Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Mahasiswa UNAIR Surabaya Tak Mampu Sewa Kos, Demi Bertahan Hidup Kerja Serabutan hingga Makan Sisa Restoran

Adelia Melati Putri oleh Adelia Melati Putri
23 Juli 2024
A A
mahasiswa unair surabaya.MOJOK.CO

Ilustrasi Malangnya Mahasiswa UNAIR Surabaya, Hidup Tanpa Kos dan Kerja Serabutan karena Tak Dibiayai Orang Tua (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Demi bertahan hidup di Surabaya, mahasiswa UNAIR dengan keterbatasan ekonomi harus kerja di beberapa tempat sekaligus. Orang tua tak bisa membiayai dengan layak.

Bahkan untuk sekadar sewa kos saja tak mampu sehingga harus hidup nomaden dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal itu, dijalani mahasiswa UNAIR bernama Putri (21) selama lima semester terakhir.

Putri sendiri berasal dari keluarga yang bisa dibilang serba kekurangan karena ayahnya adalah seorang buruh panggilan kuli bangunan yang bekerja jika sedang ada proyek saja. Sementara ibunya hanya seorang buruh cuci di sebuah usaha laundry milik tetangganya.

Penghasilan yang tidak menentu tersebut, ibu dan ayahnya harus membiayai Putri yang masih berkuliah dan adiknya yang masih menempuh pendidikan SMA.

Hidup nomaden selama di Surabaya

Putri menjadi mahasiswa UNAIR saat situasi sedang pandemi. Perkuliahan berlangsung secara daring. Di masa awal itu, ia memiliki seorang teman dekat yang dengan baik hati menawarinya untuk tinggal bersama jika kelak kuliah sudah luring.

Setibanya di Surabaya, ia memang sempat tinggal di tempat temannya itu selama beberapa bulan. Namun, lama kelamaan ia merasa sungkan menggantungkan hidupnya kepada teman.

“Walaupun aku ikut nanggung untuk biaya listrik dan air,” curhat Putri saat Mojok wawancarai Senin (22/7/2024).

“Aku sebenarnya malu sih, setiap kali minta izin ke temanku untuk nginep walaupun satu malam saja. Tapi ya mau gak mau soalnya aku gak tau lagi mau nginep di mana,” imbuh perempuan asal Jawa Tengah ini.

Apalagi, tiga semester menjadi mahasiswa UNAIR, Putri belum berhasil mendapatkan beasiswa. Baru setelahnya, ia mendapat beasiswa. Namun, hanya untuk membayar UKT. Untuk menutup kebutuhan hidup perempuan ini harus memutar otaknya.

Kerja apa saja demi bertahan hidup

Demi mencukupi kebutuhan, Putri mencoba menjajakan jasa joki tugas. Hal itu berawal dari permintaan temannya untuk membantu mengerjakan tugas.

Akhirnya mahasiswa UNAIR ini inisiatif untuk membuka jasa joki tugas, namun penghasilan yang didapatkan dari jasa joki malah tidak memiliki patokan pasti.

Kemudian, ia mulai mencari pekerjaan lain yang dapat menambah penghasilannya seperti menjadi admin di studio foto. Meskipun pendapatannya tetap, tapi jumlah yang ia terima juga tidak cukup untuk menyewa kosan seperti niat awalnya dia memilih kuliah sambil bekerja.

Baca halaman selanjutnya…

Bekerja di rumah makan demi bisa dapat makananan sisa yang harusnya dibuang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 25 Juli 2024 oleh

Tags: Kampusmahasiswa unairSurabayaunair
Adelia Melati Putri

Adelia Melati Putri

Artikel Terkait

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO
Esai

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO
Esai

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO
Tajuk

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.