Nekat Kerja di Bali Membuat Sadar, Biaya Hidup di Jogja Terlalu Mahal untuk Gaji yang Memprihatinkan

kerja di bali lebih enak dari jogja.MOJOK.CO

Hidup 2 bulan di Bali jadi sadar hidup di Jogja begitu semrawut

Datang ke Bali seorang diri, tanpa teman dan kenalan, Daus merasa tetap nyaman dengan lingkungan barunya. Bali membuatnya merasa kerasan. Jika kontrak kerjanya berjalan lancar ia berniat untuk bisa lama mencari penghidupan di tempat yang sama.

Bahkan ia mengaku dengan tinggal di Bali bisa merasakan betapa susahnya hidup di Jogja. Baik dari segi upah kerja, biaya hidup, hingga tata kota.

“Di Bali 2 bulan saja aku jadi sadar betapa konyolnya Jogja. UMR rendah, ongkos hidup tinggi. Di sini saja aku kemarin bisa dapat gaji Rp3,8 juta. Bisa makan sate babi enak harganya cuma Rp15 ribu,” kelakarnya.

Tentunya itu hanya pandangan dari salah satu pekerja di Bali yang pernah merasakan lama kuliah di Jogja. Setiap orang punya keunikan kisahnya tersendiri mengenai suatu wilayah.

Selain Daus, saya mendengarkan pemaparan dari seorang pekerja di Bali bernama Fajar Ardiansyah. Lewat akun YouTube miliknya, Fajar bercerita bahwa Bali memberikan kesan berbeda dibanding tempat kerjanya dulu di Malang, Surabaya, hingga Jakarta.

Salah satu keunikannya memang soal pentingnya bahasa Inggris. Apalagi bagi orang seperti Fajar yang tinggalnya di Canggu, daerah penuh turis dan ekspatriat.

“Kemampuan berbahasa Inggris penting banget di Bali. Sekarang kasir minimarket saja harus bisa karena banyak customer turis. Bahkan, tukang tambal ban pun perlu bisa,” terangnya.

Tentunya, Bali punya sisi menarik dan juga sisi yang mungkin tak cocok bagi sebagian orang. Satu hal yang jelas, soal wisata Pulau Dewata tak perlu diragukan kemasyhurannya.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Mahasiswa Tua Salah Sangka Wisuda Bareng Teman Seangkatan di UIN Jogja, Sini Sarjana Ternyata Dia Lulus S2

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 20 Maret 2024 oleh

Exit mobile version