Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Saleh “Ale” Husein The Adams: Mendalami Seni Rupa Lewat IPA, Jadi Gitaris Band dari Tongkrongan

Mohamadeus Mikail oleh Mohamadeus Mikail
16 Oktober 2025
A A
Saleh "Ale" Husein The Adams berbagi cerita perihal prosesnya dari seniman seni rupa menjadi gitaris MOJOK.CO

Saleh "Ale" Husein The Adams berbagi cerita perihal prosesnya dari seniman seni rupa menjadi gitaris. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Saleh “Ale” Husein lebih dikenal sebagai gitaris dari dua band, The Adams dan White Shoes & The Couples Company. Namun, yang kurang umum diketahui oleh orang-orang, Ale ini juga merupakan seniman perupa.

***

Sebenarnya sudah sejak lama Ale berkecimpung di dunia seni rupa. Walaupun sekarang lebih dikenal sebagai musisi, sebenarnya awal kariernya tidak dimulai dari musik.

Alih-alih menekuni musik sejak kecil, jalan kesenian Ale justru berangkat dari kesenian “menggambar”. Ketertarikan Ale terhadap seni rupa pun sudah ada jauh lama sebelum ia bermusik.

Terinspirasi oleh ibu sejak SD

Pintu pertama ketertarikan Ale pada dunia kesenian bermula dari lingkup keluarganya. “Sebenarnya yang memaparkan konsep kesenian itu Ibu. Jaman dulu sebelum nikah sama bapak itu dia sudah ngelukis,” cerita Ale saat Mojok temui pada Minggu (28/9/25), di sela mengisi panggung CRSL Land Fest di Yogyakarta.

Ale bercerita, ketika mengerjakan mata pelajaran menggambar di SD, sang Ibu lah yang mengajarinya cara nge-crack pola ilustrasinya. “Misalnya gambar bebek nih, Ibu mengajarkan bikin aja dulu dari angka dua. Oh jadilah bebek. Wah angka empat jadi burung flamingo” tutur gitaris The Adams itu selepas menyesap secangkir kopinya.

Saleh "Ale" Husein The Adams berbagi cerita perihal prosesnya dari seniman seni rupa menjadi gitaris MOJOK.CO
Saleh “Ale” Husein The Adams berbagi cerita perihal prosesnya dari seniman seni rupa menjadi gitaris. (Mohamadeus Mikail/Mojok.co)

Meski sudah menunjukkan minat pada seni, ia justru didorong oleh guru-gurunya untuk masuk penjurusan IPA di kelas 3 SMA. Bukan tanpa alasan, karena nilai-nilai mata pelajarannya di bidang IPA terbilang tinggi.

“Tapi dari situ gua malah gambar terus. Jadi mungkin juga karena gua IPA, matematika, fisika, kimia itu isinya yang paling gua excited itu adalah soal gambar,” sambung Ale. Maka, ia merasa bahwa memasuki penjurusan IPA justru memperkaya pemahamannya tentang seni menggambar.

Kreativitas problem-solving Ale The Adams berangkat dari berkesenian

Dalam proses berseni, Ale mengaku, sebenarnya ia melakukannya dalam rangka sedang mencari pengetahuan. Sebab, ketika ia berkesenian, ia menjalani proses riset terlebih dulu.

Ketika melakukan riset tersebut, kata Ale, ia merasa sedang berjibaku untuk menemukan apa yang ia cari. Dari situlah kreativitasnya bisa makin terasah.

“Berbagi ilmu itu kan tanpa disadari yang sedang kita lakukan sama dengan bertanya,” lanjut Ale. Maka dalam dalam mencari jawaban pada ilmu pengetahuan apapun, ia menekankan pentingnya kreativitas.

“Lu jelas harus kreatif. Kreatif itu logika cracking-nya, belajar memahaminya itu dari kesenian. Jadi kalau cuma pintar tapi nggak kreatif, lu nggak menjadi problem solver,” tekannya sambil menyalakan sebatang rokok.

Maka kembali berangkat dari latar belakang masa-masa SMA-nya, Ale pun beranggapan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki banyak ruang kosong yang kurang diiriskan dengan proses berkesenian. Karena, baginya, sesungguhnya bersains itu adalah berkesenian.

Karya seni bukan mendikte tapi membuka ruang dialog

Kreativitas dalam berkesenian itu pun fungsinya bukan untuk mengatur. Menurut Ale, fungsi dari seni adalah sebagai pembukaan ruang dialog. Baik dalam konteks berpikir, konteks berkehidupan, dan juga konteks cara pandang.

