Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Student Loan Adalah Skema Perbudakan Modern, Solusi Gila yang Bikin Masyarakat Indonesia Dicekik oleh Utang!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
23 Mei 2024
A A
Suharto Pernah Memberlakukan Student Loan yang Berakhir Kegagalan: Banyak Kredit Macet di Jogja karena Pemerintah Nggak Bisa Jamin Lapangan Kerja.MOJOK.CO

Ilustrasi Suharto Pernah Memberlakukan Student Loan yang Berakhir Kegagalan: Banyak Kredit Macet di Jogja karena Pemerintah Nggak Bisa Jamin Lapangan Kerja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Student loan jadi topik paling sering dibicarakan beberapa waktu belakangan, imbas dari kenaikan UKT yang tidak masuk akal. Masalahnya, student loan sendiri jadi masalah di negara yang mengadopsinya, seperti AS. Jika diterapkan di Indonesia, bisa jadi masalah besar.

***

Biaya kuliah seakan-akan jadi masalah yang tak kelar-kelar. Rencana kenaikan UKT disambut dengan banyak aksi penolakan. Diskusi terkait UKT pun begitu ramai di media sosial. Lalu, isu student loan muncul.

Banyak yang berpendapat, student loan ini mengatasi masalah keuangan yang kerap jadi masalah bagi para mahasiswa baru. Masalahnya, tak jarang juga yang berpendapat bahwa pinjaman ini menimbulkan masalah baru, terlebih mengingat pendidikan adalah hak tiap warga negara, bukan segelintir orang saja.

Pada dasarnya, student loan adalah pinjaman untuk mahasiswa agar bisa memenuhi biaya pendidikannya, tak hanya perkara biaya kampus saja, tapi juga living cost, buku, dan penunjang pendidikannya lain.

Student loan memang bisa dianggap solusi jangka pendek, tapi bencana untuk masa depan. Sebab, setelah lulus, mahasiswa harus membayar utangnya hingga lunas, bahkan tak jarang hingga bertahun-tahun setelah lulus. masalah inilah yang muncul di AS.

Pertanyaannya jadi seperti ini akhirnya, apakah student loan bisa diterapkan di Indonesia, dan bagaimana dampaknya untuk pekerja?

Bagas, anggota SEMESTA, serikat buruh di Yogyakarta ini mengatakan bahwa student loan jelas tak bisa diterapkan di Indonesia. Dampaknya sangat buruk. Berkaca dari student loan yang diterapkan di AS, menurutnya tidak berhasil karena masih banyak lulusan kampus yang gagal bayar, terlebih karena pandemi dan inflasi. Bahkan, Sri Mulyani pada Februari lalu sudah memperingatkan kalau penerapan student loan akan memiliki dampak buruk yang berkepanjangan.

“Mungkin, bisa sedikit berkaca dari dampak mental dan ekonomi yang disebabkan pinjaman uang, baik rentenir atau pinjaman online. Banyak yang semakin menurun kualitas ekonominya, kehilangan aset, bahkan mengalami gangguan mental, hingga bunuh diri.”

Student loan adalah skema perbudakan modern

Menurut Bagas, student loan ini bisa dikatakan “skema perbudakan modern”. Sarjana dan diploma yang jadi pengangguran itu cukup tinggi, merujuk pada pernyataan Menaker, Ida Fauziah pada Februari lalu. Akhirnya, bikin Kurikulum Merdeka berkarakter industrial. Sebab, desainnya adalah setelah lulus kerja mereka membayar utangnya.

“Lalu, dampaknya ke perburuhan, ya, itu jelas semakin banyak kerja-kerja informal, upah di bawah standar juga akan dinormalisasi demi membayar utang kredit tadi. Apalagi peningkatan pendapatan buruh ga boleh lebih besar dari persentase inflasi, kan? Sangat berisiko sekali student loan karena tidak ada kepastian lulusan mahasiswa dapat membayar utang di masa depan.

“Hal ini adalah dampak refleksi ketika pendidikan terjebak dalam hal ekonomistik tadi. Secara sempit, kondisi perburuhan akan memburuk, sedangkan secara luas tingkat kesejahteraan masyarakat akan menurun.”

Pertanyaan yang sama saya berikan ke Prabu, salah satu aktivis upah di Jogja. Dia menjawab kalau skema student loan bisa diterapkan di Indonesia, toh nyatanya sudah ada skema mirip yang berjalan di salah satu universitas di Indonesia. Meski skemanya beda, tapi sistem cicilan ini bukanlah jawaban atas akses pendidikan.

Prabu menekankan dampak student loan ini nanti malah jadi buruk. Sama seperti jawaban Bagas, bahwa sudah banyak contoh kasus gagal bayar di Amerika Serikat, dan itu bikin banyak orang yang kualitas hidupnya jadi buruk. Begitu lunas, mereka sudah terlampau telat menata hidup.

