, seorang pembeli asal Bali mengaku pernah titip Olive Chicken ke temannya yang ada di Jogja untuk di bawa ke Denpasar. Temannya mengaku membeli Olive di Sabtu siang, naik bus ke Denpasar hingga tiba di Minggu paginya.
“Aku makan Minggu siang sekitar jam 11.00 WIB ternyata masih enak walaupun nggak aku angetin pakai oven atau fryer. Dagingnya masih lembut walaupun kulitnya nggak sekriuk kalau pas baru matang,” jelas Dea dikutip dari Threads, Kamis (6/8/2026).
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: Bagian Ayam Goreng Paling Disukai Owner Olive Fried Chicken dan Gerai di Jogja yang Kerap Dia Kunjungi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan
