Hilangnya kelima jurnalis saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menjadi pukulan keras bagi rekan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta. Peristiwa ini menjadi peringatan kepada awak media untuk waspada saat meliput area bencana.
***
Jumat (11/9/2026) malam, lilin-lilin dinyalakan di halaman Namburan Lor Nomor 7, Kemantren Keraton, Kota Yogyakarta. Di tengah suasana khidmat tersebut, PFI Yogyakarta melangitkan doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Doa itu ditujukan kepada M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (iNews), Firdaus Wajidi (Anadolu), Donal Husni (jurnalis lepas/freelance). Selain kelima jurnalis tersebut, PFI turut mendoakan 3 kru kapal yang bersama mereka agar segera ditemukan.
Menurut Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), para korban dinyatakan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). Delapan orang tersebut diketahui berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita pada pukul 14.00 WIB.
Selanjutnya, komunikasi terakhir antara korban dan seorang jurnalis dari Lampung terjadi pada sekitar pukul 14.42 WIB. Hingga hari ke-5, Sabtu (12/9/2026), pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal masih dilakukan.
Peringatan untuk fotografer yang meliput area bencana

Anggota PFI Yogyakarta yang dituakan, Becky Subekhi, berujar doa peristiwa di atas adalah tamparan dan peringatan kepada awak media, khususnya fotografer yang meliput area bencana.
“Ini tamparan juga bagi PFI sebenarnya sepenting-pentingnya kejadian momen lebih penting nyawa ada wacana keamanan peliputan akan dimasukkan pada materi uji kompetensi,” ujar Becky dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (12/9/2026).
Sementara itu, anggota PFI Yogyakarta, Dwi Oblo menyampaikan dirinya mengenal baik kelima jurnalis yang hilang. Secara personal, Oblo sangat dekat dengan Ari Basuki atau akrab dengan sapaan Arbas.
Oblo mengaku sudah mengenal Arbas lebih dari 20 tahun. Pada tahun 2006, ia dan Arbas adalah wartawan foto untuk media Tempo. Di tahun yang sama, keduanya pernah meliput erupsi Gunung Merapi bersama.
Oblo masih ingat betul perawakan Arbas yang terkenal dengan sosok supel dan sering bercanda dengannya. “Foto-fotonya memang dahsyat, saya mengaguminya. Bahkan dua tahun lalu, dia sempat menang award.
Doa dari Yogyakarta untuk 5 jurnalis yang hilang

Arbas, kata Oblo, juga sangat peduli dengan keamanannya saat bekerja, termasuk saat meliput bencana. Oleh karena itu, saat mendengar kabar soal rombongan Arbas kehilangan kontak, Oblo sempat syok dan sedih.
“Dia sangat peduli dan memikirkan, kalau ada sesuatu lari ke mana,” jelas Oblo yang menggambarkan Arbas sebagai sosok yang siap dengan mitigasi.
Oblo berharap rombongan Arbas dapat segera ditemukan dengan selamat serta dapat berkumpul kembali dengan keluarga dan rekan-rekan.
“Harapannya tim SAR bisa menemukan paling tidak mungkin terdampar karena di sekitar Krakatau ada pulau-pulau harapannya bisa ditemukan di salah satu pulau dan terdampar harapan kita semua,” ucapnya.
Saat jurnalis hilang, keselamatan jadi perhatian bersama

Ketua PFI Yogyakarta, Andreas Fitri Atmoko, menegaskan pekerjaan jurnalistik memang penuh risiko, terutama ketika jurnalis harus berada di lapangan untuk mendapatkan informasi dan mendokumentasikan peristiwa. Namun, risiko tersebut tidak boleh membuat keselamatan jurnalis diabaikan.
“Kerja jurnalistik memang menuntut kami untuk hadir di lapangan. Tetapi keselamatan tetap menjadi hal yang utama. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian bersama,” jelasnya.
PFI Yogyakarta juga menyampaikan apresiasi kepada Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian. PFI berharap pencarian terus dilakukan secara maksimal dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel di lapangan.
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, PFI Yogyakarta mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan keselamatan kelima jurnalis tersebut.
PFI juga mengimbau agar informasi mengenai perkembangan pencarian disampaikan berdasarkan keterangan resmi dari pihak berwenang. Hal ini penting untuk mencegah beredarnya informasi yang belum terverifikasi yang berpotensi menambah beban psikologis keluarga.
Sumber: Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta
BACA JUGA: Doa dari Rekan Pewarta Foto Yogyakarta untuk Keselamatan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan