Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Ngopi di Jalan Ahmad Yani Nganjuk “Setor Nyawa”, Risiko Bonyok akibat Bentrok Rutinan Oknum PSHT vs Pagar Nusa

Muhammad Ridhoi oleh Muhammad Ridhoi
2 Agustus 2024
A A
psht, demo.MOJOK.CO

Ilustrasi - Memahami Isi Hati Warga PSHT, Ingin Ikut Demo Melawan Rezim tapi Dilema (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ingin ada pengawasan dari pihak kepolisian

Dandi menuturkan, bentrokan kerap terjadi di Jalan Ahmad Yani, Nganjuk, karena tidak ada polisi yang berjaga di atas jam sebelas malam.

“Paling cuma polisi yang patroli naik mobil, kalau yang berjaga di sepanjang Jalan A. Yani setahuku nggak ada,” beber Dandi.

Iklan

Dari yang Dandi tahu dari beberapa orang, sebenarnya sudah ada intelijen polisi yang berjaga dengan menyamar sebagai pengunjung di salah satu angkringan. Biasanya, mereka menampakkan diri jika sudah ada tanda-tanda bentrokan akan terjadi.

Namun, Dandi berharap ada polisi (non intelijen) yang selalu berjaga di sekitaran Jalan Ahmad Yani. Karena dengan melihat seseorang berseragam polisi (atau paling tidak Satpol PP), siapa tahu para oknum pesilat (dari PSHT dan Pagar Nusa) yang hendak bentrok kemudian urung karena jiper lebih dulu.

Sementara yang Dandi alami malah terbilang agak menggelitik. Sebab, alih-alih siaga untuk mengantisipasi bentrokan, Satpol PP yang bertugas justru menegur Dandi agar tidak berjualan di sekitaran Jalan Ahmad Yani, Nganjuk, demi terhindar dari bentrokan.

“Tapi aku memilih untuk tetap berjualan. Karena ya mau gimana lagi, buat kebutuhan hidup, beli rokok, uang dari mana?,” tandasnya.

Dandi berharap betul bentrokan antar pesilat–khususnya PSHT vs Pagar Nusa–di Nganjuk bisa mereda sama sekali. Agar ia bisa jualan dengan tenang. Agar rupiah yang ia dapat bisa banyak. Karena angkringan itulah sumber penghidupan Dandi. Setidaknya sampai nanti ia bisa mendapatkan pekerjaan lain.

Di sisi lain, pihak Kepolisian Nganjuk sebenarnya tidak tinggal diam: mencoba menuntaskan masalah dari akarnya. Misalnya pada 2023 lalu, Polres Nganjuk tengah giat-giatnya menggalakkan program SOKO GURU (Sowan dan Komunikasi dengan Tokoh Perguruan Silat).

Program tersebut menggandeng guru silat dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas di Nganjuk yang kerap jadi arena bentrok antarperguruan silat. Hanya saja, memang butuh kedewasaan dari para pesilat tersebut agar konflik atas nama gengsi dan fanatisme tersebut berakhir.

Penulis: Muhammad Ridhoi
Editor: Muchamad Aly Reza

Liputan ini diproduksi oleh mahasiswa Program Kompetisi Kampus Merdeka-Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PKKM-MBKM) Unair Surabaya di Mojok periode Juli-September 2024.

BACA JUGA: Perguruan Silat Kerap “Buru-buru” Angkat Bocah SMP Jadi Guru alias Warga, Mental Belum Matang Alhasil Jadi Tukang Onar

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 2 Agustus 2024 oleh

Tags: a yani nganjukahmad yani nganjukangkringannganjukpagar nusaperguruan silatPSHTsilatwarung kopi nganjuk
Muhammad Ridhoi

Muhammad Ridhoi

Artikel Terkait

Cerita Lola Nadiya Putri, peserta Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 yang mengangkat persoalan crab mentality yang menghambat perempuan desa di Nganjuk untuk tumbuh dan maju MOJOK.CO
Eksplor

Ironi Perempuan di Desa: Dihambat Tumbuh dan Maju karena Crab Mentality

4 Juli 2026
Angkringan di Stasiun Lempuyangan Jogja jadi tempat meleram kegelisahan MOJOK.CO
Catatan

Angkringan Lempuyangan Jogja Berisi Rindu, Kegagalan, dan Beban Finansial Para Pejuang Perantauan

22 Juni 2026
Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO
Sosok

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.