Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sekolahan

Susahnya Mahasiswa di Kampus Tanpa Working Space 24 Jam: Nugas di Kos Burnout, Ke Coffee Shop Tak Punya Uang

Al Afnan Mahatta oleh Al Afnan Mahatta
12 Agustus 2026
A A
Susahnya mahasiswa di kampus tanpa working space 24 jam: kerjakan tugas kuliah di kos burnout, ke coffee shop tidak punya uang MOJOK.CO

Ilustrasi - Susahnya mahasiswa di kampus tanpa working space 24 jam: kerjakan tugas kuliah di kos burnout, ke coffee shop tidak punya uang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketiadaan working space 24 jam di area kampus ternyata menjadi keresahan tersendiri bagi mahasiswa. Sebab, tanpa ruang tersebut, mahasiswa yang butuh tempat nugas memadai tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan akhirnya harus berhadapan dengan hambatan. 

***

Iklan

Saat dikejar deadline, tak sedikit mahasiswa yang mengalami burnout. Beberapa mahasiswa memilih untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah di luar kos. Namun, area kampus yang tidak menyediakan working space 24 jam jadi dilema tersendiri. 

Sebenarnya banyak mahasiswa yang menjadikan coffee shop atau ruang-ruang sejenis sebagai alternatif. Akan tetapi, coffee shop jelas bukan jawaban bagi kalangan mahasiswa pas-pasan. 

Kerjakan tugas kuliah di kos jadi burnout, ke coffee shop tak punya duit

Amirul, seorang mahasiswa di salah satu PTN di Magelang menganggap hectic dan burnout memang sudah jadi makanan para mahasiswa tiap akhir semester.

“Waktu paling sibuk sebenarnya setelah UTS, karena hampir semua matkul (mata kuliah) punya projek atau tugas. dan itu berat semua,” ujarnya kepada Mojok, Selasa (11/08/2026).

Selama ini, Amirul lebih sering mengerjakan tugas-tugas kuliah dari kamar kosnya. Ia bisa menghabiskan waktu dari matahari masih terlihat hingga langit semakin gelap (lewat tengah malam). 

Kalau sudah begitu, tidak jarang Amirul mengalami burnout. Bagaimana tidak, sepanjang waktu—dalam masa mengerjakan tugas kuliah itu—ia harus menghadap layar laptop, buku catatan, buku referensi, dan pandangan terjauhnya pun hanya mentok pada tembok kos. 

Sebagai mahasiswa pas-pasan, Amirul tidak bisa serta-merta seperti mahasiswa kebanyakan: bosan di kos, tinggal geser saja mengerjakan tugas kuliah di coffee shop. 

“Tempat-tempat (coffee shop) yang ada sangat pricey dan tidak affordable,” keluh Amirul. 

Sayangnya, kampus Amirul tidak memiliki working space 24 jam yang bisa diakses secara gratis kapanpun oleh mahasiswa. Alhasil, kamar kos—dengan segala kejenuhan di dalamnya—menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa. 

Kampus tanpa working space 24 jam menghambat produktivitas mahasiswa?

Bagi mahasiswa seperti Amirul yang masa produktif berpikirnya ada di atas jam 10 malam, mencari tempat nugas 24 jam—selain coffee shop—tentu menjadi hambatan tersendiri. 

Ketika kelelahan dan kejenuhan mulai menyerang saat Amirul tengah berpikir keras untuk merampungkan tugas kuliahnya dari kamar kos, pada akhirnya ia pun tidak bisa menuntaskannya secara maksimal. 

“Bisa dibilang selesai nggak selesai bodo amat, yang penting aku istirahat dulu dan nggak peduli nilai,” katanya.

Iklan

Amirul sebenarnya punya mekanisme tersendiri sebagai upaya mengantisipasi burnout. Akan tetapi, dalam urusan tugas kuliah yang harus diselesaikan dengan maksimal, ia merasa kampus juga perlu memberi fasilitas working space 24 jam sebagai pendukung aktivitas pembelajaran. 

