Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Puncak Kemarahan Warga Sleman Barat yang Jadi Anak Tiri Pemda DIY, karena Jalan Godean yang Nggak Diurus

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
17 Maret 2024
A A
Jalan Godean Anak Tiri Jogja: Nggak Diurus Lebih dari 20 Tahun MOJOK.CO

Salah satu spanduk melintang dari warga yang marah karena puluhan tahun Jalan Godean tidak ada perbaikan. (Agung P/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Hanya menambal jalan tak menyelesaikan masalah

Budi Pius (60) Ketua Jaga Warga Dusun Jetis, Sedangmulyo, Minggir Sleman senada dengan Senaja yang merasa menjadi anak tiri dari Jogja. Ia melihat jalan-jalan provinsi di Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo mulus dan layak untuk dilalui, tapi tidak dengan Jalan Godean. 

“Ini bekas galian pipa PDAM saja tiga tahun yang lalu nggak rata ngurugnya, naik turun. Sekitar tiga hari lalu karena dengar akan ada aksi warga, ada yang nambal-nambal jalan. Dikira kita anak kecil terus nggak ada aksi karena sudah ditambal,” kata Budi Pius. 

Iklan
Salah satu lokasi rawan kecelakaan di Jalan Godean, sekitar 20 hari yang lalu warga setempat meninggal setelah ditabrak kendaraan gara-gara menghindari jalan rusak. (Agung P/Mojok.co)

Menurutnya menambal jalan itu nggak menyelesaikan masalah. Ia melihat penambalan jalan hanya yang lubangnya besar. Sementara lubang-lubang kecil yang nggak kalah berbahayanya masih banyak di sepanjang Jalan Godean. 

“Ini puncak kemarahan warga, harapannya ya mbok pihak berwenang krasa, terus ada tindaklanjutnya,” kata Budi Pius. 

Warga capek menolong korban kecelakaan

Paryono anggota Jaga Warga Dusun Klepu juga merasa geram dengan tidak adanya langkah dari Pemda DIY untuk segera memperbaiki Jalan Godean yang merupakan jalan provinsi. Minimal ada kejelasan kapan ada perbaikan. “Ini bukan untuk kepentingan kami yang tinggal di dekat Jalan Godean, ini kepentingan semua orang yang melintas di Jalan Godean,” katanya. 

Senaja mengungkapkan bahwa aksi pemasangan spanduk akan ditindaklanjuti dengan aksi-aksi lainnya jika tidak ada perhatian dari Pemda DIY. 

“Kami sudah capek menolong orang kecelakaan karena jalan yang rusak,” kata salah satu Jaga Warga yang namanya nggak mau disebut.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada 13 Maret 2024 lalu menyampaikan pihak Pemda Sleman sudah tiga kali memlinta Pemda DIY untuk memperbaiki Jalan Godean yang rusak. Namun, belum ada respon. Karena menjadi kewenangan Pemda DIY, maka Pemda Sleman hanya bisa melakukan sebatas penambalan jalan saja. 

Penulis: Agung Purwandono

Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA Ruas Jalan Gedongan-Klangon, Jalan Pencabut Nyawa di Sleman yang Memakan Korban Jiwa Ibu Muda

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 17 Maret 2024 oleh

Tags: aktualanak tiri jogjajalan godeanjalan rusak
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis dengan pengalaman lebih dari dua dekade yang menekuni penulisan feature dan jurnalisme naratif. Punya ketertarikan pada kisah-kisah manusia yang jarang mendapat sorotan.

Artikel Terkait

Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO
Kilas

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026
Truk ODOL Memang Meresahkan: Perspektif dari Pengendara Motor yang Selalu Bertemu dengan Truk Kelebihan Muatan di Jalan
Pojokan

Truk ODOL Memang Meresahkan: Perspektif dari Pengendara Motor yang Selalu Bertemu dengan Truk Kelebihan Muatan di Jalan

24 Juni 2025
Jogja Sejuk dan Rindang Seperti Sleman Hanya Impian Palsu MOJOK.CO
Esai

Mengidamkan Semua Ruas Jalan Penting di Jogja Sejuk dan Rindang Seperti Padukuhan Pangukan Sleman

7 April 2025
Ragam

Perempatan Timbangan Medan, Persimpangan Paling Ngeri yang Bikin Nyawa Pengendara ‘Berharga Murah’

3 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
Apem ya qowiyyu: kue apem khas Jatinom Klaten berusia 400 tahun. Bukan sekadar warisan kuliner tradisional tapi simbol kesalehan sosial MOJOK.CO

Apem Ya Qowiyyu: Kue Khas Jatinom Klaten Berusia 400 Tahun, Bukan Semata Warisan Kuliner tapi Kesalehan Sosial

10 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.