Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
22 Januari 2026
A A
Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026.MOJOK.CO

Ilustrasi - Berkah di Balik Hujan Lebat di Istora Senayan, Tukang Ojek Payung Ketiban Rezeki Event Indonesia Masters 2026 (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hujan lebat yang seharian mengguyur Jakarta, buat sebagian orang ternyata menjadi berkah tersendiri. Selain tak menurunkan animo penonton Indonesia Masters 2026, ia menjadi ladang rezeki dadakan dalam bentuk ojek payung.

*** 

Gemuruh itu terasa nyata, menggetarkan lantai hingga ke kursi tribun tempat saya duduk. Di dalam arena Istora Senayan, ribuan pasang mata sedang tertuju ke lapangan. Teriakan “Eaa… eaa… huuu!” khas pecinta bulu tangkis Tanah Air menggema, menandakan reli panjang sedang terjadi. 

Hari ini, Kamis (22/1/2026), turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2026 telah memasuki babak yang krusial. Atmosfer di dalam begitu panas, penuh dengan sorakan penonton yang menyaksikan para atlet bertanding memperebutkan tiket ke babak selanjutnya.

Kebetulan, yang saya saksikan adalah pertandingan antara pasangan tuan rumah, Raymond-Joaquin, melawan wakil Taiwan Lee-Yang. Dukungan tanpa henti yang diberikan fans berhasil bikin mereka memenangkan laga dengan dramatis: 14-21, 21-18, 24-22

Setelah pertandingan selesai, saya memutuskan untuk melipir keluar, berniat mencari gerai makanan atau sekadar berdiri di area terbuka. Akan tetapi, niat itu seketika terhalang begitu saya mencapai pintu keluar gedung. 

ojek payung, indonesia masters 2026.MOJOK.CO
Penonton rela berbondong datang ke Indonesia Masters 2026 meski kondisi hujan deras. Mereka menggunakan jasa ojek payung. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Pemandangan di luar sangat kontras dengan panasnya persaingan di dalam arena. Hujan deras mengguyur kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, tanpa ampun. Sejak pagi, hujan deras memang turun di ibu kota. Sempat reda, tapi kembali turun dengan intensitas yang tak kalah deras.

Saya berdiri terpaku di bibir pintu masuk, memandangi genangan air yang mulai terbentuk. Niat untuk berjalan ke area food court pun terpaksa saya urungkan. Tanpa payung atau jas hujan, melangkah keluar sama saja dengan mandi di siang bolong.

Animo tetap tinggi, penonton terobos derasnya hujan

Di tengah kebingungan itu, mata saya menangkap sebuah fenomena menarik. Hujan lebat yang mengguyur Jakarta siang itu, ternyata memiliki dua sisi cerita yang unik. 

Pertama, cuaca buruk ini sama sekali tidak menyurutkan animo penonton. Dari tempat saya berdiri, saya masih bisa melihat antrean di ticket box yang tetap mengular, meski mungkin tidak sepanjang saat hari cerah. 

Penonton datang silih berganti memasuki gedung Istora. Ada yang datang dengan kondisi basah kuyup, ada yang mengenakan jas hujan plastik berwarna-warni, dan ada pula yang berlari kecil di bawah naungan payung.

Poin terakhir itulah yang menarik perhatian saya. Ya, payung-payung itu. Setelah saya amati lebih jeli, banyak penonton yang turun dari mobil atau ojek online tidak membawa payung sendiri. Mereka disambut oleh orang-orang yang dengan sigap memayungi mereka dari titik penurunan hingga ke bibir pintu masuk.

ojek payung, indonesia masters 2026.MOJOK.CO
Cuaca buruk tidak menyurutkan animo penonton Indonesia Masters 2026. Penonton tetap datang silih berganti memasuki gedung Istora, menggunakan jasa ojek payung. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Rasa penasaran mendorong saya untuk menahan salah satu penyedia jasa payung tersebut yang sedang beristirahat sejenak di dekat pilar gedung, sambil memeras ujung celananya yang basah. 

Ternyata, dugaan saya benar. Ini adalah layanan ojek payung dadakan. Mereka bukanlah petugas resmi, melainkan gabungan dari pengemudi ojek online yang sedang mangkal, pedagang di sekitar area, hingga “akamsi” alias anak kampung sini yang jeli dalam melihat peluang.

Iklan

Tukang ojek payung, transformasi pedagang starling

Saya berbincang dengan Nurdin, seorang pria paruh baya yang tampak semringah meski tubuhnya separuh basah. Nurdin sehari-harinya bukan penyedia jasa payung, melainkan seorang pedagang kopi keliling atau yang populer disebut “starling” (starbucks keliling).

