Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Derita Korban Ketidakadilan UKT: Mahasiswa Miskin Nyaris Gagal Kuliah dan Mahasiswa Kaya Biayanya Murah

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
5 Februari 2024
A A
ukt.MOJOK.CO

Ilustrasi UKT (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Uang Kuliah Tunggal (UKT) jadi sorotan pada Debat Capres kelima. Sistem pembayaran yang sudah diterapkan sejak 2013 ini pada praktiknya memang memunculkan banyak ketidakadilan.

Penggunaan sistem UKT tertuang pada Permendikbud Nomor 55 Tahun 2013 yang kemudian mengalami penyempurnaan pada Permenristekdikti Nomor 22 Tahun 2015. Salah satu tujuannya adalah untuk membantu meringankan biaya pendidikan mahasiswa setiap semester berdasarkan kemampuan orang tuanya.

Namun, pada Debat Capres kelima, Minggu (4/2/2024) lalu, topik ini mencuat saat capres nomor urut satu, Anies Baswedan melontarkan pertanyaan kepada capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo. Anies menyoroti masalah penggunaan dana dari pinjol untuk pembiayaan UKT di luar kemampuan mahasiswa dan orang tuanya.

“Pak Ganjar ini pertanyaan saya terkait UKT yang mahal itu. Kampus memang seharusnya merdeka dan memerdekakan, dan kampus merdeka itu baik tapi bukan berarti merdeka untuk menaikkan ongkos, bukan berarti menggunakan segala cara untuk bisa mendapatkan dana dari mahasiswanya,” kata Anies.

Ganjar merespons bahwa liberalisasi pendidikan harus dihentikan. Selain itu, mereka yang benar-benar datang dari kalangan tidak mampu harus mendapat bantuan pemerintah.

“Yang pertama hentikan liberalisasi pendidikan, hentikan hari ini. Berikanlah kepada para mahasiswa kita proporsi yang benar,” kata Ganjar.

Di lapangan, penerapan UKT memang mengalami banyak persoalan dan punya banyak celah. Banyak mahasiswa yang datang dari kalangan tidak mampu namun mendapat beban tinggi sementara yang mampu lebih rendah. Mojok pernah mewawancarai sejumlah mahasiswa yang mengalami persoalan pelik terkait UKT hingga nyaris gagal menjadi sarjana.

Ketika ekonomi rendah selalu gagal mendapat keringanan UKT

Kisah pertama datang dari Lia*, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga dari kalangan tidak mampu yang terpaksa terbebani UKT di luar kemampuannya. Di awal masuk kuliah, ia hanya mengandalkan pendapatan orang tuanya yang bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap tiap bulan.

“Saat mengisi berkas, aku mencantumkan pendapatan orang tuaku di kisaran Rp1-2 juta. Bapak kerja serabutan, bahkan kadang tidak dapat sampai segitu,” ujarnya.

ukt.MOJOK.CO
Ilustrasi. Biaya UKT jadi momok bagi mahasiswa (Micheile Henderson/Unsplash)

Ia mendapat UKT sebesar Rp4 juta. Bagi sebagaian orang mungkin nominal yang standar, namun itu di luar kemampuan Lia. Bahkan, untuk sekadar uang saku bulanan saja orang tuanya tidak tentu mengirimkan.

Upayanya untuk mendapat keringanan UKT selalu gagal. Ia mengajukan banding hampir setiap semester dan baru mendapat penurunan pada semester keenam di masa pandemi. Dari Rp4 juta menjadi Rp2 juta.

Bahkan, bapaknya pun belum mampu membiayai sehingga ia terpaksa mengambil cuti satu semester, bekerja, sehingga akhirnya bisa kembali kuliah dengan pembiayaan mandiri. Sampai akhir 2023 lalu ia masih berjuang merampungkan kuliah sambil bekerja.

Kisah lain datang dari Zidni* (18), seorang anak buruh kasar di Magelang yang mendapat UKT sebesar Rp8.550.000 saat pertama kali diterima di UGM 2023 lalu. “Orang tua saya bekerja sebagai buruh. Saat pengumuman UKT keluar itu saya langsung disuruh mundur,” kenangnya.

Sebelum masuk kuliah, ia mencoba melakukan banding UKT. Namun, UGM hanya menurunkan menjadi Rp5.700.000. Nominal yang masih berat bagi keluarganya. Kendati begitu, ia akhirnya bisa membujuk ayahnya untuk tetap membiayai.

Iklan

Berutungnya, pada November 2023 lalu, selepas menjalani kuliah setengah semester ia mendapat beasiswa KIP yang membuatnya terlepas dari beban pembiayaan kuliah. Namun, di luar konteks beasiswa itu, ia sempat mengalami persoalan sulitnya menurunkan biaya UKT meski jelas datang dari kalangan menengah kebawah.

Baca halaman selanjutnya…

Ketidakadilan rugikan mahasiswa tidak mampu, tapi banyak mahasiswa kaya yang curang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Februari 2024 oleh

Tags: biaya kuliahdebat capresPTNukt
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO
Edumojok

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Będą gaya mahasiswa yang kuliah di PTN Universitas Islam Negeri (UIN) dulu dan sekarang MOJOK.CO
Edumojok

Untung Kuliah di UIN Era Dulu meski Ala Kadarnya, Beda Gaya dengan Mahasiswa Sekarang yang Bikin Terintimidasi

5 Maret 2026
Lulusan UT, Universitas Terbuka.MOJOK.CO
Edumojok

Diremehkan karena “Cuma” Lulusan UT, Tapi Bersyukur Nasib Lebih Baik daripada S1-S2 PTN Top yang Menang Gengsi tapi Nganggur

3 Maret 2026
Kuliah kampus/PTN Islam Universitas Islam Negeri (UIN) bikin tahan penderitaan hidup gara-gara kumpul mahasiswa modal iman MOJOK.CO
Catatan

Kuliah di UIN Jadi Tahan Penderitaan Hidup: Kumpul Mahasiswa “Modal Iman”, Terbiasa Mbambung dan Lapar

2 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Memelihara kucing.MOJOK.CO

Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

20 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.