Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Lebaran Metal di Solo dan Lelaki Usia Senja yang Menolak Tua

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 November 2025
A A
rock in solo.MOJOK.CO

Ilustrasi - Lebaran Metal di Solo dan Lelaki Usia Senja yang Menolak Tua (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rock in Solo 2025 mengubah cara pandang saya pada ungkapan “usia hanyalah angka.” Dulu, saya tak terlalu percaya dengan kata-kata bijak yang kerap seliweran di akun-akun motivasi itu. Sampai pada akhirnya, malam kemarin, saya bertemu dengan Bambang, lelaki berusia 73 tahun, di tengah kerumunan orang-orang yang merayakan “lebaran metal”.

Usianya boleh senja, tapi dia menolak tua.

Iklan

***

Di hari pertama gelaran Rock In Solo (RIS) 2025, Sabtu (22/11/2025), saya tidak berniat menemukan sesuatu yang “menggetarkan” selain dentuman musik keras dari Stillbirth, headliner asal Jerman yang menutup malam itu. 

Namun, di tengah hiruk-pikuk moshpit, saya melihat sosok yang membuat saya berhenti menyaksikan panggung untuk sejenak. Seorang lelaki tua berdiri di tepi kerumunan, persis di samping area moshpit yang sedang “kacau-balau”. 

Usianya jelas jauh melewati para penonton di sekelilingnya. Tapi penampilannya menunjukkan sebaliknya: celana pendek, kaos Down For Life, berkalung rantai ukuran besar, dan sepatu Vans yang tampak pas di kakinya.

Kalau kata teman-teman saya yang ikut menyapanya: hace banget! Ala-ala band hardcore asal Malang, Keep It Real, yang tampil sebelum Stillbirth. Dan untuk ukuran lelaki seusianya, penampilan itu tidak masuk akal. Tapi justru karena itulah ia menarik perhatian.

Di depan kami, moshpit menjadi arena yang amat brutal. Orang-orang melompat, saling menyeruduk, wall of death dibuka berkali-kali, tubuh-tubuh beterbangan karena stage diving tanpa henti. 

Namun, laki-laki itu berdiri santai, tersenyum tipis setiap kali tubuh-tubuh di depannya saling bertabrakan. Saya akhirnya basa-basi bertanya, “Nggak ikut turun, Pak?”

Ia tertawa kecil, menepuk lututnya. “Mau. Tapi badan sudah nggak kuat,” katanya. Tawa pelan itu panjang, seperti seseorang yang mengingat masa muda. Pada titik itu, saya ingin tahu: siapa sebenarnya lelaki ini?

Namanya Bambang Purwoko. Usianya 73 tahun. Ia lahir dan besar di Solo. 

Kepada saya, Bambang mengaku sudah menyukai musik metal sejak 1985. Metallica, Slayer, hingga band hard rock semacam Van Halen menjadi nama teratas yang ia sebut saat saya tanyakan band yang membuatnya kecantol pada musik keras ini.

Namun, tidak seperti banyak orang yang merasa “cukup” berhenti di classic rock. Ia justru menantang telinganya sendiri yang makin menua.

“Sekarang ya (suka) hardcore, death metal, black metal. Bikin semangat kerja,” katanya.

Di usianya, sebagian besar orang berhenti mengikuti hal-hal baru. Namun, Bambang justru menolak berhenti. Ia menganggap musik keras bukan nostalgia masa muda, melainkan energi hidup. 

rock in solo.MOJOK.CO
Bambang Purwoko tengah menyaksikan Stillbirth, headliner hari pertama Rock in Solo 2025. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Itu sebabnya, malam itu ia memutuskan hadir di gelaran Rock in Solo. Namun, faktanya, Bambang tidak pernah absen datang ke event ini sejak gelaran pertamanya pada tahun 2004 di Stadion Manahan. Ia bahkan masih mengingat beberapa line-up yang pernah ditonton, meski–karena faktor usia–banyak juga yang terlupa.

Alhasil, berkat dedikasinya itulah panitia festival memberikan sesuatu yang tidak diberikan ke sembarang orang: lifetime freepass Rock In Solo. Ia menjadi penerima pertama pada 2023.

“Saya bebas masuk kalau mau nonton,” tawanya.

Iklan

Menabung dari hasil parkir untuk nonton Metallica

Melihatnya malam itu, dengan akses freepass, dengan penampilan eksentrik, orang bisa saja mengira ia orang “berada” atau bahkan musisi. Tapi kenyataannya sangat jauh dari itu.

Setiap hari, Bambang bekerja sebagai juru parkir di rumah makan Bakso Nyaman, Solo Baru. Sudah sekitar 20 tahun ia menjalani profesi itu. Pendapatan harian, menurut pengakuannya, sekitar Rp50 ribu sehari.

Dari penghasilan itulah ia menabung untuk menonton konser. Perlahan, tidak instan. Konser di Solo, bahkan Jakarta, ia datangi selama uangnya cukup.

“Kalau nggak cukup ya diusahakan,” tawanya lepas lagi.

rock in solo.MOJOK.CO
Demi membeli tiket konser band favoritnya, Bambang rela menabung selama berbulan-bulan. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Salah satu usaha yang paling ia ingat adalah konser Metallica di Jakarta pada 2013. Kepada saya, ia mengaku menyisihkan sebagian pendapatannya sebagai tukang parkir. Selama dua bulan ia menabung demi nonton band favoritnya.

