Dusun Mlangi Jogja, Meski Berjuluk Kampung Santri tapi Warganya Malah Lebih Pilih Mondok di Luar

Salat Tarawih Tengah Malam di Masjid Gedhe Kauman Jogja MOJOK.CO

Tak harus nyantri untuk jadi santri

Lebih lanjut, menurut Jamal, identitas Kampung Santri tidak melulu soal seberapa banyak pondok pesantren di Dusun Mlangi atau seberapa besar jumlah anak-anak yang nyantri di luar daerah.

Akan tetapi lebih kepada bagaimana orang-orang di Dusun Mlangi berperilaku selayaknya seorang santri meskipun tak pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Bagi Jamal, akhlak santri sudah secara otomatis mendarah daging pada orang-orang di Dusun Mlangi, Jogja.

Dari hal yang paling sepele, yakni persoalan sarung. Orang-orang di Dusun Mlangi dalam beraktivitas sehari-hari lebih suka pakai sarung. Baik orang tua atau bocah-bocah kecilnya.

Menelusuri Kampung Santri Mlangi Jogja MOJOK.CO
Jemaah berduyun-duyun ke Masjid Pathok Negara, Mlangi, Sleman, Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Dan yang paling utama, bagi Jamal, orang-orang Dusun Mlangi paling rajin kalau menyangkut acara-acara keagamaan di masjid.

“Meskipun bukan santri, tapi banyak anak-anak muda sini yang aktif banget kalau soal ngurip-urip masjid. Jadi memang nggak nyantri, tapi sehari-hari berakhlak santri,” ucap Jamal.

Reporter: Muchamad Aly Reza
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Sisi Mengejutkan Dusun Mlangi Jogja: Tak Ada Jemaah Perempuan hingga “Syarat Khusus” jika Menikah dengan Orang Luar Daerah

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 15 Maret 2024 oleh .

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.