Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Nikmatnya Sambal Belut Kang Shobirin Bantul, Ada Menu Rahasia untuk Para Lelaki

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
27 Desember 2023
A A
Nikmatnya Sambal Belut Kang Shobirin Bantul, Ada Menu Rahasia untuk Para Lelaki MOJOK.CO

Ilustrasi Nikmatnya Sambal Belut Kang Shobirin Bantul, Ada Menu Rahasia untuk Para Lelaki. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalau sedang liburan ke Yogyakarta, cobalah makan sambal belut Kang Shobirin di Bantul. Bisa juga bisik-bisik minta dibuatkan menu untuk vitalitas pria dengan bahan kepala belut.

***

Iklan

Sebagai penyuka menu serba belut, Warung Makan Kang Shobirin ada dalam catatan warung yang harus saya kunjungi. Letaknya di Jalan Semail, Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mudahnya dari Ring Road Selatan, ambil ke arah selatan begitu sampai di Jalan Imogiri Barat ke arah selatan. 

Setelah sampai Pasar Ngoto atau Triwindu, ada jalan masuk ke arah barat, ikut saja jalan tersebut sampai mentok, kemudian ambil kiri atau selatan. 

Lebih mudahnya cari saja di Google Maps, Warung Makan Kang Shobirin. Nggak ada kata welut atau belutnya memang.

Warung sederhana berdinding gedek

Warung Kang Shobirin cukup sederhana, selain menu belut, ada juga menu lotek dan soto MOJOK.CO
Warung Kang Shobirin cukup sederhana dengan dinding gedek. Selain menu belut, ada juga menu lotek dan soto. (Agung P/Mojok.co)

Warungnya sederhana. Dinding warung masih terbuat dari gedek atau anyaman bambu. Saya datang menjelang tengah hari pada Rabu 20 Desember 2023. Begitu masuk ke dalam warung, aroma belut yang sedang digoreng langsung menyerbu hidung. 

Tempat menggoreng ada di bagian belakang warung. Sedang tempat untuk menyiapkan hidangan sebelum disajikan ada di bagian lain di dalam warung. Di bagian ini, tampak seorang pria paruh baya yang tengah mengulek dengan gerakan cepat. 

Ia tengah menyiapkan menu pesanan pelanggan. Saya minta izin untuk mengambil gambar, tapi gerakannya saat mengulek sangat cepat. Baru mendapatkan beberapa gambar, ia sudah menyelesaikan pekerjaannya. 

Namanya Pak Shobirin (50), badannya tak begitu besar tapi kencang. Mungkin efek dari ngulek sambal. Terlihat otot-otot di tangannya yang menonjol. Saya lantas memintanya untuk berpose mengangkat cobek sambil menunjukkan otot bisepnya.

“Dulu awalnya cuma soto, terus lotek, kepikiran jual sambel welut. Itu sudah angan-angan sejak lama, baru tahun 1998 ada menu sambel welut,” kata Shobirin (50) sang empunya warung. Sebelum ada sambal belut, Shobirin beberapa kali berganti pekerjaan.

Kang Shobirin dengan cobek batu dan ulekan yang biasa ia gunakan. Mengulek jadi olahraga tersendiri baginya MOJOK.CO
Kang Shobirin dengan cobek batu dan ulekan yang biasa ia gunakan menunjukkan otot bisepnya. Mengulek jadi olahraga tersendiri baginya. (Agung P/Mojok.co)

Ada menu yang hilang dari Sambal Belut Kang Sobhirin

Seperti dugaannya sambal belut buatannya ternyata disukai pelanggan warungnya. Ia kemudian memutuskan untuk menjual menu dengan bahan belut. 

“Dulu selain sambel welut dan welut goreng, ada mangut welut juga. Tapi kami hilangkan karena agak ribet, jadi kami fokus di sambel welut sama welut goreng,” kata Shobirin. Tak lama menu itu datang, dua sambel belut dan dua porsi belut goreng. 

Tentu saja, nasi putih yang kemebul jadi paduan sempurna dua menu yang kami pesan. Saya sengaja meminta sambel belutnya tingkat kepedasannya sedang-sedang saja.

Sambal belut tersaji dalam cobek dari tanah liat. Melihat gerakan Kang Shobirin mengulek belut, pantas saja hasilnya adalah daging belut yang relatif lembut. 

“Kalau sedang sepi, bisa minta tulangnya nggak diikutkan. Tapi kalau lagi ramai yang nggak sempat,” kata Pak Shobirin tertawa. 

Namun, meski tulang-tulang belut goreng itu ikut diulek, saya masih mampu mengunyahnya. Nggak terlalu kasar. Masih bisa dikompromikan dengan gigi-gigi yang yang sebagian sudah rompal.

Daging belutnya montok-montok

Salah satu yang khas dari sambal belut Kang Shobirin adalah terlihat dagingnya berasal dari belut yang montok atau besar. Saat masuk ke mulut, wangi kencur sangat terasa di indera penciuman.

