ADVERTISEMENT

3 Alasan Sederhana Orang Memilih Makan di Warmindo daripada Warteg, Padahal Lauknya Kalah Lengkap

warmindo unggul dari warteg.MOJOK.CO

Di Jogja, beberapa tahun belakangan warteg tumbuh seperti jamur di musim hujan, pesat. Namun, ada orang-orang yang tetap menjadikan warmindo sebagai pilihan utama meski pilihan lauknya lebih sedikit.

Sebagai informasi, jejaring waralaba warteg mulai pesat berkembang di Jogja sejak akhir 2022 lalu. Dalam hitungan bulan saja, jumlahnya sudah berkembang begitu pesat. Sekarang, kehadirannya sudah hampir ada di setiap sudut jalan atau titik-titik strategis Jogja.

Sementara warmindo, sudah berkembang jauh lebih dulu. Mulai banyak dibawa perantau dari Kuningan dan daerah lain di Jawa Barat ke Jogja sejak era 80-an.

Jika warteg sejak dulu konsepnya memang menyajikan banyak lauk, warmindo, khususnya di Jogja sempat mengalami perubahan tren. Dulunya, hanya menjual bubur kacang hijau dan mie instan. Sehingga di Jogja dapat julukan burjoan.

Seiring berkembangnya waktu, warmindo tumbuh dengan menyediakan beberapa jenis lauk. Bahkan, di beberapa warmindo pilihan lauknya cukup lengkap sehingga mirip warteg.

Bagi orang yang mendambakan lauk sayur-sayuran lengkap, kehadiran warteg jadi oase kuliner sehari-hari. Namun, ada segelintir orang yang mengaku tetap mengandalkan warmindo sebagai pemenuh kebutuhan makan sehari-hari.

#1 Pilih warmindo karena memang tidak terlalu suka banyak variasi lauk

Salah satunya Nimal (25), yang merantau ke Jogja sejak 2011 silam. Pada masa awal tinggal di Jogja, warteg belum berkembang pesat seperti sekarang.

“Dulu bahkan aku lebih akrab menyebutnya sebagai burjoan,” kata dia pada Sabtu (8/6/2024).

Ragam variasi lauk di warteg.MOJOK.CO

Hingga sekarang warteg sudah banyak berkembang, Nimal mengaku lebih suka makan di warmindo. Alasannya sederhana, karena memang ia tidak terlalu suka banyak variasi lauk. Lebih dari satu dekade tinggal di Jogja juga membuatnya lebih cocok dengan masakan mamang-mamang Sunda.

“Pertama karena memang aku nggak terlalu suka variasi lauk, kedua karena warteg berkembang di Jogja kan baru belakangan ini, sudah terlanjut cocok sama burjoan,” ungkapnya.

Baca halaman selanjutnya…

Warteg tidak cocok untuk bersantai hingga potensi habiskan banyak uang

Terakhir diperbarui pada 29 Juni 2024 oleh .
Exit mobile version