Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Sesal Mahasiswa Jateng Melepas UNY Demi Masuk Keperawatan: Kuliahnya ‘Mencekam’, Pas Kerja pun Diperas Keringatnya dengan Gaji Underpaid

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 April 2024
A A
Sesal Mahasiswa Jateng Melepas UNY Demi Masuk Keperawatan: Kuliahnya 'Mencekam', Pas Kerja pun Diperas Keringatnya dengan Gaji Underpaid.mojok.co

Ilustrasi Sesal Mahasiswa Jateng Melepas UNY Demi Masuk Keperawatan: Kuliahnya 'Mencekam', Pas Kerja pun Diperas Keringatnya dengan Gaji Underpaid (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jika waktu bisa diputar, keinginan Royan (23) cuma satu, yakni melanjutkan kuliahnya yang sudah jalan dua semester di UNY. Bagaimana tidak, sudah mati-matian buat lolos PTN di jurusan favoritnya, orang tuanya malah menyuruh dia pindah kuliah ke kampus keperawatan. Sesal makin menjadi-jadi karena setelah selesai kuliah, kehidupan lulusan keperawatan tak semulus bayangan orang tuanya.

Pada 2019 lalu, perempuan asal Wonogiri, Jawa Tengah ini lolos SNBT (dulu SBMPTN) di pilihan pertamanya. Selama SMA, Royan memang sudah bercita-cita menjadi guru. Makanya, saat seleski masuk PTN, ia menempatkan salah satu jurusan kependidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY itu di pilihan pertamanya.

“Saat itu guru-guru SMA mendukung. Orang tua awalnya juga tak mempermasalahkan aku masuk keguruan di UNY,” kata Royan kepada Mojok, Senin (22/4/2024).

Kebahagian pun menghampirinya, bahkan berlipat ganda. Bayangkan saja, Royan lolos SNBT di jurusan favoritnya; dapat UKT pun tak tinggi-tinggi amat, sekitar Rp1,6 jutaan per semester; dan lingkungan perkuliahan pun juga asyik. Di kampusnya, ia punya banyak teman nongkrong. Sejak awal semester dua, ia akhirnya juga punya pacar, yakni mahasiswa lain yang masih satu fakultas.

“Pokoknya menikmati banget kuliah di UNY. IPK-ku juga bagus, dua semester cumlaude. Pokoknya aku melihatnya saat itu kehidupan kuliahku ideal banget bagi seorang mahasiswa,” tegasnya.

Tak ada angin tak ada hujan, ortu minta dia pindah ke keperawatan

Sayangnya, kebahagiaan Royan cuma bertahan setahun. Saat libur semester dua menuju semester tiga, ayah dan ibunya memintanya buat pindah kampus. Lebih syoknya lagi, dia diminta pindah ke jurusan yang sama sekali asing baginya, keperawatan.

Bagaimana tak asing, keluarga besar Royan tak ada yang punya background kerja di bidang kesehatan. Tetangga di desanya atau teman-teman dekatnya selama SMA, yang ia tahu, tak ada juga yang jadi perawat.

“Makanya aku heran, bingung banget kenapa ortu nyuruh aku pindah ke keperawatan,” ujarnya Royan, menceritakan kebingungannya.

Saat bertanya ke orang tuanya, mereka beralasan kalau keperawatan lebih menjanjikan di masa depan. Pendeknya, prospek kerjanya luas. Ortu Royan menyebut, jadi guru tak akan memberikannya masa depan yang cerah. Sementara kalau jadi perawata, pasti bakal “jadi orang”.

“Nggak tahu siapa yang ngomporin mereka, katanya sih saat kondisi pageblug [saat itu pandemi Covid-19] perawat-perawat bakal banyak dibutuhin. Di kotaku konon lulusan keperawatan langsung dapat kerja,” kata Royan, menjelaskan alasan ortunya. Saat itu, situasi Indonesia memang sedang ancang-ancang menuju krisis pandemi. Virus belum menyebar luas, tapi ketakutannya sudah ada di mana-mana.

Alhasil, tak ada pilihan lain bagi Royan selain mengiyakan keputusan ortu. Ia pada akhirnya harus mengubur mimpinya menjadi guru, meninggalkan teman-temannya di Jogja, dan LDR dengan pacarnya–saat ini sudah tunangan.

Baca halaman selanjutnya…

Kuliah dalam “bayang-bayang kematian”. Saat lulus pun harus rela dapat gaji kecil meski sudah kerja keras bagai kuda.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 April 2024 oleh

Tags: d3 keperawatankeperawatankuliah keperawatanmahasiswa keperawatannakes
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Lika-Liku Dunia Apoteker: Sekolahnya Mahal, Gajinya Lumayan, tapi Sering Ketemu Pelanggan yang Ajaib apotek
Liputan

Lika-Liku Dunia Apoteker: Sekolahnya Mahal, Gajinya Lumayan, tapi Sering Ketemu Pelanggan yang Ajaib

9 Mei 2024
Saran Beli Lipstik dari Pejabat untuk Nakes dan Hilangnya Hari Minggu
Liputan

Saran Beli Lipstik dari Pejabat untuk Nakes dan Hilangnya Hari Minggu

19 Agustus 2021
Kolom

9 Hari di Ruang Isolasi Covid-19

4 Juli 2021
Kepala Suku Mojok divaksin
Liputan

Ketika Saya Divaksin

11 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Para loyalis bulu tangkis. menabung demi nonton Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta MOJOK.CO

Para Loyalis Bulu Tangkis: Rela Menabung Demi ke Jakarta, Mengenang Cita-cita Masa Kecil untuk Rasakan Magisnya Istora 

23 Januari 2026
Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki MOJOK.CO

Curhat Guru PPPK Paruh Waktu: Status ASN, Kontrak Setahun, Gaji Masih Teka-teki

23 Januari 2026
Warung Bakso Horor di Selatan Jogja MOJOK.CO

Warung Bakso Horor di Selatan Jogja: Teror Gaib yang Tak Kunjung dan Belum akan Berhenti

22 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali

Beli Rumah Subsidi Cuma Bikin Hidupmu Jauh Lebih Sengsara dalam Waktu yang Lama

20 Januari 2026

Video Terbaru

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

Zainal Arifin Mochtar Bukan Guru Besar Biasa!

21 Januari 2026
Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

Menjemput Air dari Gua Jomblang dan Menata Ulang Hidup di Gendayakan

20 Januari 2026
Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayakan

18 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.