ADVERTISEMENT

Tuban Memang Makin Metropolitan tapi Tetap Tak Bisa Dibanggakan, Gara-Gara Jalan Rusak, Lapangan Kerja Sulit dan Nggak Punya Kampus Elite

Tuban Tak Bisa Dibanggakan MOJOK.CO

Tak punya kampus elite

Karena merupakan guru honorer di sebuah SD di Tuban, Yeni* (25), bukan nama asli, lebih menyoroti dari aspek pendidikan.

Meskipun kata orang-orang Tuban semakin metropolitan, tapi Yeni sendiri tak begitu bangga. Masalahnya satu bagi Yeni, Tuban masih belum memiliki kampus elite besar sebagaimana kota-kota metropolitan pada umumnya.

“Misalnya di Surabaya, orang Surabaya bisa bangga-banggain UNAIR, UNESA, atau ITS. Jogja punya UGM, Malang punya UB, UM, dan lain-lain. Kalau Tuban?,” ucap Yeni.

Tuban memang memiliki beberapa kampus swasta. Akan tetapi, memang hanya satu kampus saja yang berlabel sebagai kampus swasta terpopuler di Tuban, yakni Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW).

Sepengalaman Yeni ngobrol sama orang-orang luar Tuban, rata-rata bahkan tak tahu kalau ternyata di Tuban ada kampus. Apalagi tahu apa itu UNIROW, jangan harap.

“Maksudku, ya jangan cuma membranding sebagai kota metropolitan cuma karena gemerlap kotanya saja. Tapi aspek pendidikannya juga harus ikut kebranding sih. Karena bagiku bukti sebuah peradaban itu maju ya pendidikannya juga maju,” beber Yeni.

Ia pun sependapat dengan bagian “ketimpangan” yang Imran sampaikan sebelumnya. Bagi Yeni, pembangunan di Tuban masih belum merata. Ketimpangannya masih sangat kentara.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Bagi Orang Rembang Jadi TKI di Malaysia Lebih Terhormat ketimbang Sarjana, Gara-Gara Sarjana Banyak yang Nganggur dan Jadi Beban Orang Tua Padahal Kuliah sampai Jual Sawah

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 17 April 2024 oleh .

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.