Toh Amirul—dan banyak mahasiswa lain—sudah membayar uang kuliah. Maka apa salahnya jika menuntut fasilitas pendukung aktivitas pembelajaran mahasiswa? 

Kenapa working space 24 jam di kampus belum terwujud?

Dosen FISIPOL Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Bonifasius Endo, menyebut memang masih banyak kampus yang belum memiliki fasilitas working space 24 jam untuk mahasiswa, sehingga memudahkan mahasiswa dalam mengerjakan tugas-tugas kuliah. 

Menurut Endo (sapaan akrabnya), working space 24 jam di kampus bisa dimulai dari perpustakaan kampus. Bahkan, menurutnya, perpustakaan umum pun seharusnya juga bisa mulai menyediakannya. 

“Kampus seharusnya mampu menyediakan tempat-tempat semacam itu, dan mahasiswa seperti Amirul pada akhirnya tidak perlu lagi kebingungan mencari pilihan tempat nugas memadai,” ujarnya. 

Keberadaan working space di lingkungan kampus memang telah menjelma menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa, seiring dengan geliat diskusi mahasiswa di ruang-ruang publik. 

Perkembangan pola belajar mahasiswa yang semakin dinamis, fleksibel, dan tidak terbatas pada jam perkuliahan formal menuntut perpustakaan untuk menyesuaikan kebijakan layanannya, termasuk kebijakan waktu operasional. Sehingga, lebih dari sekadar tempat nugas, working space juga dibutuhkan untuk menjadi ruang diskusi alternatif. 

Hanya memang harapan setiap kampus memiliki working space, apalagi 24 jam, tidak semudah itu terwujud. Pihak kampus pun memiliki dilemanya sendiri. 

Dilansir dari studi literatur Zaki Koswara, Prijana, dan Nurmaya Prahatmaja berjudul “Analisis Kebijakan Jam Operasional Perpustakaan Dalam Memenuhi Kebutuhan Layanan Mahasiswa di Perpustakaan Universitas Padjajaran”, pemenuhan layanan working space di kampus, apalagi yang 24 jam, masih terhambat dengan persoalan kebijakan waktu operasional kampus, ketersediaan sumber daya manusia, maupun kebijakan organisasi yang lain. 

Selain itu, menurut Zaki Koswara dkk, pola aktivitas mahasiswa sebagai pengguna utama belum jadi dasar pertimbangan untuk membuka layanan working space 24 jam di area kampus.

Tulisan ini diproduksi oleh mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Tidar (Untidar) Magelang periode Agustus-November 2026.

Penulis: Al Afnan Mahatta

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Saat Uang Ngopi Mahasiswa Jogja di Coffee Shop Lebih dari Biaya Makan dan Sewa Kos atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 12 Agustus 2026 oleh

Al Afnan Mahatta

Al Afnan Mahatta

Artikel Terkait

Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO
Urban

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Slow living, Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO
Urban

Tanpa Punya Rumah di Desa Tetap Bisa Slow Living Asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

12 Agustus 2026
Beban ekspektasi orang desa di Rembang yang merantau kerja di luar negeri: dipandang kalau bisa menggelar dangdutan setiap tahun MOJOK.CO
Sehari-hari

Beban Pemuda Desa Kerja di Luar Negeri: Demi Dipandang Harus Gelar Dangdutan Tiap Tahun buat Hibur Warga

12 Agustus 2026
Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah MOJOK.CO
Esai

Apa Salahnya ASN Jualan Nasi Kuning? Gaji Tetap, Kebutuhan Terus Bertambah

12 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Slow living, Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Tanpa Punya Rumah di Desa Tetap Bisa Slow Living Asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

12 Agustus 2026
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026
ilustrasi - PSEL DIY di dekat TPA Piyungan. MOJOK.CO

Pemda DIY Bakal Serap 1.000 Tenaga Kerja Khususnya Warlok untuk Olah Sampah Jadi Energi Listrik di Dekat TPA Piyungan

11 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.