“Mereka nggak akan bisa menabung karena upah mereka sudah habis untuk mencicil utang.”

Lingkaran setan tak berkesudahan

Selain itu, Prabu juga menjelaskan bahwa orang-orang yang terjerat loan akan mengalami defisit gaji. Bagi Prabu, ini isu yang sama sekali tidak bisa disepelekan, dan pemerintah harus segera mengintervensi. Isu ini sebenarnya tak eksklusif untuk yang terjerat loan saja, yang dibiayai UKT oleh orang tua pun mengalami hal yang sama. Masalahnya, jika yang dibiayai saja menderita, apalagi yang harus berdikari?

Di sisi lain, Uke, mahasiswa Ohio State University, narasumber lain yang saya tanyai terkait student loan, juga mengamini apa yang Prabu sampaikan, bahwa ini jadinya hanyalah lingkaran setan tak berkesudahan.

“Kalau yang kena student loan itu orang-orang golongan tertentu, dan kemampuan bayar rendah. Ya mereka nggak bisa bayar, negara ya rugi. Ya podo wae, nggak selesai masalahnya ya

Iklan

Budak kapitalis

Prabu menegaskan, student loan justru bikin mahasiswa dicekik oleh pendidikan itu sendiri. Beban yang diterima mahasiswa selain berusaha untuk menciptakan hidup lebih baik, sekarang malah ditambah beban untuk melunasi utang UKT. Padahal pendidikan itu seharusnya hak, bukan privilege segelintir orang saja.

“Pada akhirnya, pendidikan malah jadi produk kapitalistik, benar-benar jadi supersistem dari kapitalis. Dengan adanya student loan, masyarakat akan makin terikat dengan sistem utang. Masyarakat Indonesia makin jadi budak kapitalis.

Saya lalu bertanya ke Bagas, artinya, jika student loan justru memberikan beban begitu banyak, artinya, ini kontradiktif dengan mimpi Indonesia yang punya generasi emas. Sebab, rasanya mustahil membentuk generasi emas jika mereka disibukkan untuk bisa membayar biaya kuliah.

“Jelas kontradiktif banget kalau ini mas wkwkwkw. Skema student loan kan masih dalam pembahasan di Kemenkeu, kata Mas Nadiem. Kalau merujuk pada argumennya Bu Sri Mulyani, tentu Kemenkeu akan menolak rencana ini. Tapi, kalau skema ini dibahas setelah pergantian presiden, masih ada kemungkinan akan diterapkan, mengingat Bu Srimul tidak akan dipilih menjadi menteri di kabinet Pra-Gib.”

“Kalau ini diterapkan, tingkat kesejahteraan akan menurun, stress dan bunuh diri akan meningkat, kriminalitas akan meningkat. Apalagi upah di Indo yang tidak kompetitif dibandingkan AS. AS aja kewalahan apalagi Indonesia.”

“Indonesia emas tidak akan tercapai, yang emas nanti hanya golongan elite, sedangkan golongan sulit (menengah ke bawah) hanya mendapatkan cemasnya saja.”

Reporter: Rizky Prasetya
Editor: Hammam Izzudin

BACA JUGA 5 Tipe Mahasiswa yang Cocok Banget Kuliah di UGM, Mulai dari yang Siap Tertekan sampai yang Fobia Ngerjain Tugas di Kamar

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2024 oleh

Tags: biaya pendidikanMahasiswapilihan redaksiPINJOLstudent loanuktutang
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
gaya rambut pria, barbershop, potong rambut mojok.co

Alasan Potongan Rambut Jadi “Jelek” setelah Pulang dari Barbershop, Tukang Cukur Sering Disalahkan meski Problemnya Ada di Pelanggan

18 Agustus 2026
Cuaca ekstrem, memanen air hujan.MOJOK.CO

Memanen Air Hujan Seperti Orang Desa Dianggap Budaya Jorok dan Terbelakang, padahal Bisa Menjadi Penyelamat Saat Kekeringan 

17 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

TPU Farm: Ketika Kematian Menumbuhkan Kehidupan MOJOK.CO

TPU Farm: Ketika Cabai Tumbuh di Area Makam

17 Agustus 2026
Melalui hidangan Buntil Salmon, Sasanti Restaurant menghadirkan telisik gastronomi dan permakultur yang memberi pengalaman mengesankan dalam mengeksplorasi kekayaan kuliner Nusantara. (Nusaplant)

Melalui Buntil Salmon, Sasanti Restaurant Tak Hanya Bicara Rasa tapi Pertemuan Kekayaan Pangan dan Flora Nusantara

21 Agustus 2026
Ta'awun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga.MOJOK.CO

Taawun, Takaful, dan Masjid Al Muharram Brajan yang Menebar Manfaat dari Sampah Sisa Warga

19 Agustus 2026
Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.