Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Menteri LH Marah-marah di Jogja tapi “Full Senyum” di Surabaya, Soal Sampah Jogja Emang Perlu Belajar dari Kota Pahlawan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
22 November 2024
A A
Soal Pengelolaan Sampah, Surabaya Memang Lebih Baik Ketimbang Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Jogja perlu belajar dari Surabaya soal penanganan sampah. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menunjukkan respons berbeda saat sidak pengelolaan sampah di Surabaya dan Jogja.

Sebelumnya, saat sidak di Jogja, Hanif mengaku kecewa. Sementara saat sidak di Surabaya, Menteri LH tersebut benar-benar memberi apresiasi. Maka, agaknya Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja perlu “meniru” apa yang dilakukan Kota Pahlawan terkait penanganan masalah sampah.

“Seret” pihak yang bersalah atas sampah di Kota Jogja

Senin (18/11/2024), Hanif melakukan sidak di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Mandala Krida, Kota Jogja. Mendapati sampah-sampah yang menumpuk dan semrawut, dia sontak tak bisa menyembunyikan kegeramannya.

Hanif menilai, pemerintah daerah—dalam hal ini adalah Pemkot Jogja—tidak serius dalam menangani masalah sampah. Oleh karena itu, Menteri LH itu secara terang-terangan menegaskan akan menyeret pihak-pihak yang bersalah atas masalah sampah Kota Jogja ke jalur hukum.

“Ini mencemari lingkungan. Dengan kapasitas 300 ton per hari, sampah dari sini ke mana dibuangnya? Harus ada yang bertanggung jawab atas kondisi ini,” ujar Hanif saat sidak di hadapan awak media.

“Jika terbukti ada pelanggaran, saya akan menyeret pihak yang bersalah ke jalur hukum sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008,” tegasnya dengan raut wajah dan nada kecewa.

Persoalan sampah di Jogja bisa dibilang makin semrawut paca ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan pada April 2024 lalu. Maka, dia meminta Pemda segera mencari solusi. Bukan malah terkesan membiarkannya tanpa pertanggung jawaban.

“Jika pengelolaan di hulu dilaksanakan dengan baik, sampah tidak akan menumpuk di TPA. Penanganan harus dimulai dari sumbernya,” ujar Hanif.

Dia pun menyebut akan segera memanggil pihak-pihak dari Pemkot Jogja untuk dimintai keterangan lebih detil.

Pengelolaan sampah di Surabaya harus ditiru

Sehari setelahnya, Selasa (19/11/2024), Menteri LH melanjutkan sidak ke Surabaya, juga untuk mengecek pengelolaan sampah. Dia langsung menuju ke Bank Sampah Induk dan  Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) Benowo.

Berbeda dengan saat ke Jogja, saat di Surabaya Menteri LH mangapresiasi betul langkah Pemkot Surabaya dalam. penanganan sampah. Apalagi dia melihat, pengelolaan sampah di Kota Pahlawan juga turut didukung masyarakat setempat melalui kegiatan kreatif dalam memanfaatkan sampah plastik low-grade seperti sachet mie instan atau kopi.

“Surabaya sudah demikian maju dalam pengelolaan sampah. Saya akan adopsi, replikasi, dan skill up langkah Pemkot terhadap pengelolaan sampah,” tutur Hanif dalam keterangan tertulis yang Mojok dapat.

Soal Pengelolaan Sampah, Surabaya Memang Lebih Baik Ketimbang Jogja MOJOK.CO
Momen Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq sidah sampah di Surabaya. (Dok. Pemkot Surabaya)

“Termasuk area Sungainya. Seperti yang dilakukan oleh Surabaya sejak beberapa tahun yang lalu melalui Sungai Kalimas menjadi bersih, kami akan skill up sampai ke ujungnya. Tentunya kami akan replikasi untuk sungai-sungai di Jakarta dan kota-kota besar yang lainnya,” sambungnya.

Saat sidak di Jogja pun, Hanif memang sempat menyinggung kota-kota percontohan yang bisa ditiru—termasuk ditiru Pemkot Jogja—dalam pengelolaan sampah. Nama “Surabaya” menjadi salah satu yang Hanif sebut.

Kolaborasi atasi sampah di Surabaya

Untuk diketahui, merujuk data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, produksi sampah di Surabaya mencapai sekitar 1.800 ton hingga 2.000 ton per hari.

Namun, tercatat hanya dia angka 1.300 ton hingga 1.500 ton yang masuk ke TPA Benowo setiap harinya. Sementara sisanya telah direduksi oleh masyarakat melalui pemilahan sampah. Sebagai gambaran bahwa kesadaran masyarakat Surabaya dalam memilah sampah sudah cukup baik, sehingga volume sampah yang harus ditangani di TPA dapat berkurang.

Atas hal tersebut, Menteri LH menekankan akan segera berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya. Sebab, harapannya, ke depan setiap RT/RW memiliki Bank Sampah Unit (BSU) dan setiap kecamatan memiliki Bank Sampah Induk.

Iklan

Selain itu, Hanif juga mendorong hotel, restoran, kafe, dan kawasan khusus untuk bekerja sama dengan Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Induk terhadap pengelolaan sampah.

“Sehingga beban sampah di TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) akan semakin berkurang. Pemerintah Daerah yang serius, seperti Surabaya akan kami skill up (tingkatkan),” tegasnya.

Sultan Jogja tak nyaman

Di hari yang sama saat Menteri LH ke Surabaya, Gubernur sekaligus Sultan DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X memanggail Pj. Walikota Jogja dak Sekda Kota Jogja. Sebagai respons atas ketidaknyamanannya atas hasil sidak Menteri LH di Depo Mandala Krida sebelumnya.

Dari hasil pertemuan tersebut, Sri Sultan menjelaskan bahwa kedatangan Menteri LH ke Depo Mandala Krida sebenarnya tidak di waktu yang tepat.

Jadwal pengambilan sampah di Depo Mandala Krida biasanya adalah sore hari. Sementara Menteri LH sidak di pagi hari. Alhasil, tentu saja dia hanya akan menemukan tumpukan sampah tanpa tahu secara utuh bagaimana rangkaian proses pengangkutannya.

“Saya minta kirim surat ke Pak Menteri. Pj Walikota dan Sekda Kota bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Kotamadya. Sebetulnya pengurusan sampah itu seperti apa, ya kan. Mungkin beliau (Menteri LH) kan nggak paham dan tahunya ada tumpukan saja, kan gitu,” jelas Sri Sultan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/11/2024).

Sudah lakukan berbagai upaya

Usai pertemuan itu, Pj. Walikota Jogja, Sugeng Purwanto mengatakan, Pemkot Jogja sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya untuk menangani masalah sampah di Jogja.

Saat ini, sekitar 170–180 ton sampah dari total 200 ton yang dihasilkan setiap hari sudah berhasil dikelola. Artinya, dari jumlah 200 ton tersebut, tersisa 20 ton yang masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, keterbatasan fasilitas pengolahan dan lahan menjadi kendala utama.

“Kami sudah bekerja sama dengan pihak swasta yang mampu mengolah sekitar 40 ton sampah per hari. Kami juga sedang mempersiapkan pemasangan incinerator baru di TPA Piyungan, yang diharapkan beroperasi pada akhir Desember (2024), sehingga kapasitas pengelolaan bisa mencapai 200 ton per hari,” papar Sugeng dalam keterangan tertulis yang Mojok dapat.

Sri Sultan, menurut Sugeng, telah meminta Pemkot Jogja mempercepat langkah penanganan sampah, termasuk menjajaki kembali kerja sama dengan Kabupaten Bantul.

“Kami akan terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh sisa sampah dapat terkelola dengan baik,” tegasnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Buang Sampah di Kota Jogja Harus Bayar Tak Bikin Masalah Kelar, Malah Datangkan Masalah Baru

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 22 November 2024 oleh

Tags: Jogjamenteri lhpilihan redaksisampah jogjasampah surabayaSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026
Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Slow living, Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Tanpa Punya Rumah di Desa Tetap Bisa Slow Living Asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

12 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, pastikan jaga Lokananta Bloc sebagai kawasan ramah anak MOJOK.CO

Wali Kota Surakarta Pastikan Jaga Lokananta Bloc sebagai Kawasan Ramah Anak dan Ruang Kreatif Anak Muda

9 Agustus 2026
El Nino.MOJOK.CO

Ancaman El Nino Kuat Intai Indonesia, Waspada Kekeringan Ekstrem dan Kebakaran Hutan

11 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
fisiologi pohon, walhi kerusakan lingkungan mojok.co

Hadapi Krisis Iklim, Ilmu Fisiologi Pohon Jadi Kunci Selamatkan 12 Juta Hektare Lahan Kritis

13 Agustus 2026
Slow living boleh kalau tabunganmu nambah 1 miliar tiap bulan (Unsplash)

Slow living itu sekarang jatuhnya kemewahan tapi gaya hidup, yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang tabungannya nambah 1 miliar tiap bulan

13 Agustus 2026
Tercatat 1 juta lulusan S1 (sarjana) jadi pengangguran hingga terjebak pinjol karena hidup konsumtif MOJOK.CO

1 Juta Sarjana Jadi Pengangguran hingga Terpaksa Pinjol untuk Biaya Konsumtif, Apa yang Harus Pemerintah Lakukan?

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.