Menu sambal belut dan belut goreng di Warung Kang Shobirin. (Agung P/Mojok.co)

Menu belut goreng yang saya pesan tidak kalah istimewa, belutnya juga besar-besar. Selain itu, ada dua sambal yang menyertainya, sambal bawang dan sambal tomat. Menurut saya, sambelnya bawangnya juara. “Ini enak banget. Sambel welut dan sambal bawangnya, juara,” kata Ramadhani (22). Mahasiswa ini bahkan meminta sambal belut yang ia pesan sebagian dibungkus untuk ia makan di indekos.

Iklan

Besarnya belut-belut di Warung Makan Kang Sobirin, berbeda dengan belut di Warung Sega Welut Mbak Surani di Godean. Di sana belutnya relatif lebih kecil karena hasil tangkapan di sawah di Jogja dan sekitarnya.

Melihat bentuk dan tekstur dari belut goreng di Kang Shobirin, saya menduga ini jenis belut yang banyak di rawa. Tekstur dagingnya nggak begitu jauh dari daging belut goreng yang saya beli di Surabaya belum lama ini.

“Kalau sekarang ini pasokannya dari Kalimantan, Mas. Lagi sulit kan di sini, nggak ada hujan,” kata Kang Shobirin. Biasanya kalau cuaca sedang normal ia biasa mengambil pasokan belut dari Cilacap, Ngawi, Probolinggo, dan Kediri. 

Jika dari daerah-daerah tersebut pasokan minim, ia memesan dari Kalimantan. “Biasanya pesan langsung 4 kwintal atau 400 kg. Langsung banyak, Mas. Biasanya armadanya juga memenuhi pesanan di Surabaya dulu,” kata Kang Shobirin.

Kang Shobirin mengakui, jumlah pengunjung masih tidak sebanyak sebelum pandemi. Menurut amatannya, pelanggan warungnya yang dari luar kota bahkan luar pulau belum ke Jogja lagi. “Dulu itu ramai banget, Mas. Semoga saja mulai banyak yang datang lagi,” katanya berharap.

Obat kuat dari bahan belut, menu rahasia dari Kang Shobirin

Jika pengunjung tidak sedang banyak, cobalah ngobrol dengan Kang Shobirin. Orangnya menyenangkan, banyak bercanda. Soal tubuhnya yang kencang di usia 50 tahun, Kang Shobirin berujar kalau ia masih sanggup lari 6 putaran di Stadion Sultan Agung. Begitu juga dengan push up, 20 repetisi bisa ia lakukan dalam satu sesi.

Sambal Belut Kang Shobirin. Warung ini buka mulai pukul 08.00 – 22.00 WIB. (Agung Purwandono/Mojok.co)

Ngomong-ngomong soal stamina, obrolan kemudian semakin jauh soal vitalitas. Yang pernah saya dengar, daging belut itu bisa untuk obat kuat pria. “Benar, tapi lebih tepatnya kepala belutnya, sama bawang putih,” kata Kang Shobirin pura-pura berbisik.

Sayang kepala belut goreng yang saya pesan sudah ludes saya lumat. Saya tidak bisa meminta Kang Shobirin membuktikan ucapannya. Sementara kalau mau memesan lagi, perut saya begitu kenyang. 

Warung Makan Kang Shobirin tidak begitu jauh dari Sambal Belut Pak Sabar. Nggak sampai 3 menit. Namun, model pesannya sedikit berbeda. Di Welut Pak Sabar, menu biasanya berdasar berat belut. Sedangkan di Kang Shobirin lebih ekonomis karena sudah dalam bentuk paket atau porsi. 

Untuk satu porsi sambal belut di Warung Kang Shobirin sudah termasuk nasi dan minum Rp25 ribu. Sedangkan belut goreng satu porsinya Rp28 ribu. Itu juga sudah termasuk dengan nasi dan minum.

Sayang, Kang Shobirin nggak punya nomor handphone. Saya cek di Google Maps-nya juga tidak ada nomor kontaknya. “Nggak punya, Mas,” katanya tertawa.

Penulis: Agung Purwandono
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Sambel Welut Pak Sabar yang Tak Takut Berbagi Resep Rahasia

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

 

Terakhir diperbarui pada 27 Desember 2023 oleh

Tags: belutgoyang lidahKuliner Jogjapilihan redaksisambal belut kang shobirinsambel welut
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.

Artikel Terkait

Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Merdeka ala Puskestan dan para petani Sukoharjo: perjuangan sejahtera dari sektor pertanian MOJOK.CO

Merdeka Ala Puskestan dan Petani Sukoharjo: Perjuangan Panjang agar Sejahtera dari Pertanian

18 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Pameran foto dalam Pesta Rakyat Jogja guna memeriahkan acara HUT ke-81 RI. MOJOK.CO

Potret Warga Jogja: Asyik “Pesta” Saat Pejabat sedang Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Agung

17 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.