“Biasanya saya dagang kopi, Mas. Mangkalnya ya di sekitaran area Gelora Bung Karno ini. Sudah sejak hari pertama Indonesia Masters saya di sini,” ujar Nurdin membuka percakapan kepada saya, Kamis (22/1/2026).

Bagi Nurdin, hujan adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, hujan membuat dagangan kopinya sepi pembeli karena orang enggan nongkrong di luar. Namun, Nurdin tidak kehabisan akal. Ketika langit mulai menumpahkan air, ia dengan cepat beralih profesi.

ojek payung, Indonesia Masters 2026.MOJOK.CO
Nurdin memanfaatkan situasi hujan deras dengan menjual jas hujan dan menawarkan jasa ojek payung. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Ia memanfaatkan situasi tersebut dengan menjual jas hujan dan menawarkan jasa ojek payung. Menurut pengakuannya, di situasi seperti ini, jasa ojek payung jauh lebih diminati ketimbang kopi seduhnya.

“Biasanya kalau hujan begini sepi dagangan. Makanya mending sewain payung aja,” katanya sambil menyeka air hujan di wajahnya.

Hujan deras, pendapatannya semakin “gacor”

Secara teknis, cara kerja Nurdin cukup sederhana tapi sangat membantu. Ia menjemput penonton yang berjalan dari area parkiran atau yang baru saja turun dari ojek online. Ia kemudian menyewakan payung dan mengantar mereka hingga tepat di depan pintu masuk agar tidak kehujanan. 

Setelah tugas selesai, ia menerima bayaran.

“Lumayan, Mas, dagangan seret tapi ngojek payungnya malah gacor,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Kata “gacor” yang diucapkan Nurdin bukan bualan semata. Tarif sekali antar yang dipatoknya adalah Rp10.000. Saat saya menemuinya siang itu, ia mengaku sudah mengantar lebih dari 20 orang sejak pagi. 

ojek payung.MOJOK.CO
Untuk setiap narik, Nurdin memasang tarif Rp10 ribu. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Artinya, jika dikalkulasikan, setidaknya Rp200.000 sudah masuk ke kantongnya hanya dari jasa memayungi orang. Angka yang cukup fantastis untuk pekerjaan sampingan yang dilakukan dalam hitungan jam.

“Saya tiap ada event, kalau ada kesempatan apa aja selalu tak manfaatin. Kayak sekarang ini. Rezeki jangan ditolak,” tambahnya dengan nada optimistis. Ada berkah tersendiri bagi Nurdin; hujan yang menutup satu pintu rezeki dagangannya, justru membuka pintu rezeki lain yang hasilnya bahkan lebih banyak.

Ojek payung solusi bagi penonton keluarga

Tak jauh dari tempat Nurdin berdiri, saya menemui seorang ibu muda yang baru saja tiba. Ia bernama Aliya. Ia datang bersama anaknya yang masih kecil untuk menyaksikan pertandingan idolanya. 

Aliya bercerita bahwa ia datang menggunakan taksi online. Masalah muncul ketika turun dari mobil, ia baru sadar bahwa lupa membawa payung dari rumah.

Dalam kondisi hujan deras dan membawa anak kecil, berlari menuju pintu masuk bukanlah opsi yang bijak. Di situlah peran ojek payung menjadi sangat krusial. Ketika turun dari kendaraan, ia langsung ditawari jasa tersebut.

ojek payung, indonesia masters 2026.MOJOK.CO
Banyak penonton, terutama keluarga, merasa terbantu dengan kehadiran jasa ojek payung. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

“Bagi saya ini sangat membantu, terutama karena saya lupa bawa payung. Apalagi harganya cuma Rp10.000,” ungkap Aliya.

Baginya, nominal tersebut sangat kecil dibandingkan kenyamanan dan keamanan agar sang buah hati tidak jatuh sakit akibat kehujanan sebelum menonton pertandingan.

Tak masalah, selama tetap kondusif

Fenomena ojek payung dadakan ini tidak luput dari pantauan pihak keamanan acara. Jaka (34), seorang petugas keamanan dari Cakrayudha yang bertanggung jawab menjaga pintu masuk venue, turut memberikan pandangannya. Pria asal Lampung ini mengaku sudah setahun terakhir terlibat dalam pengamanan berbagai acara besar.

Dari posisinya berdiri, Jaka kerap melihat berbagai hal unik yang dilakukan warga lokal, termasuk kemunculan ojek payung saat cuaca buruk seperti sekarang ini. Alih-alih merasa terganggu, Jaka justru melihat hal ini sebagai bentuk kreativitas warga dalam mencari nafkah.

