Daihatsu Indonesia Masters 2026 yang berlangsung di Istora Senayan memberi dua kebahagiaan bagi para pejuang keluarga seperti driver ojek online (ojol) di Jakarta. Itu diakui oleh dua ojol yang saya temui pada hari pertama gelaran bulu tangkis berskala internasional tersebut, Selasa (20/1/2026).
***
Lewat tengah hari, mulai banyak penonton–dari beragam usia dan gender–berdatangan di kompleks Istora Senayan, Jakarta, venue Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Titik-titik food court yang tersedia tampak ramai dikunjungi. Begitu juga di area depan pintu masuk. Mereka tampak sibuk berfoto di spot-spot foto yang terpajang di beberapa sudut, sebelum melenggang menuju venue utama.
Melipir ke bagian luar, saya mendapati lalu-lalang ojol Jakarta yang rapat sekali. Bukan hanya sekadar melintas, tapi mengantar-turunkan pengunjung di pintu masuk kompleks Istora Senayan.
Para pengunjung yang turun dari motor, setelah menyelesaikan proses transaksi, langsung menyalakan ponsel. Mereka lalu tampak mengambil beberapa jepret foto berlatar belakangan tulisan “Daihatsu Indonesia Masters 2026”.
Nah, beberapa driver ojol yang baru saja menurunkan penumpang tak mau kalah. Tampak turut menyalakan ponsel, lalu menjepret, sebelum lanjut mengambil orderan baru.

Jadi kabar baik bagi driver ojol Jakarta sejak jauh-jauh hari
Suratno (38), seorang driver ojol Jakarta yang saya temui di area luar, mengaku sudah mendengar kabar dihelatnya Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan sejak jauh hari.
Itu menjadi kabar baik bagi driver ojol pejuang keluarga sepertinya. Sebab, menurut Suratno, setiap ada event pasti lalu lintas orderan di aplikasinya menjadi lebih banter ketimbang hari-hari biasa.
“Ibarat gini ye, kalau habis nganter ke sini, terus ambil satu orderan ke tujuan lain, abis itu bisa dapet lagi ke venue event,” ungkap Suratno.
Oleh karena itu, sejak pukul 10.00 WIB tadi, setelah mengambil orderan pagi dari para pekerja di Jakarta, driver ojol itu kemudian mulai mengambil orderan menuju Istora Senayan.
Saat saya temui, ia mengaku sudah tiga kali mengantar penumpang ke Istora Senayan. Rata-rata dengan biaya perjalanan sebesar Rp25 ribuan.
“Emang begini, kalau ojol kan banyak nih yang antar-jemput ke sini juga. Tapi seenggaknya kalau ada event seperti ini, kita dapet uangnya lebih cepet. Apalagi ini nanti kan seminggu event bulu tangkisnya, dari pagi nyampe malem juga kan,” sambung Suratno.
Sedih tak bisa nonton bulu tangkis di Istora Senayan, tapi bersyukur “kecipratan”
Cerita serupa diungkapkan oleh Dianwati (40), seorang driver ojol ibu-ibu. Baginya, setiap ada event di Jakarta, orderan yang masuk mesti melonjak. Itu menjadi berkah tersendiri bagi pejuang keluarga sepertinya.
Meski kadang hanya tipis, sebuah event tetap memberi kenaikan pendapatan dari rata-rata bersih yang didapat Dianwati di hari-hari biasa. Termasuk Daihatsu Indonesia Masters 2026.
Setelah mengantar penumpang selepas Zuhur, ia sempat berhenti sejenak di pinggiran jalan depan Istora Senayan. Lalu ia dapat orderan. Tak lama berselang, ia dapat lagi orderan ke Istora.
“Sebenernya juga pengin gitu nonton di Istora. Kalau dari tv kan kayak seru gitu ya, Mas. Apalagi anak saya suka ama bulu tangkis,” ungkap Dianwati. “Jadi pengin lah sesekali bisa nonton langsung. Tapi ya gimana, keadaan, harus sibuk cari duit.”
Namun, bagaimanapun ia tetap bersyukur. Meski tidak bisa menikmati bulu tangkis dari tribun Istora Senayan secara langsung, tapi ibu-ibu driver ojol Jakarta itu tetap kecipratan kebahagiaan: orderan demi orderan dari para pengunjung.
