Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Warga Jogja Paling Berisik di Medsos Soal Sampah, Tapi Pemerintahnya Tutup Mata dan Telinga

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
8 Juni 2024
A A
Sampah Jogja, Darurat Sampah Jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi Sampah Jogja Bikin Air dan Udara Tercemar, Tapi Pemerintah Tak Punya Solusi Buat Mengatasinya (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Warga Jogja sebenarnya menjadi netizen yang paling kencang bicara soal sampah di media sosial, terutama X (Twitter). Sayangnya, pemangku kebijakan di Jogja alias Pemda DIY, seolah menutup mata dan telinga, sehingga isu sampah jarang menjadi pembahasan serius di kalangan elite.

Alhasil, permasalahan terkait sampah seakan tak ada habis-habisnya di Jogja. Misalnya, sejak penutupan TPA Piyungan pada Maret 2024 lalu, masalah yang kerap muncul adalah tumpukan sampah nyaris di berbagai tempat. Masyarakat pun menjadi resah dan marah. Pemerintah daerah yang menjadi sasaran amuk, justru merespons permasalahan ini secara lambat dan tak menyentuh ke inti permasalahan.

Iklan

Sementara yang baru-baru ini heboh, adalah pembangunan TPS3R Karangmiri milik Pemkot Jogja. Tempat pengolahan sampah ini ramai ditolak warga karena dibangun secara ugal-ugalan. 

Pemkot Jogja sendiri masih belum banyak bicara menyoal permasalahan ini. Padahal, masyarakat Desa Jagalan, Banguntapan, Bantul, yang terdampak atas pembangunan TPS3R itu, sudah melakukan aksi-aksi penolakan secara terbuka.

Soal sampah, Jogja paling disorot media

Sejak setahun terakhir, Jogja memang menjadi daerah yang paling disorot menyoal isu sampah. Riset yang dilakukan oleh PARES Indonesia menemukan, DIY menjadi regional yang paling sering ditulis media massa terkait dengan permasalahan sampah dibandingkan kota atau provinsi lain di Indonesia.

Penelitian tersebut dilakukan oleh PARES Indonesia dalam rentang waktu 1 Januari 2023 hingga 15 Mei 2024. Hasilnya, ada lebih dari 6.000 artikel terkait masalah sampah yang dimuat media massa di Indonesia.

“Kalau kita melihat, ketika memasukkan kata kunci ‘sampah’, di media berita, yang paling banyak dibahas itu Yogyakarta. Baru setelah itu Bandung dan Jakarta,” kata peneliti PARES Indonesia Naura Iftika saat mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul “Trending Sampah: Mencari Solusi Berkelanjutan dari Diskusi Netizen”, di Fisipol UGM, Rabu (5/6/2024).

“Berarti Yogyakarta ini secara regional, itu mendapatkan fokus, dapat perhatian dari media. Bahwa memang ada isu yang harus dibahas mengenai sampah, dan ini urgent,” lanjutnya.

Warga Jogja Paling Berisik di Medsos Soal Sampah, Tapi Pemerintahnya Tutup Mata dan Telinga.MOJOK.CO
Peneliti PARES Indonesia Naura Iftika memaparkan temuannya dalam riset berjudul “‘Trending Sampah: Mencari Solusi Berkelanjutan dari Diskusi Netizen” di Fisipol UGM, Rabu (5/6/2024)

Naura melanjutkan, untuk wilayah yang paling banyak dibahas oleh media massa terkait dengan masalah sampah di Jogja adalah adalah Bantul, Piyungan, Sleman, dan Gunungkidul.

Warga Jogja pun paling berisik di medsos, tapi nggak diwaro pemangku kebijakan

Tak hanya oleh media massa, pembahasan soal sampah juga ramai di media sosial setahun ke belakang. Menurut temuan PARES Indonesia, jika membahas sampah di X, kota yang paling sering muncul adalah Jogja. Baru diikuti Bandung.

“Kalau di Twitter, pembicaraan masih sama, yang paling banyak disebut adalah Yogyakarta, kemudian Bandung. Berarti asumsi kami adalah masyarakat yang ada di dua daerah ini sebenarnya menaruh perhatian yang sangat besar terhadap isu sampah,” jelas Naura.

Pembicaraan soal sampah paling tinggi terjadi pada bulan Juli 2023, yakni setelah muncul isu penutupan TPU Piyungan. Sebanyak 41,5 persen sentimen netizen adalah negatif, dan hanya ada 10 persen yang memberi reaksi positif.

Adapun, dari 15 akun X teratas yang membahas soal isu sampah di Jogja, hanya ada satu akun resmi pemerintah yang muncul, yakni Kementerian PU. Sisanya adalah akun pribadi sejumlah 12 (termasuk @merapi_uncover), satu akun parpol (PSI), dan satu akun ormas (Muhammadiyah).

“Minimnya akun resmi pemerintah yang membahas sampah, menunjukkan tidak adanya fokus untuk menangani sampah, tidak adanya kegiatan yang terkait sampah, dan tidak adanya upaya untuk menggaungkan atau spreading awarness di media sosial mereka,” tegas peneliti PARES Indonesia.

Iklan

“Sedangkan kementerian PU, satu-satunya akun resmi pemerintah yang masuk 15 besar tervokal bahas sampah, itu pun hanya memberi update seputar kegiatan pejabat mereka yang bicara sampah,” sambungnya.

Pemerintah gagal menjalankan amanat UU Pengelolaan Sampah

Pada kesempatan yang sama, pengamat politik lingkungan UGM Nur Azizah, menilai tak berjalannya amanat UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah menjadi salah satu akar permasalahan yang terus berkepanjangan itu.

Warga Jogja Paling Berisik di Medsos Soal Sampah, Tapi Pemerintahnya Tutup Mata dan Telinga.MOJOK.CO
Nur Azizah, bersama perwakilan Bank Sampah Gemah Ripah dan KLHK DIY membahas hasil riset PARES Indonesia menyoal sampah di Fisipol UGM, Rabu (5/6/2024)

Azizah menjelaskan, UU tersebut telah mendefinisikan ulang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan hanya sebagai tempat pembuangan, melainkan juga tempat pemrosesan akhir.

“Ini perlu dipahami, karena tempat pembuangan sampah dan tempat pemrosesan itu berbeda,” kata Azizah, Rabu (5/6/2024).

Ia melanjutkan, bahwa paradigma bahwa TPA sebagai tempat pemrosesan akhir mengharuskan adanya penertiban terhadap jenis sampah yang boleh masuk. 

Sayangnya, pemangku kebijakan di sejumlah daerah, termasuk Jogja, justru masih menganggap TPA sebagai tempat penampungan. Alhasil, beragam jenis sampah masuk ke TPA di Jogja, hingga akhirnya menumpuk hingga overload.

“Semua sudah ada dalam undang-undang. Namun tidak berjalan di lapangan. Semua ditumpuk di akhir.”

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 8 Juni 2024 oleh

Tags: Jogjakota jogjamasalah sampahsampahsampah jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri MOJOK.CO

Jaga Momentum Emas di Mandalika, Mario Aji dan Veda Ega Siap Unjuk Gigi di Kandang Sendiri

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.