Para Pekerja dari Jogja Mencoba Bertahan di Tengah Kerasnya Tebet Jakarta Selatan, Hidup di Kos Tengah Gang Sempit yang Hanya Bisa Dilewati Satu Motor

tebet jakarta selatan saksi derita sarjana jogja.MOJOK.CO

Sebagai pekerja swasta di bidang keuangan, ia mengerjakan berbagai perhitungan dengan tenggat waktu yang ketat. Tak boleh ada yang keliru apalagi terlewat karena bisa berakibat fatal.

“Berat tapi ya harus dijalani,” kelakar Rahman.

Jakarta, tanahnya peluang

Mereka berdua mengakui, merantau ke Jakarta butuh keberanian. Namun, di Jakarta banyak peluang bisa ditemukan.

“Tapi bener, sejak masih di Jogja aku sudah banyak kirim lamaran ke Jakarta tapi jarang kepanggil. Sejak domisilinya pindah ke Jakarta, persentase kepanggilnya ningkat drastis,” kata Fitra.

Lebih dari 100 lamaran kerja pernah ia kirimkan sampai akhirnya bisa mendapat pekerjaan yang menurut Fitra layak dan bisa jadi pegangan untuk hidup di Tebet, Jakarta Selatan. Ke depan, tantangan yang menantinya adalah bagaimana bisa menambah pundi-pundi rupiah agar bisa menabung lebih banyak.

Hari semakin malam. Raut lelah, bukan hanya tampak dari wajah Fitra dan Rahman. Saat mengedarkan pandangan ke sekitar, raut serupa juga tak bisa disembunyikan dari wajah para pekerja yang sedang menghabiskan malam di Tebet Jakarta Selatan. Salah satu sudut Jakarta, tempat orang mengejar mimpinya.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Suara Hati Sarjana Kerja di Jakarta Dapat Gaji Setengah UMR, Sering Dibanding-bandingkan dengan Adik Lulusan SMA di Kampung yang Penghasilannya Lebih Besar

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 31 Mei 2024 oleh

Exit mobile version