Terjerat Pinjol untuk Puaskan Hasrat Foya-Foya, Terpaksa Jual Emas Ibu dan Gadaikan SK ASN hingga Nyaris Bunuh Diri karena Mumet Lunasi Tagihan

Dokter Gigi Muda Terjerat Pinjol untuk Foya-Foya MOJOK.CO

Berjuang menghadapi tagihan pinjol

Shara harus menghadapi penghujung tahun 2023 dengan tagihan pinjol yang membludak. Pasalnya, ia mengajukan pinjol di banyak aplikasi.

“Mereka menelepon dan chat di WhatsApp saya. Beberapa ada yang mengancam dengan makian kasar, sumpah serapah. Namun, penghasilan saya bahkan tidak mampu menutupi semua cicilan utang saya itu,” keluh Shara.

Demi melunasi utang-utangnya di pinjol, Shara kemudian berpindah kerja menjadi dokter gigi di sebuah klinik dengan tawaran gaji yang lebih besar. Ia bersiasat menceritakan kondisi yang ia alami kepada si pemilik klinik. Akhirnya keluarlah kesepakatan bahwa pihak klinik akan membantu Shara melunasi utang-utangnya di pinjol melalui skema potong gaji 50 persen setiap bulan.

Akan tetapi, banyaknya utang-utang Shara di pinjol tak serta merta bisa lunas begitu saja. Ia makin frustrasi. Beruntung, ia memiliki adik yang sangat peduli dan bersedia membantu.

“Adik bungsu saya mengirim semua tabungannya dan menjual beberapa perhiasan emas dari almarhum ibu kami. Beberapa bulan pun saya selamat dari tagihan itu dan masih mampu membayar cicilan tepat waktu,” ujar dokter gigi asal Makassar itu.

“Namun, saya malah mengalami depresi. Saya merasa sangat menjadi beban bagi adikku,” sambung Shara.

Dokter gigi yang ingin bunuh diri

Shara sempat berpikir, jika semua utang-utangnya di pinjol lunas, ia akan mengakhiri hidupnya. Ia sudah tak mau lagi menjadi beban bagi adiknya dengan kondisinya tersebut.

“Tapi kata Psikiater itu egois. Karena saya tidak memikirkan perasaan adik saya. Padahal ia telah mengorbankan semua tabungannya demi bisa membantuku membayar cicilan paylater dan pinjol saya,” tutur Shara.

Lebih-lebih, ada satu syarat yang diajukan sang adik sebelum akhirnya membantu Shara untuk melunasi utang-utangnya di pinjol. Yakni Shara harus rutin berobat agar benar-benar sembuh.

Oleh karena itu, Shara pun urung mengakhiri hidup. Ia ingin membalas pengorbanan sang adik dengan terus berupaya sembuh dari Bipolar yang ia idap selama bertahun-tahun.

”Sampai saat ini, setiap bulan saya masih kontrol rutin ke Psikiater,” ucap Shara.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Teganya Mahasiswa KIP Kuliah di Kampus Surabaya, Setelah Bisa Hidup Hedon Malah Telantarkan Bapak Ibu yang Miskin, Balas Dendam karena Dulu Minta Apa-Apa Tak Pernah Dituruti

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2024 oleh

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.