“Ojek payung ini menurut saya kreatif. Pintar melihat peluang,” ujar Jaka saat saya temui di sela-sela tugasnya memantau arus masuk penonton.

ojek payung.MOJOK.CO
Jaka, petugas keamanan event Indonesia Masters 2026, mengaku jasa ojek payung tetap diizinkan asal tetap kondusif dan tak melakukan tindakan yang dilarang panitia. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Jaka juga memberikan observasi menarik mengenai perbedaan perilaku pasar antara penonton konser dan penonton pertandingan olahraga indoor. Menurut pengalamannya, jika hujan turun saat acara konser musik, barang yang paling laku keras adalah jas hujan. Namun, untuk acara seperti Indonesia Masters 2026 ini, trennya berbeda.

“Kalau begini, karena lokasinya di dalam (indoor), yang laku ojek payung. Kan kebutuhannya cuma diantar sampai dalam tanpa basah,” jelas Jaka.

Penonton bulu tangkis, baginya, tidak butuh jas hujan untuk dipakai berjam-jam. Mereka hanya butuh perlindungan sesaat untuk transit dari kendaraan ke gedung.

Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah aspek legalitas atau izin dari aktivitas ini. Apakah mereka dilarang? Ternyata, Jaka mengonfirmasi bahwa sejauh ini tidak ada larangan keras dari pihak penyelenggara maupun keamanan.

“Dari penyelenggara, tidak ada larangan sih, Mas. Selama mereka nggak melakukan hal-hal lain, kayak secara terselubung berjualan di dalam. Sejauh ini aman, karena mereka benar-benar cuma mengantar,” tegas Jaka.

Sore semakin larut dan hujan di luar Istora Senayan belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Namun, kehidupan di pelataran gedung ini justru semakin hidup. Para “pahlawan payung” seperti Nurdin masih sibuk berlari kecil, menerobos tirai air, menjemput rezeki dari penonton yang terus berdatangan.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: Badmintonbulu tangkisindonesia mastersindonesia masters 2026istora senayanojek payung
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Alwi Farhan juara Daihatsu Indonesia Masters 2026, bikin Istora Senayan, Jakarta menggelora MOJOK.CO
Sosok

The Authentic Alwi Farhan: Gen Z Muda dan Berbahaya, Mental Baja tapi Suka Belajar dari Kritik

25 Januari 2026
raymond, joaquin, indonesia masters 2026.MOJOK.CO
Aktual

Mimpi Masa Kecil “The Next Minions” yang Masih Tertunda

25 Januari 2026
Akhir pekan indah di pusat Jakarta. Ajak bapak pertama kali nonton bulu tangkis langsung di Istora Senayan (Daihatsu Indonesia Masters 2026) MOJOK.CO
Ragam

Akhir Pekan Indah di Pusat Jakarta: Ajak Bapak Pertama Kali Nonton Bulu Tangkis di Istora, Obati Kesepian di Masa Tua

24 Januari 2026
“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan.MOJOK.CO
Ragam

“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan

24 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

s2, kicau mania mojok.co

Lulusan S2 di Jogja Memilih Jadi “Kicau Mania” karena Susah Dapat Kerja, Memelihara Burung Obat Stres Terbaik Saat Nganggur

10 Februari 2026
Lulusan SMK ngaku dapat gaji 20 juta saat kerja di Sidoarjo agar orang tua tidak direndahkan karena standar sukses di desa MOJOK.CO

Lulusan SMK Ngaku Kerja Gaji 20 Juta Perbulan agar Ortu Tak Direndahkan, Tapi Masih Tak Cukup buat Ikuti Standar Sukses di Desa

12 Februari 2026
Media pers online harusnya tidak anxiety pada AI dan algoritma. Jurnalisme tidak akan mati MOJOK.CO

Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 

9 Februari 2026
Open To Work.MOJOK.co

Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba

9 Februari 2026
Gabung LPM/Persma demi jadi wartawan/jurnalis karena tampak keren. Kini menyesal setelah kerja di media online daerah dengan gaji rendah MOJOK.CO

Sesal Kerja Jadi Wartawan, Label Profesi Keren tapi Realitasnya Jadi Gembel dan Simbol Anak Gagal di Keluarga

10 Februari 2026
tunadaksa lulusan S1 universitas terbuka (UT). MOJOK.CO

Lulus SMA Cuma Diterima Kerja Jadi Babu dan Dihina karena Fisik, Kini Malah Jadi Asesor Sertifikasi dengan Gelar S1 UT

10 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.