Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

3 Tips Bertahan Hidup di Ciputat Tangsel Rp2 Juta Sebulan, Kawasan Jujugan Mahasiswa dan Pekerja yang Biaya Hidupnya Supermahal

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
6 Juni 2025
A A
Ciputat, Tangerang Selatan.MOJOK.CO

3 Tips Bertahan Hidup di Ciputat Tangsel Rp2 Juta Sebulan, Kawasan Jujugan Mahasiswa dan Pekerja yang Biaya Hidupnya Supermahal (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ciputat, Tangerang Selatan, adalah kawasan serba ada dan amat strategis, tapi biaya hidupnya supermahal. Konon, dibutuhkan rata-rata biaya Rp10 juta per bulan untuk hidup nyaman di kota ini. Namun, ada tips bertahan hidup di Ciputat hanya dengan uang Rp2 juta sebulan.

***

Iklan

Bagi Argi (28), Ciputat adalah kawasan yang tak pernah tidur. 24 jam sibuk dengan lika-liku kehidupan manusia. Sepuluh tahun tinggal di sini, ia nyaris tak pernah melihat kapan kota ini lenggang.

“Ciputat mboten sare!,” ujar lelaki asal Jawa Tengah ini kepada Mojok, Kamis (5/6/2025) malam.

Argi merantau ke Ciputat sejak 2014 lalu untuk kuliah di salah satu kampus negeri. Lulus saat masa pandemi Covid-19, ia memutuskan bertahan di sana karena mendapat tawaran kerja–sampai hari ini.

“Ibaratnya telanjur jatuh cinta sama Ciputat,” ungkapnya.

Ciputat, kota pendidikan “underrated” dan jujugan perantau

Ada alasan konkret mengapa Argi memilih Ciputat, Tangerang Selatan, sebagai tujuannya berkuliah 10 tahun lalu. Selain karena memang diterimanya di sini, bagi dia Ciputat memang menjadi kota pendidikan yang underrated.

“Orang tahunya kota pendidikan itu Jogja, Surabaya, Malang. Tapi bagiku, ya, Ciputat juga kota pendidikan,” kata dia.

Kalau mengacu data resmi dari Kemendikbudristek, terdapat tak kurang dari 17 kampus di kota seluas 21,11 kilometer persegi ini. Ada yang negeri, dan sebagian besar lainnya adalah swasta.

Misalnya, kalau diurutkan dari yang paling terkenal, terdapat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, serta sejumlah kampus lain di Ciputat.

Tak sampai di situ, Ciputat juga terkenal sebagai jujugan perantau buat mencari kerja. Alasannya, UMR di kota ini memang cukup tinggi, mengikuti upah minimum Tangerang Selatan yang sebesar Rp4,9 juta. Selisih sedikit dari Jakarta.

Maka tak heran, kalau banyak perantau, seperti Argi memilih bekerja di kota ini. Menurut catatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tangerang Selatan, dari tujuh kecamatan di Tangsel, Ciputat menempati peringkat kedua kunjungan perantau terbanyak sejak 2022. Jumlahnya hanya kalah dari Pamulang.

“Makanya aku bilang Ciputat nggak pernah tidur karena setiap jamnya ada saja lika-liku manusia, entah mahasiswa atau para pekerja yang sibuk urusan perut,” ujar Argi.

Tapi, biaya hidupnya amat mahal

Akan tetapi, biaya hidup di Ciputat, Tangerang Selatan, amat mahal. Bahkan ada yang bilang, cuma beda tipis dengan biaya hidup di Jakarta. 

Argi sendiri mengakui, saat pertama datang ke sini buat kuliah, dirinya masih mudah menjumpai “rumah makan merakyat”. Tapi kini, susahnya minta ampun.

“Dulu waktu kuliah, dekat-dekat kampus banyak tempat makan yang 7 ribu saja sudah kenyang, dapat ayam. Sekarang, 25 ribu baru dapat, itupun masih yang tergolong harga standard,” kata dia.

Bahkan, di Facebook banyak mahasiswa yang kuliah di Ciputat menuliskan keresahan mereka soal mahalnya harga makan di sekitar kampus. Ada yang mengaku, untuk mendapatkan nasi sayur seharga Rp15 ribu saja, ia kudu masuk-masuk gang sempit, menjauh dari kampus.

Data BPS Tangerang Selatan pada 2020 lalu menyebutkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Ciputat adalah sebesar Rp2,6 juta sebulan. Besaran ini merupakan biaya yang dikeluarkan untuk makan, hunian, transportasi, hingga fesyen dan hiburan.

Iklan

Namun, seiring dengan inflasi, angka tersebut naik berkali-kali lipat. Kini, diperkirakan buat hidup nyaman di Ciputat, setidaknya dibutuhkan gaji Rp10 juta per bulan–menukil data BPS 2023.

“Tapi, aku ngerasain betul sih. Sekarang buat ngekos aja, kalau mau yang standard ya dapatnya paling 1,5 sampai 2 jutaan. Di bawah itu jangan harap dapat kos enak,” ujar Argi.

Baca halaman selanjutnya…

Berikut ini tips bertahan hidup di Ciputat bermodal Rp2 juta sebulan.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2025 oleh

Tags: biaya hidup ciputatciputatciputat tangerang selatantangerang selatantips bertahan hidupumr ciputatumr tangerang selatan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rosalia Indah First Class, Agra Mas.MOJOK.CO

Rosalia Indah First Class, Bus Double Decker yang Membuat Gembel Seperti Saya Menjadi Sultan Selama 8 Jam

4 Juni 2025
Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan.MOJOK.CO

Pamulang, Kecamatan Terpadat di Tangerang Selatan yang Tak Ramah Pekerja, Gaji Perantau Habis buat Hidupi Preman

22 Mei 2025
Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan.MOJOK.CO

Pondok Aren, Kecamatan di Tangerang Selatan yang Anak Mudanya “Dipaksa” Kerja Seperti Orang Jaksel tapi Digaji UMR Banten

21 April 2025
Gaji Rp7 Juta di Tangerang Selatan Tetap Nggak Sepadan karena “Keruwetan” Kotanya, Lebih Sering Mengumpat daripada Bersyukur.MOJOK.CO MOJOK.CO

Gaji Rp7 Juta di Tangerang Selatan Tetap Nggak Sepadan karena “Keruwetan” Kotanya, Lebih Sering Mengumpat daripada Bersyukur

12 April 2025
Ciputat, Tangerang Selatan.MOJOK.CO

Ciputat, Kecamatan di Tangerang Selatan yang Sebaiknya Jangan Ditinggali Kalau Kesabaran Setipis Tisu

8 April 2025
Marchel Widianto satrio piningit Tangerang Selatan MOJOK.CO

Marshel Widianto Adalah Satrio Piningit yang Dibutuhkan Tangerang Selatan

25 Juni 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Unpad: riset kampus bukan sekadar untuk lulus. MOJOK.CO

Sarjana di Indonesia Banyak tapi Riset Ilmiahnya Nggak Guna

13 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

Banyak Lulusan S1-S3 Nganggur Bukan Cuma karena Lapangan Kerja, Tapi Ada Juga Dua Masalah yang Jarang Disadari

19 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata.MOJOK.CO

InJourney Bangun Rumah Layak Huni bagi Warga Kalasan, Wujud Kepedulian kepada Warga di Sekitar Destinasi Wisata

18 Agustus 2026
Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.