Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pengalaman Mahasiswa Tinggal di Kos Minim Ventilasi di Jogja yang Menyiksa, Dana Terbatas Sulit Cari yang Ideal

Voja Alfatih oleh Voja Alfatih
15 Mei 2024
A A
Pengalaman Mahasiswa Tinggal di Kamar Kos Minim Ventilasi di Jogja yang Menyiksa, Dana Terbatas Sulit Cari yang Ideal

Pengalaman Mahasiswa Tinggal di Kos Minim Ventilasi di Jogja yang Menyiksa, Dana Terbatas Sulit Cari yang Ideal

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Memilih kos-kosan yang proper itu wajib hukumnya bagi calon penghuni kos. Gak cuma perkara fasilitas, tapi sirkulasi udara dalam kamar kos juga harus diperhatikan. Apalagi ngekos itu biasanya gak sebentar, rentangnya minimal dari sebulan dan bahkan bisa sampai tahunan. Gak terbayang kalau tempat yang seharusnya jadi tempat istirahat setelah beraktivitas, justru menyiksa kita dengan serangan gerah dan pengap. Saya bagikan pengalaman penghuni kos di Jogja, agar tahu betapa pentingnya ventilasi proper untuk kamar kos.

***

Iklan

Tidak heran kalau DIY dipenuhi kos-kosan. Hal ini boleh jadi karena DIY menjadi lokasi beberapa kampus ternama yang tidak ada di daerah lain di sekitarnya. Otomatis kegiatan pendidikan di daerah-daerah sekitar DIY terpusat di daerah ini. Dan para mahasiswa dari luar daerah tentunya butuh tempat bernaung selama menyelesaikan studinya di Jogja.

Di Jogja sendiri ada beragam jenis kos, mulai dari kos kosongan yang tergolong murah sampai ke kos Las Vegas yang bulanannya bisa menyentuh dua juta. Fasilitas yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kamar mandi dalam, dapur bersama, sampai wifi gratis. Biasanya hal-hal seperti itu yang kini dipaparkan penyedia kos kepada para calon penghuni.

Namun, ada satu hal fundamental yang biasanya luput diperhatikan banyak pemilik kos, yaitu sirkulasi udara yang memadai. Jarang ada kos yang memaparkan masalah sirkulasi udara kosnya pada calon penghuni. Dan baru-baru ini, ada diskursus tentang sirkulasi kos-kosan di Jogja di media sosial X (Twitter). Banyak pengguna X yang sepakat kalau kebanyakan kos di Jogja sirkulasi udaranya buruk.[hi2] 

“‘Kos-kosan Jogja gak ada yang beres sirkulasi udaranya’, hehe ini benar sebagai orang yang pernah tinggal di Jogja,” begitu cuitan dari @pongsampah.

Atau keluhan soal masalah kesehatan. “Seumur-umur gak pernah kena ISPA, dan baru kena pas pindah ke Jogja,” cuit @raditenangis.

Minimnya ventilasi dan jendela yang tidak sesuai

Bahkan, sirkulasi udara yang buruk ternyata juga berpengaruh terhadap pakaian penghuninya. “Pernah ngekos walau bukan yang model gini. Sirkulasi udaranya parah banget, kelembaban juga mantap, baju-baju di lemari banyak yang jamuran juga,” cuit @suhirbatako,

Mendapati kos dengan sirkulasi udara buruk pernah dirasakan oleh Akhyar (27). Lelaki asal Makassar ini pernah tinggal di salah satu kos putra di Kecamatan Mlati, Sleman saat berkuliah pada 2015-2020 silam. Ia menetap di kos berukuran 4×4 meter dengan biaya bulanan 400 ribu. “Fasilitas cuma garasi, kamar mandi luar, sama listrik aja,” jelas Akhyar, Senin (6/5/2024).

Jalur sirkulasi udara di kamar kos Akhyar hanya berupa dua jendela buka bawah—jendela jungkit—pintu dan ventilasi yang menempel di atasnya. Ia bercerita tentang keadaan serba salah yang pernah dialaminya seputar sirkulasi udara kamarnya sewaktu tinggal di sana. Apa pun upaya yang ia lakukan akan berujung pada satu hal yang sama, yaitu panas.

“Pas siang cukup panas karena di luar kamar ada tanah gersang berpasir. Gak mungkin buka jendela karena jendelanya jendela buka bawah persegi panjang, tapi kalo gak dibuka sirkulasi udaranya buruk,” keluh Akhyar.

Akhyar sempat pindah ke kos lain di kecamatan yang sama pada pertengahan 2018. Ia menemukan kos kosongan dengan harga dan fasilitas yang hampir sama. “Bulanannya 420 ribu, kamar mandi luar, dan listrik,” ungkapnya. Ukuran kosnya kali ini sedikit lebih kecil dari yang sebelumnya, yaitu 4×3,5 meter. Ia mengatakan kalau sirkulasi udaranya tidak jauh berbeda. “Seenggaknya tanah di depan kamar ada rumput tumbuh, jadi gak terlalu berpasir,” jelasnya.

Bau bangkai yang menetap

Namun, Akhyar dihadapkan dengan masalah lain. Jendela kosnya kali ini hanya ada satu dan tersambung dengan pintu dan ventilasi. Selain itu, kondisinya diperburuk karena ternyata warga sekitar suka menabun di belakang kosnya. “Di belakang kosan orang suka bakar sampah. Kamar saya jadi suka panas temboknya dan jadi sedikit lembab,” keluhnya.

Akhyar juga menceritakan tentang kos teman kuliahnya yang kondisinya kurang lebih sama. Lokasinya masih di Mlati, satu area dengan kos Akhyar. Kamar kos temannya hanya punya jendela yang tersambung dengan pintu dan ventilasi, persis seperti jendela kos Akhyar. Namun, kos temannya ini dirasa lebih buruk karena ujung lorongnya ditembok.

Iklan

“Ada 10 kamar dan itu ditembok ujungnya. Jadi satu-satunya pintu keluar masuk kendaraan hanya di depan saja. Dan atapnya cuma dikasih sedikit celah,” jelas Akhyar. Dari penjelasannya dapat dibayangkan kalau tidak ada perputaran udara di kos temannya itu. Di tweet-nya, Akhyar bilang kalau sekiranya ada bau bangkai di kos temannya, fix baunya gak akan keluar selama berhari-hari.

Baca halaman selanjutnya

Penempatan jendela yang nggak tepat

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Mei 2024 oleh

Tags: Jogjakamar koskos murahruanganventilasi
Voja Alfatih

Voja Alfatih

Kru Magang Mojok.co

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri? MOJOK.CO

Beli Saham karena Finfluencer, Rugi Ditanggung Sendiri?

20 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Mahindra Scorpio, mobil pick up mewahnya Koperasi Merah Putih MOJOK.CO

Pengalaman mengendarai dan mengomentari Mahindra Scorpio, mobil pick up Koperasi Merah Putih yang terlalu bagus di depan Pak Babinsa langsung

21 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Anak miskin di Yogyakarta masuk Sekolah Rakyat. MOJOK.CO

Saat Kemiskinan Memaksa Anak Lebih Dewasa sebelum Waktunya, Sekolah Rakyat Jadi Pilihan Satu-satunya

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.