Antrean di ticket box mengular. Gelombang para penikmat bulu tangkis terus berdatangan di Istora Senayan, Jakarta, sebagai tempat berlangsungnya Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Sabtu (24/1/2026), hari kelima Daihatsu Indonesia Masters 2026, menyuguhkan laga semi final. Ada enam wakil Indonesia yang dipastikan berlaga, antara lain:
- Sektor tunggal putra: Alwi Farhan
- Sektor ganda putra: Sabar Karyaman Gutama-Moh Reza Pahlevi Isfahani
- Sektor ganda putra: Raymond Indra-Nikolaus Joaquin
- Sektor ganda putri: Rachel Allessya Rose-Febi Setianingrum
- Sektor ganda putri: Apriyani Rahayu-Lanny Tria Mayasari
- Sektor ganda campuran: Jafar Hidayatullah-Felisha Alberta Nathanile Pasaribu

Para penikmat bulu tangkis jelas tidak mau ketinggalan untuk mendukung para wakil Indonesia yang tengah berjuang mengharumkan nama bangsa di Istora. Tak pelak jika hari ini suasana di tribun semakin bergemuruh, tampak penuh.
Di tengah semarak suasana Istora Senayan, Jakarta, saya tanpa sengaja bersua dengan Dafina (28), seorang perempuan asal Cikarang, Jawa Barat, di gate reguler. Ia datang bersama bapaknya yang tampak agak terpincang-pincang saat berjalan.
“Bapak senang, Pak?” Sepintas terdengar percakapan hangat antara Dafina dengan sang bapak. Sang bapak tersenyum semringah, sembari menepuk-nepukkan balon tepuk yang ia dapat secara gratis dari penyelenggara.
Ajak bapak pertama kali nonton bulu tangkis di Istora Senayan Jakarta
Sebenarnya Dafina tidak begitu mengikuti bulu tangkis. Ya hanya sekilas-sekilas. Beda cerita kalau drama Korea (drakor) atau drama China (drachin). Dengan bercanda, Dafina mengaku sebagai drakor and drachin enthusiast.
Namun, bapak Dafina beda soal. Bapak Dafina adalah penikmat bulu tangkis sejak muda. Hanya saja, kendati jarak Cikarang ke Istora Senayan, Jakarta, tidak terlalu jauh, sang bapak belum sempat sekali pun nonton langsung bulu tangkis di Istora hingga sekarang hampir berusia 60 tahun.
Dengan kata lain, gelaran Daihatsu Indonesia Masters 2026 ini menjadi kesempatan pertama kali bapak Dafina bisa merasakan langsung atmosfer Istora yang, konon, selalu memberi kesan magis, baik untuk para atlet yang bermain maupun pada setiap penonton di tribun.

Bapak yang kesepian usai ibu meninggal
Dafina adalah anak tunggal. Ibunya meninggal di tengah memburuknya situasi pandemi Covid-19 pada 2021 lalu.
Kematian sang ibu membuat kondisi bapak Dafina drop seiring waktu. Dari sosok ceria menjadi pendiam. “Ya gimana, misalnya nonton bulu tangkis di tv, biasanya kan sama ibu yang nemenin. Biarpun ibu juga nggak paham-paham amat,” ungkap Dafina.
Di penghujung 2023, bapak Dafina sempat jatuh stroke. Aktivitasnya hanya berkutat di pembaringan, rumah sakit, dan terapis tradisional.
Dafina pun harus membagi waktu antara kerja dengan merawat bapaknya. Kalau ia kerja (pagi-sore), ia biasanya akan menitipkan bapaknya ke saudara. Malam sampai paginya Dafina gantian menemani.
“Untungnya karena terapi rutin, jadi sekarang dikit-dikit udah bisa jalan,” kata Dafina.
Nazar ajak bapak nonton bulu tangkis di Istora Senayan
Bapak Dafina memang tidak pernah terus terang ingin nonton langsung bulu tangkis di Istora Senayan, Jakarta. Tapi dalam benak Dafina, pasti sang bapak akan semringah jika suatu kali diajak nonton langsung.
“Sebenarnya pikiran pengin ngajak bapak nonton langsung udah lama. Sebelum beliau sakit. Tapi masa-masa itu aku kan belum dapat kerjaan sattle. Pas udah dapat kerjaan, bapak malah sakit,” beber Dafina.

Oleh karena itu, Dafina punya nazar, kalau bapaknya sudah pulih (dalam arti sudah bisa beraktivitas jauh dari rumah), maka ia akan mengajaknya nonton langsung bulu tangkis di Istora Senayan, Jakarta.
Sebenarnya Dafina ingin mengajak sang bapak nonton gelaran Indonesia Open 2025. Akan tetapi, Dafina masih belum yakin dengan kondisi sang bapak. Baru pada Daihatsu Indonesia Masters 2026 inilah, setelah sang bapak bisa berjalan lebih baik (walaupun masih agak terpincang-pincang), Dafina akhirnya bisa membawa sang bapak untuk pertama kalinya merasakan langsung atmosfer Istora sebagai salah gelanggang bulu tangkis dunia.
Akhir pekan indah di pusat Jakarta
Dafina sengaja hanya berangkat berdua dengan bapaknya. Tidak mengajak saudara atau teman. Karena ia ingin menikmati momen berdua dengan bapak. Apalagi itu menjadi momen pertama kali bapak masuk di venue utama Istora.
“Kalau sekadar lewat mah bapak udah beberapa kali. Kalau masuk buat nonton bulu tangkis langsung di tribun kan belum,” kata Dafina.

Sejak dari pintu masuk kompleks Istora Senayan, Jakarta, Dafina menangkap wajah sang bapak berseri. Bibirnya menyunggingkan senyum. Matanya terlihat berbinar. Bapak Dafina memang tidak banyak bicara. Tapi Dafina tahu hati sang bapak tengah berbunga.
Bagi Dafina, ini menjadi akhir pekan yang sangat indah, meski cuaca di Jabodetabek tak begitu cerah.
Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














