Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Keluar Stasiun Lempuyangan Langsung Disuguhi Ketimpangan Hidup Warga Jogja

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
3 Maret 2025
A A
Ketimpangan ojek pengkolan dan ojek online (ojol) di Stasiun Lempuyangan Jogja MOJOK.CO

Ilustrasi - Ketimpangan ojek pengkolan dan ojek online (ojol) di Stasiun Lempuyangan Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Entah kenapa, ada harapan yang tersisa

“Kenapa nggak beralih aja ke ojol sekalian?”.

Itu adalah pertanyaan yang sudah jamak terlontar merespons kalah saingnya ojek pengkolan dengan ojol. Jawabannya pun sudah banyak didengar pula: rata-rata tukang ojek pengkolan adalah orang-orang tua yang gagap teknologi (gaptek). Tidak membidangi pekerjaan lain pula.

Alhasil, mereka tetap bertahan dengan profesi sebagai tukang ojek pengkolan. Meski dalam sehari, untuk dapat satu penumpang saja ngoyonya minta ampun.

“Mangkal di Stasiun Lempuyangan ya sejak pagi, Mas. Sampai malam lah. Kadang masih dapat satu-dua penumpang. Tapi nggak dapat sama sekali juga sering,” terang tukang ojek pengkolan yang lain, Winarto (56).

Menanti penumpang di Stasiun Lempuyangan Jogja MOJOK.CO
Menanti penumpang di Stasiun Lempuyangan Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Setiap kali ada kereta tiba, lalu para penumpang tampak berhambur keluar, Winarto akan langsung bergegas berdiri di depan gerbang. Menawarkan jasanya.

Tapi setelah semua orang berlalu tanpa satu pun tertarik pada jasanya, wajahnya tampak pias. Matanya hanya menatap kosong pintu kedatangan penumpang.

“Entah kenapa masih punya harapan. Kalau ada penumpang, pasti ada yang bakal nyantol,” kata Winarto.

Winarto menjadi tukang ojek sejak 1990-an. Dulu dia membayangkan bakal hidup cukup dari profesi ini. Dia tidak pernah memprediksi bahwa teknologi akan terus berkembang hingga memunculkan transportasi online. Perkembangan yang membuatnya kini hidup di ambang keputusasaan dan sisa-sisa harapan.

Tukang parkir di Stasiun Lempuyangan Jogja masih Berjaya

Jika tukang ojek pengkolan dan taksi konvensional hanya mengais sisa-sisa harapan, beda cerita dengan tukang parkir di pintu kedatangan Stasiun Lempuyangan, Jogja.

Saya sempat mendekati seorang tukang parkir yang tampak sangat sibuk. Parkiran Stasiun Lempuyangan, Jogja, petang itu memang teramat padat.

Saking sibuknya, sulit betul mengajaknya bicara. Baru saya dekati, ada orang masuk memarkir motor. Setelahnya, membantu mengeluarkan motor yang terparkir sekaligus menyeberangkannya di tengah padatanya lalu-lalang kendaraan di depan Stasiun Lempuyangan, Jogja.

“Mayoran kowe (pesta (uang) kamu),” gojlok Winarto pada si tukang parkir.

“Ora yo, mek rong ewu iki,  loh (Nggak ya, cuma dua ribu ini, loh),” jawab si tukang parkir.

“Rong ewu ping motor pira kuwi. Padakke kene, golek rong ewu angele ra karuan (Dua ribu dikali motor berapa itu. Sementara kami (ojek pengkolan), cari uang dua ribu aja susahnya nggak karuan),” timpal Winarto.

Iklan
Menanti penumpang di Stasiun Lempuyangan Jogja MOJOK.CO
Menanti penumpang di Stasiun Lempuyangan Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Percakapan dua orang itu tersaji di hadapan saya. Tapi saya masih gagal mengajak bicara si tukang parkir. Dia kembali sibuk mengatur kendaraan, sembari meniup sempritan yang terselip di bibirnya.

Sementara Winarto, juga tukang ojek pengkolan lain di Stasiun Lempuyangan, kembali berdiri mematung di tengah ingar-bingar penumpang yang masih berdatangan.

Energi mereka seperti sudah habis untuk menawarkan jasa mereka. Mereka seperti sudah hafal dengan jawaban penumpang atas jasa ojek yang mereka tawarkan. Jawaban yang berisi penolakan.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Drama Kesialan di Stasiun Lempuyangan: HP “Hilang” hingga Harus Minta Maaf pada Satpam atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2025 oleh

Tags: Jogjaojol jogjastasiun jogjaStasiun Lempuyangan
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026
Sri Sultan HB X tegaskan: penataan kawasan pedestrian Malioboro bukan berarti apa-apa tidak boleh MOJOK.CO

Sri Sultan HB X: Malioboro Full Pedestrian Bukan Tutup Total Akses Kendaraan, Tapi Penataan agar Tidak Crowded

24 Juli 2026
Mahasiswa KKN di desa

Serba Salah KKN di Desa: Terlalu Pendiam Dianggap Nggak Guna, Banyak Omong Dicap Sok Tahu

24 Juli 2026
Buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" jadi ikhtiar mencatat risalah panjang kompleks Kedaton Ambarrukmo Yogyakarta melintasi 5 zaman MOJOK.CO

Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar

23 Juli 2026
Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif MOJOK.CO

Sudah Berani Menyapa Teman-temannya, Murid ABK Malah Dianggap Tak Ada meski Berada di Sekolah Inklusif

21 Juli 2026
Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.