Kebahagiaan lain dari driver ojol Jakarta
Kebahagiaan Suratno dan Dianwati pun bukan semata perkara orderan yang makin kenceng. Tapi juga pada apa yang ditunjukkan para atlet Indonesia yang berjuang di Daihatsu Indonesia Masters 2026.
“Saya penggemar bola dan bulu tangkis. Tapi bola kan begitu ye. Tahu sendiri lah. Prestasi membanggakan seringnye dateng dari bulu tangkis,” ungkap Suratno.
Maka, ia akan sangat bahagia kalau para atlet wakil Indonesia bisa bicara banyak di Indonesia Masters 2026. Meski sibuk narik orderan, tapi Suratno ternyata mencoba tak mau ketinggalan dari gelaran bulu tangkis internasional itu. Sesekali lihat update berita yang memberitakan perjalanan para atlet Indonesia.
Sama halnya dengan Dianwati. Ia bilang, anaknya (usia SMA) pasti akan mantengin televisi di rumah jika atlet Indonesia main.
Jika atlet bulu tangkis Indonesia bisa menorehkan prestasi di Daihatsu Indonesia Masters 2026, tentu saja ada lapis-lapis kebahagiaan yang turut Dianwati rasakan. Bahagia karena Indonesia berprestasi, bahagia karena melihat anaknya girang di hadapan televisi.
Saat laporan ini ditulis, sejumlah atlet bulu tangkis Indonesia memastikan diri lolos dari babak kualifikasi Daihatsu Indonesia Masters 2026. Di antaranya:
- Pasangan ganda putra Ali Faathir Rayhan-Devin Artha Wahyudi usai menumbangkan pasangan Prancis Lucas Renoir-Mael Cattoen dengan skor 1-2.
- Pasangan ganda putra Raymond Indra-Nikolaus Joaquin usai mengalahkan pasangan Prancis Eloi Adam-Leo Rossi
- Tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting usai menumbangkan atlet Thailand, Kantaphon Wangcharoen, dengan skor 0-2. (Update selengkapnya bisa dipantau di link live score BWF).
Jika para atlet itu akan melaju jauh, kebahagiaan yang turut dirasakan Suratno dan Dianwati–sebagai warga Indonesia sekaligus penikmat bulu tangkis–tentu saja bertambah besar.
Pesta rakyat di Istora Senayan untuk umum, bukan hanya buat penikmat bulu tangkis
Tidak semua yang datang di Istora Senayan hari ini khusus untuk menonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 sejak hari pertama. Toh gelaran bulu tangkis internasional ini masih akan berlangsung hingga Minggu (25/1/2026). Apalagi hari ini memang baru babak kualifikasi.
Beberapa orang mengaku cenderung membeli tiket saat sudah memasuki hari-hari puncak nanti. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa menikmati kompleks Istora Senayan, Jakarta yang dipenuhi berbagai booth menarik. Terutama food court yang luas dengan suguhan beragam kuliner.
Sehari sebelumnya, Senin (19/1/2026), Ketua Panitia Daihatsu Indonesia Masters 2026, Achmad Budiharto, sudah menegaskan bahwa konsep gelaran tahun ini adalah “pesta rakyat”. Pengunjung tanpa tiket pun bisa menikmati suasana di kompleks Istora Senayan.
“Publik umum bisa menikmati apa yang kami sediakan. Bisa menikmati kuliner tanpa takut hujan karena kami set di area tertutup,” jelas Budiharto saat ditemui selepas jumpa pers.
Tapi memang ada batasan yang harus diperhatikan pengunjung tanpa tiket. Mereka tidak bisa mengakses titik-titik vital seperti venue utama, ruang atlet, hingga media center.
“Kami harapannya memang bulu tangkis menjadi pesta rakyat yang membanggakan sekaligus membahagiakan. Membanggakan dari segi prestasi, gelarannya juga bisa membuat publik bahagia,” tekan Budiharto.
Tak pelak jika sejak hari pertama, meski baru kualifikasi, sudah banyak pengunjung berdatangan. Tidak semua ingin langsung nonton, tapi sekadar ingin menikmati sebuah pekan olahraga yang disetting menjadi sebuah pesta terbuka untuk rakyat.
Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan