Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bakal melaksanakan program budi daya ikan tematik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dari 82 usulan lokasi di berbagai kalurahan, ada 64 lokasi yang memenuhi syarat awal sebagai calon penerima program. Lokasi-lokasi itu telah melewati proses identifikasi dan verifikasi sebelumnya.
Dirjen perikanan budidaya KKP sowan ke Gubernur DIY
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb. Haeru Rahayu bersama timnya tiba di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta pada Rabu (5/8/2026). Haeru berujar maksud kedatangannya adalah menemui langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X untuk menyampaikan program budi daya tematik yang akan dia gagas di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan tersebut, kata dia, sekaligus diniatkan agar dua program strategis KKP mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sebelum tahapan teknis dimulai.
Program pertama adalah budi daya ikan tematik yang dirancang sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi desa. Mulai dari meningkatkan produksi perikanan budi daya, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan nasional dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sementara itu, program kedua adalah Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang bertujuan mentransformasi kawasan pesisir dan desa nelayan tradisional menjadi pusat maritim modern, tertata, dan berdaya saing.
Menurut Haeru, dukungan tersebut penting sebagai landasan agar pembahasan teknis bersama perangkat daerah dapat segera dilakukan.

“Karena kami mau masuk ke wilayah DIY, tentu harus kulonuwun dulu kepada tuan rumah. Alhamdulillah beliau sangat mendukung. Selanjutnya teknisnya akan kami diskusikan bersama dinas terkait,” ujar Haeru dikutip dari keterangan resmi Pemda DIY, Rabu (5/8/2026).
Haeru berharap program budi daya ikan tematik tidak berhenti pada pembangunan sarana budi daya semata. Lebih dari itu, program ini bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
Program budi daya ikan tematik harus berkelanjutan
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti menjelaskan, program budi daya ikan tematik dari KKP bakal menyasar tingkat kalurahan di DIY. Setiap lokasi akan memanfaatkan lahan sekitar 1.000 meter persegi. Nantinya, lahan tersebut dipakai untuk membangun sejumlah kolam budi daya komoditas seperti lele maupun nila.
“Hasil identifikasi awal menunjukkan ada 64 lokasi yang memenuhi kriteria, meski nanti pembahasan teknisnya masih akan terus dilakukan,” kata Ni Made.
Ni Made menilai tantangan program tidak terletak pada pembangunan kolam, melainkan bagaimana budi daya itu dapat terus berjalan setelah bantuan diberikan. Karena itu, aspek tata kelola hingga ketersediaan benih berkualitas menjadi perhatian yang tidak kalah penting.
“Yang penting itu tata kelolanya. Program ini jangan hanya selesai dibangun, tetapi harus berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat. Bibit juga menjadi penting karena budi daya sangat bergantung pada kualitas benih,” tuturnya.
Budi daya ikan tematik padukan sistem daur ulang air
Senada dengan Ni Made, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Hery Sulistio Hermawan menjelaskan program budi daya tematik akan menggunakan sistem mini Recirculating Aquaculture System (mini-RAS).
Sistem tersebut merupakan teknologi yang memungkinkan air budi daya digunakan berulang melalui proses penyaringan, sehingga lebih hemat air. Selain itu, sistem ini juga cocok untuk wilayah dengan lahan terbatas.
Sebagai gambaran, air dari kolam nantinya tidak langsung dibuang, tetapi dialirkan menuju sistem filter sebelum dikembalikan lagi ke kolam budi daya. Cara tersebut sudah lama diterapkan pada budi daya ikan di lahan sempit dan terbukti mampu menjaga kualitas air sekaligus meningkatkan produktivitas.
“Setelah air yang didaur ulang melewati filter, kualitas airnya akan diperbaiki. Lalu, air dimasukkan kembali ke kolam. Jadi penggunaan air jauh lebih efisien, sementara hasil budi daya diharapkan tetap optimal,” jelasnya.
Sumber dana program budi daya ikan tematik
Hery menegaskan pembangunan fisik kolam yang merupakan bagian dari program budi daya ikan tematik akan dibiayai KKP. Skemanya melalui bantuan kepada kalurahan dengan memanfaatkan tanah kas desa.
Adapun penyediaan benih, pakan, hingga pendampingan kepada kelompok masyarakat juga menjadi bagian dari dukungan pemerintah pusat. Dari 82 usulan lokasi yang diajukan di DIY, sebanyak 64 di antaranya lolos proses verifikasi.
Sementara itu, komoditas yang diprioritaskan pada tahap awal adalah ikan lele dan nila karena memiliki pasar yang luas, termasuk untuk mendukung kebutuhan rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kalau tidak ada perubahan, pembangunan fisik mulai awal September. Setelah itu kami akan mendampingi masyarakat agar bantuan yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Hery.
Sumber: Humas Pemda DIY
BACA JUGA: Budidaya Udang di Kebumen Punya Prospek Besar: Hasil Melimpah Harga Bagus, Serap Tenaga Kerja Lokal atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan