Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kerja di Layanan Psikologi Jogja Bukannya Sehat Mental malah Batin Terguncang, Kerja Rumit Gaji Sulit hingga Eksploitasi Berkedok Kekeluargaan

Rizky Fajar Nur Azis oleh Rizky Fajar Nur Azis
21 Maret 2025
A A
Jadi asisten psikolog di layanan psikologi Jogja, bukannya mental sehat malah batin tersiksa MOJOK.CO

Ilustrasi - Jadi asisten psikolog di layanan psikologi Jogja, bukannya mental sehat malah batin tersiksa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kedok kekeluargaan yang bikin tak nyaman

Seiring waktu, asisten psikolog itu semakin merasa salah tempat kerja. Tidak hanya gaji sulit tapi kerja rumit, Bulan juga muak dengan kultur kekeluargaan di kantor layanan psikologi Jogja tersebut.

“Setiap paket layanan konsultasi itu kan berbeda-beda tingkat kesulitannya. Sialnya, hanya karena aku pandai, layanan konsultasi yang sulit kerap kali dilempar ke aku, hanya karena aku harus memaklumi asisten psikolog yang lain,” ucap Bulan.

Iklan

“Masalahnya, tiap asisten itu sudah mendapatkan jatah ngurus layanan konsultasi. Tapi kata supervisornya asisten yang lebih jago harus siap backup karena keluarga harus saling men-support, katanya.”

Dampak yang Bulan rasakan itu seolah-olah kehidupannya hanya untuk bakcup asisten dan kantor. Pasalnya, satu layanan konsultasi saja paling cepat dikerjakan tiga hari.

Bayangkan saja, jika dalam dua hari mem-backup dua sampai tiga layanan konsultasi, betapa menguras energi hal tersebut. Itu pun masih harus berkejaran dengan jadwal klien dengan psikolognya.

Kehidupan pribadi yang dikorek-korek kala jadi asisten psikolog di layanan psikologi Jogja

Lebih-lebih lagi, supervisornya juga sering menyuruh para asisten untuk menceritakan kehidupan pribadinya. Seperti masalah keluarga, hubungan, atau sesimpel izin tukar shift pun akan tetap dikorek-korek apa persoalan pribadi di baliknya sehingga harus tukar shift.

“Aku tuh jadi merasa berhutang cerita gitu, loh. Tiap saat ditanya, dan kalau tidak dijawab, akan ditanya lagi ketika evaluasi,” ungkap Bulan.

Bulan mengaku tidak suka menceritakan kehidupan pribadinya, meskipun pekerjaan yang ia lakoni adalah mendengarkan cerita orang.

“Aku tuh ingin kehidupannya privat, bukan jadi konsumsi. Kan kalau memang aku mau cerita, aku akan cerita sendiri tanpa perlu diburu dengan seribu pertanyaan mengenai hidupku. Kecuali aku membuat kekacauan di kantor, oke lah,” gerutunya dengan raut wajah menyimpan amarah.

Pusing hadapi psikolog yang moodswing

Tidak hanya sampai di situ, Bulan juga diwanti-wanti harus melihat mood para psikolog sebelum berbincang mengenai laporan.

“Sekarang gini, tiap psikolog kalau udah melayani klien kan harus update hasil penanganannya ke asisten. Lah kalau dia moodswing gimana aku bisa follow up. Ngeselinnya, hal tersebut dinormalisasi oleh supervisor,” ungkap Bulan.

Belum lagi, Bulan mengaku kerap kesulitan menghubungi psikolog untuk mengatur hotline konseling antara psikolog dengan klien. Jika sudah begitu, akan ada potensi telat dalam proses konseling dengan klien. Ujungnya, Bulan akan kena marah oleh si supervisor.

Persoalan hotline bahkan sampai mengganggu quality time Bulan dengan keluarganya. Karena Bulan harus selalu fast response. 

Sialnya, gaji yang Bulan terima dari piket hotline pun tidak sebanding dengan segala kerunyaman tersebut. Perduaminggu, ia hanya dibayar senilai Rp100.000. 

Iklan

Resign, diperingatkan tidak boleh cantumkan pengalaman kerja di CV

Kesabaran Bulan akhirnya habis juga. Belum selesai enam bulan masa kontraknya di layanan psikologi Jogja itu, pada bulan terakhir sebelum kontrak habis, Bulan memilih resign.

“Aku udah muak, akhirnya sembari menjadi asisten psikolog itu aku sambil nyari-nyari loker HR di perusahaan swasta Jogja,” ucap Bulan. Untungnya, buka keterima kerja di sana.

Karena Bulan resign sebelum beres masa kontrak, ketika pertemuan dalam rangka pamitan, Bulan justru menerima perlakuan sinis dari rekan-rekan kerjanya. Tak hanya itu, ia juga diperingatkan tidak boleh memasukkan pengalaman kerja sebagai asisten psikolog di layanan psikologi Jogja itu di CV-nya.

“Aku diminta harus bikin surat pernyataan kalau aku nggak bakal nyantumin (pengalaman kerja itu) di CV. Pakai materai lagi! Tapi ya udah, bodo amat, yang penting aku keluar,” ucap Bulan dengan nada kesal mengingat kejadian itu.

Kini, Bulan telah bekerja menjadi HR di sebuah perusahaan swasta yang ia incar. Bagi Bulan, kultur kerja di kantornya sekarang cenderung lebih kompetitif dan individualistik. Tapi, itu jauh lebih baik ketimbang pakai dalih kekeluargaan untuk mengeksploitasi orang. Toh gajinya juga lebih baik ketimbang tempat kerjanya sebelumnya.

Penulis: Rizky Benang
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: ‘Saya live TikTok sampai pagi, cuma digaji Rp500 ribu sebulan’ – Curhatan Buruh Jogja yang Berhasil Keluar dari Tempat Kerja Toksik atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2025 oleh

Tags: biaya ke psikologJogjalayanan psikologi jogjapsikolog jogja
Rizky Fajar Nur Azis

Rizky Fajar Nur Azis

Turun ke bumi untuk bersenda gurau.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO

Standard Ganda: Orang Kota Sok Lebih Berkelas, Padahal di Mata Orang Desa Sama Noraknya

21 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.