ADVERTISEMENT

Mengintip Kecurangan Oknum Penjual Parfum Isi Ulang, Membahayakan Pembeli Demi Dapat Cuan Besar

Mengintip Kecurangan Oknum Penjual Parfum Isi Ulang, Parfum Refill.MOJOK.CO

Dari empat outlet yang Mojok datangi, hanya ada satu yang mengaku sudah mendapat izin BPOM. Tiga lainnya belum mengantongi izin, meski outlet-nya lumayan besar dan cukup terkenal di kawasan tersebut. 

Mojok juga menanyakan terkait penggunaan penglarut bibit pewangi. Entah karena kepolosan–atau memang dianggap sudah biasa, dua penjual mengaku menggunakan metanol sebagai bahan campuran utama.

“Harganya lebih murah, Mas, ketimbang bahan alkohol penglarut lainnya,” kata salah satu penjual, sebut saja Mawar*, yang Mojok temui Rabu (17/7/2024) malam.

Rupanya, Mawar memang mengaku tak terlalu memahami soal bahaya metanol. Sejak pertama kali bekerja di sana pada 2023 lalu, penggunaan metanol sebagai campuran fragrance memang sudah dilakukan. Bahkan, menurut Mawar, di tempat lain pun juga sudah lazim.

“Misalnya, Masnya beli merek tertentu dengan campuran 2 banding 1 buat yang 30 ml. Itu berarti 20 ml bibit parfum, 10 ml lagi metanol,” jelasnya.

“Sejak masih training, diajarinnya sudah kayak begini, Mas.”

Tak semua penjual di Jogja curang

Meskipun Mojok menemui beberapa orang yang terang-terangan mencampur metanol ke parfum isi ulang, nyatanya masih ada, kok, penjual yang aware soal kesehatan konsumen.

Majid (23), misalnya, salah satu penjaga outlet parfum refill di Jogja, mengaku sudah tak memakai metanol lagi. Sebagai pengganti, ia menggunakan pahan campuran lain yakni solviol.

“Metanol kami pakai cuma buat bersihin botolnya aja, karena bisa lebih bersih dan cepat,” kata Majid, Rabu (17/7/2024) malam.

Sebelumnya, tempat kerja Majid memang menggunakan metanol. Namun, sudah sejak setahun lalu bahan berbahaya itu pihaknya tinggalkan.

Menurut Majid, solviol sendiri sebenarnya bahan campuran yang ideal buat parfum isi ulang. Bahan ini tak mengubah karakteristik fragrance, tak menyebabkan iritasi, bahkan kalau terkena mata pun tak bikin perih.

“Cuma ya memang lebih, Mas. Tapi gimana lagi, ya, kami nggak mungkin korbanin kesehatan pembeli. Berisiko banget itu,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Praktik Kotor Oknum Penjual Bakso Daging Sapi, Sajikan Menu Menjijikkan yang Tak Disadari Pembeli

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2024 oleh .

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Exit mobile version