Iklan

“Tafsir setiap orang berbeda, tergantung bagasinya. Melihat warna pun itu bisa beda banget, padahal berangkat dari kontrakan yang sama. Tafsir lu gimana? Tafsir gua begini. Tetapi itu kan jadi bahan diskusi,” kata Ale. Dari situ lah terbangun kerangka berpikir yang kreatif.

Kerangka berpikir kreatif inilah yang menjadi penting menurutnya untuk menjadi seorang problem-solver. Lagi-lagi, pada akhirnya tidak harus yang namanya karya seni itu selalu mendikte, karena proses dialog yang terbangun akan terus berkelanjutan.

“Maka untuk apa berkesenian kalau hanya untuk mempercantik diri belaka?” Tegasnya.

Dari melukis di IKJ sampai main gitar untuk White Shoes & The Couples Company dan The Adams

Ketertarikan pada seni rupa membawa Ale The Adams kuliah di jurusan Lukis Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Ia masuk pada 2001.

Jalan menuju pemusik bermula ketika di perkuliahan ia kerap mendapati acara-acara musik.

“Latar belakang teman-teman seni rupa mirip orang pada umumnya. Pasti hampir semuanya suka musik dong. Maka akhirnya beberapa anak-anak seni rupa itu pada ngeband,” cerita Ale.

Berangkat dari tongkrongan, akhirnya White Shoes & The Couples Company dibentuk oleh Ale bersama teman-temannya di IKJ pada tahun 2002. Band dibentuk dengan visi sebagai lawan arus tren semua orang yang sedang membuat Garage Rock Band pada saat itu.

“Kita bikin yang pelan-pelan lagi aja deh bertiga, gua dan Rio main gitar, sama Sari main viola. Bisa menjadi jawaban dari puasa bikin band Pop lagi nih,” cerita Ale dengan canda tawa.

Berbeda cerita dengan The Adams, bandnya sudah terbentuk setahun sebelum Ale bergabung. Pada tahun yang sama dengan dibentuknya White Shoes & The Couples Company, ia bergabung dengan The Adams, menggantikan gitaris sekaligus vokalis sebelumnya yang mengundurkan diri.

Kini Ale makin sibuk bermusik. Saat ditanya perihal niatan untuk melukis kembali, Ale menunjukkan ekspresi sedikit ragu.

“Kalau melukis kayaknya enggak, nggak terlalu. Tapi sementara ini gua lagi diminta lagi buat pameran tunggal udah gua tahan tiga tahun. Galerinya juga punya teman sendiri. Terus ya semoga gua punya waktu untuk kebutuhan riset gua tentu,” pungkasnya.

Tulisan ini diproduksi oleh mahasiswa program Sekolah Vokasi Mojok periode Juli-September 2025. 

Penulis: Mohamadeus Mikail
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Pilihan Cholil Efek Rumah Kaca Sekolahkan Anak di New York, Awalnya Waswas tapi Kini Mensyukuri atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2025 oleh

Tags: ale the adamsgitaris the adamssaleh huseinthe adams
Mohamadeus Mikail

Mohamadeus Mikail

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Urusan dengan balai desa bikin muak karena kelakuan perangkat desa kolot MOJOK.CO

Muak Ngurus Sesuatu di Balai Desa: Capek Hadapi Perangkat Desa Kolot dan Ruwet, Perkara Tanda Tangan Basah bikin Marah

5 Januari 2026
Orang Medan naik angkot di Bandung. MOJOK.CO

Orang Medan Pertama Kali Naik Angkot di Bandung, Punya Cara Tersendiri Meminta Sopir Berhenti Sampai Bikin Penumpang Syok

5 Januari 2026
Santri penjual kalender keliling dan peminta-minta sumbangan pembangunan masjid meresahkan warga desa MOJOK.CO

Santri Penjual Kalender dan Peminta Sumbangan Masjid Jadi Pengganggu Desa: Datang Suka-suka, Ada yang Berbohong Atas Nama Agama

8 Januari 2026
Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
kecanduan gadget pada anak. MOJOK.CO

Petaka yang Terjadi Saat Orang Tua Sibuk Mengejar Dunia dan Anak yang Terlalu Sering Menggunakan Gawai hingga Candu

7 Januari 2026
14 juta pekerja terima gaji di bawah UMP/UMK, sebagian besar dari kalangan lulusan perguruan tinggi (sarjana) MOJOK.CO

Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

9 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.