ADVERTISEMENT

Bagi Perantau Surabaya Tukang Parkir di Kafe Basabasi Jogja Tak Layak Dibayar Rp2000, Caranya Perlakukan Orang Tak Seperti Tukang Parkir di Kafe Surabaya yang Bikin Emosi

Bagi Perantau Surabaya Tukang Parkir Kafe Basabasi Jogja Tak Layak Dibayar Rp2000 MOJOK.CO

Kaget Kafe Basabasi Jogja bertarif parkir Rp1000

Seturut pengakuan perantau Surabaya lain, Arfi (24), malah ada Kafe Basabasi dengan tarif parkir cuma Rp1000. Yakni di Kafe Basabasi Sorowajan., Jogja.

“Tapi ini cuma pengalamanku dua kali ke sana ya,” ujar Arfi memberi disclaimer, Minggu (5/4/2024).

Saat pertama kali ke Kafe Basabasi Sorowajan beberapa bulan lalu, ia kaget karena hanya ditarik parkir Rp1000 rupiah. Pengalaman yang kembali terulang saat ia ke sana lagi baru-baru ini.

“Di Surabaya nggak ada lah parkir dengan tarif Rp1000. Orang Rp2000 aja tukang parkir di Surabaya nggak bantu blas. Nggak kerja,” ujar Arfi.

Sementara di Kafe Basabasi Sorowajan, Jogja, dengan tarif Rp1000 itu pun menurut Arfi sudah dibantu menata motornya. Ya walaupun saat mau keluar ia tak dibantu, tapi bagi Arfi tak ada masalah. Karena ia cuma bayar Rp1000 ribu. Beda dengan di Surabaya yang bayar Rp2000 tapi tukang parkirnya habis narik parkir langsung ngilang.

Selain itu, Arfi juga sempat punya pengalaman ngopi di Kafe Basabasi Condongcatur dan Nologaten.

“Nah kalau yang di Nologaten dan Condongcatur aku berani bilang mereka dedikasi banget dalam kerja. Jadi misal pasang tarif di atas Rp2000 pun sebenarnya sah-sah saja,” tutup perantau Surabaya yang baru pindah ke Jogja dua tahun terakhir ini.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kehidupan Malam di Till Drop Bar Prawirotaman Bikin Orang Surabaya Betah di Jogja, Nggak Nemu Kenikmatan Bar dan Kehidupan Kota Pahlawan yang Serba Buru-Buru

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

 

 

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2024 oleh .

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.