Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Saat UKT PTN Semakin Mahal, Kampus Muhammadiyah di Maumere Justru Bolehkan Mahasiswa Miskin Bayar Kuliah Pakai Pisang, Kelapa, sampai Ikan Laut

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
20 Mei 2024
A A
Kampus muhammadiyah bisa bayar pakai buah padahal ukt ptn pada naik.MOJOK.CO

Ilustrasi kampus Muhammadiyah, UM Maumere (Ega/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejumlah PTN menerapkan kenaikan UKT. Namun, ada kampus Muhammadiyah, yakni Universitas Muhammadiyah Maumere yang justru bolehkan mahasiswa yang kesulitan ekonomi untuk bayar pakai hasil bumi.

***

Saat banyak PTN menaikkan besaran UKT beberapa tahun terakhir, UM Maumere atau Unimof justru berupaya mencari siasat agar bisa meringankan biaya kuliah mahasiswa. Salah satu langkah konkretnya dilakukan sejak 2018 silam saat statusnya masih berbentuk IKIP Muhammadiyah Maumere.

Kampus Muhammadiyah yang terletak di Sikka, Nusa Tenggara Timur ini memang jadi destinasi studi banyak mahasiswa dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Sehingga, berbagai upaya ditempuh pihak kampus untuk meringankan biaya kuliah para mahasiswanya.

Berbeda dengan kebanyakan kampus lain, sejak berdiri pada 2013 silam, perguruan tinggi Muhammadiyah ini menerapkan kebijakan biaya angsuran kuliah tiga kali dalam satu semester. Sebelum mulai kuliah, saat UTS, dan pada saat UAS.

“Namun ternyata praktiknya masih banyak yang kesulitan untuk membayar kuliah. Jadi kami coba mencari jalan lain,” papar Rektor UM Maumere, Erwin Prasetyo kepada Mojok, Senin (20/05/2024).

Saat PTN tingkatkan UKT, UM Maumere ingin bantu sebanyak-banyaknya mahasiswa

Erwin bercerita pada 2018 ada seorang mahasiswi yang mengeluh tak mampu membayar biaya semesteran. Mahasiswi itu mendatanginya dan mengungkapkan bahwa keluarganya sedang mengalami keterbatasan uang tunai.

Datang dari keluarga petani, mahasiswi itu mengaku banyak hasil panen kebun yang sedang sulit terjual. Saat barang sedang musim dan komoditas banyak beredar di pasar memang harganya akan anjlok. Belum lagi, secara distribusi, komoditas di sana bergantung pada transportasi laut untuk mengirimnya ke Jawa dan Sulawesi.

“Setelah saya tanya dia bilang punya pisang dan kelapa cukup banyak di rumah,” kata Erwin.

kampus muhammadiyah maumere.MOJOK.CO
Ilustrasi kegiatan mahasiswa UM Maumere (Dok. UM Maumere)

Ia pun diskusi bersama beberapa pengambil kebijakan di kampus Muhammadiyah ini tentang mekanisme pembayaran kuliah dengan hasil bumi. Akhirnya, keputusan diambil dan Erwin mengarahkan mahasiswi itu untuk membawa hasil kebun itu ke kampus.

“Kebetulan rumah dia cukup jauh. Sekitar 35 kilometer dari kampus. Dia datang menggunakan truk membawa pisang dan kelapanya,” kenang rektor.

Ketika datang, Erwin bersama timnya lalu mengumpulkan dan membantu menjualkan hasil bumi itu kepada sivitas akademika di UM Maumere. Di luar dugaan, ternyata kampus justru bisa membantu memasarkan barang dengan harga yang layak itu sehingga hasilnya bisa untuk membayar kuliah.

Baca halaman selanjutnya…

Kampus Muhammadiyah dengan mayoritas nonmuslim, mahasiswa Katolik juga dapat beasiswa

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Mei 2024 oleh

Tags: biaya kuliahkampus muhammadiyahMuhammadiyahuktum maumere
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO
Esai

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

merantau di Jogja.MOJOK.CO

Cerita Perantau Jatim: Diremehkan karena Tinggal di Kos Kumuh Jogja, Bungkam Mulut Tetangga dengan Membangun Rumah Besar di Desa

25 Februari 2026
Motivation letter untuk beasiswa erasmus di Portugal. MOJOK.CO

Kisah Pemuda Asal Tulungagung Kuliah di Portugal: Lolos Beasiswa Erasmus karena “Motivation Letter” yang Menggugah

3 Maret 2026

Beras Porang Indomaret, Makanan Aneh yang Saya Sesali untuk Sahur padahal Menu Favorit Orang Jepang

3 Maret 2026
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026
Pilih slow living agar siap hadapi perang dunia 3. MOJOK.CO

Alumnus S2 Kampus Terbaik IT, Rela Tinggalkan Karier Mapan demi Jadi Peternak Ayam di Desa agar Siap Hadapi Perang Dunia 3

3 Maret 2026
Culture shock mahasiswa Kalimantan dengan budaya guyub Jawa di Jogja

Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman

26 Februari 2026

Video Terbaru

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026
Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.