“Saya mikir, kapan lagi lihat Metallica. Jadi ya harus berangkat,” katanya.

Konser lain yang ia ingat adalah Hammersonic 2015. Saat itu, raksasa groove metal Lamb of God tampil sebagai headliner. Ada juga Mayhem dan Terrorizer.

“Waktu itu saya laju sama anak-anak muda Solo. Naik kereta,” ucapnya, kembali dengan tawa yang ramah.

Kenal Jokowi saat masih gondrong

Di tengah percakapan kami, muncul nama yang menggelitik telinga: Jokowi. Ya, Bambang mengaku mengenal mantan orang nomor satu di Indonesia itu, bahkan sejak akhir 1980-an. 

Bahkan, kata dia, ketika itu Jokowi masih gondrong. 

“Kami sering kumpul karena sama-sama suka Metallica dan Megadeth.”

Bambang menyebut nama itu dengan santai. Tanpa menambahinya dengan sensasi, tanpa membesar-besarkan atau melebih-lebihkan. Hanya sebagai bagian dari sejarah kecil hidup seseorang yang kebetulan dilewati.

“Dulu sama-sama gondrong, sama-sama metal.”

Ketika saya iseng bertanya, lagu Metallica atau Megadeth mana yang disukai presiden RI ketujuh itu, Bambang tidak tahu secara pasti. Ketika saya memintanya menyanyikan sepenggal, ia hanya tertawa.

“Malu, saya nggak bisa nyanyi.”

Ketika saya kembali bertanya, “Anak sama cucunya ikut nonton Rock in Solo?”, Bambang diam sebentar kemudian kembali tertawa.

“Milih membujang sampai tua. Nggak nikah,” katanya.

Bambang mengatakan kalau anak-anak muda yang datang malam itu adalah anak dan cucu-cucunya. Keluarga yang terikat berkat selera musik yang sama. Apalagi, dengan datang ke konser musik metal, kata dia, dirinya merasa lebih muda. Tak pernah menua.

“Muda terus kalau dengar musik begini,” ujarnya. Dari kalimat inilah judul untuk tulisan ini akhirnya terbayang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by ROCK IN SOLO (@rockinsolofestival)

Di Rock in Solo bukan lagi Bambang, tapi Bamba666

Malam menunjukkan pukul 21.10 WIB. Stillbirth telah memainkan dari setengah setlist-nya. Lampu panggung berkali-kali mengarah ke penonton. Ribuan lampu ponsel juga menyala seperti lautan bintang. 

Saya menengok ke arah Bambang. Ia mengangkat tangan ke udara, membentuk devil horns, gestur paling ikonik di dunia metal. Tanpa rasa goyah, tanpa keraguan, seolah dunia tidak memintanya menjadi siapapun selain dirinya sendiri.

Saat Stillbirth menutup aksi dan penonton mulai meninggalkan area konser, saya menanyakan satu hal terakhir: “Besok datang lagi, Pak?”

Ia menjawab tanpa jeda, “Tentu. Tidak datang itu dosa.”

Jawaban itu membuat saya tersenyum. Karena di satu sisi itu terdengar ekstrem; tapi di sisi lain itulah cara ia mencintai hidup.

Di hari kedua Rock in Solo 2025, Minggu (23/11/2025), saya tak berkesempatan bertemu dia lagi. Namun, secara sekilas, saya melihat sosoknya dengan penampilan nyentrik di tengah kerumunan Belpeghor, raksasa black metal asal Austria.

Namun, saya gagal menjumpainya karena hujan keburu deras. Saya sibuk mengamankan barang-barang pribadi ke dalam jas hujan, sebelum akhirnya kehilangan sosoknya di tengah kerumunan.

Teman saya sempat nyeletuk, dan menyarankan saya menuliskan nama dia di artikel ini bukan sebagai “Bambang”, melainkan “Bamba666”. Agar kesannya black metal banget.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Pengalamanku Bertemu Jemaah Blekmetaliyah di Rock In Solo 2023 atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 24 November 2025 oleh

Tags: konsr musikmusik metalMusik Rockpilihan redaksirock in solorock in solo 2025tiket rock in solo
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

S2, sarjana nganggur MOJOK.CO

Curhatan Lulusan Sarjana Lanjut Kuliah S2 Modal FOMO yang Justru Berujung Kesulitan Mencari Kerja

26 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik MOJOK.CO

Dosen Penguji Bilang Tesis Saya Nggak Layak, Sejak Itu Saya Mengalami Trauma Akademik

26 Agustus 2026
Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap MOJOK.CO

Saya dan Istri Sama-sama Lulusan S2, tapi Sama-sama Tak Punya Pekerjaan Tetap

21 Agustus 2026
Shifana, pemain Timnas U-16 Indonesia dibayangi pemain Yordania, Alma Odai di pertandingan semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Indonesia menang dengan skor 3-0 di laga semifinal, Jumat (21/8).

Timnas Putri U-16 Indonesia Bungkam Yordania 3-0, Thailand Menanti di Final Srikandi Merdeka Cup

22 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 MOJOK.CO

Memaknai “LAKU” dalam Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026: Sejauh Mana Bermanfaat dalam Ekosistem Sastra

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.