Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

iustrasi - Yamaha Grand Filano cocok untuk PP Surabaya-Sidoarjo. (Dok.pribadi/Mojok.co)

Setelah memakai Honda BeAT keluaran tahun 2012 selama 6 tahun, April rela melepas motor pemberian orang tuanya itu dan beralih ke Yamaha Grand Filano. Karena beli dengan uang tabungannya sendiri, ia mengaku jauh lebih bersyukur dan merawat motornya dengan baik. Dengan begitu, ia terhindar dari “bahaya”.

Terima mentah pemberian orang tua

Laiknya sebagian orang yang baru pertama kali punya motor, April (25) hanya menerima motor turunan dari orang tuanya tanpa syarat muluk-muluk sebelum melirik Yamaha Grand Filano. Baginya saat itu, yang penting punya motor agar bisa dibawanya pulang-pergi (PP) dari rumah ke sekolah yang jaraknya sekitar 2 kilometer.

“Kelas 10 SMA aku masih ngontel dan baru dibolehkan bawa motor saat kelas 11, sekitar tahun 2018,” kata April saat dihubungi Mojok, Rabu (25/2/2026).

Kedua orang tua April memang sibuk bekerja tanpa membawa motor. Sehari-hari, ayahnya memilih berjualan sambil jalan kaki membawa gerobak baksonya. Dibanding memberikan uang saku lebih agar April bisa naik transportasi umum, ayahnya lebih memilih dia pakai Honda BeAT 2012 yang nganggur di rumah.

Tak pelak, April merasa senang karena diperbolehkan membawa Honda BeAT keluaran tahun 2012 tersebut. Sebab meski tak baru, April jadi tak perlu lagi ngontel dari rumahnya ke sekolah. Saking senangnya, adik April sering minta dibonceng di depan, sekadar untuk jalan-jalan mengitari Kota Surabaya. 

Alasan memilih Yamaha Grand Filano

Seiring bertambahnya usia, April mulai menyadari jika mobilitasnya ikut meningkat. Kegiatannya kini tak hanya pulang-pergi ke sekolah, ikut kegiatan ekstrakurikuler di luar kampus, atau sekadar jalan-jalan bersama adiknya mengitari Kota Surabaya.

Setelah lulus SMA dan kuliah, April harus menempuh jarak kampus yang jauh dengan Honda BeAT milik orang tuanya. Di awal semester, dia juga mendapat pekerjaan sampingan dengan mengajar kelas privat di Sidoarjo. Tak pelak, badannya jadi sering pegal karena PP luar kota.

“Wah, mulai dari geger (punggung) sampai pantat, terus tangan itu terasa capek banget,” kata April yang kemudian mulai melirik Yamaha Grand Filano.

Sepanjang tahun 2018 hingga 2023 itu, April masih merasa betah karena Honda BeAT memiliki bobot yang ringan, sehingga seringkali ia pakai ngebut hingga kecepatan 80 km/jam. Sayangnya, karena itu pula dia jadi sering celaka alias jatuh dari sepeda.

“Nggak jarang aku pulang ke rumah dalam kondisi lecet-lecet. Untungnya, nggak pernah sampai parah,” kata April.

Kenyamanan pakai Yamaha Grand Filano

Baru di tahun 2024, April merasa muak. Honda BeAT 2012 yang digunakan untuk PP Surabaya-Sidoarjo mulai menunjukkan tanda-tanda aus atau mogok di jalan. April yang awam soal motor jadi harus menuntunnya sendirian sampai ke bengkel. Padahal kegiatan hari itu amat padat.

Tak hanya itu, April juga pernah mengalami mogok di tengah jalan yang sepi saat malam. Karena ketakutan, ia sampai menelepon orang terdekatnya untuk minta bantuan. Esoknya, motor itu dibawa ke bengkel dan baru tahu kalau fan belt-nya pecah.

Sejak kejadian itu, April memutuskan menabung untuk beli motor baru guna menggantikan Honda BeAT 2012 miliknya. Sedikit demi sedikit ia sisakan gaji mengajarnya untuk membeli motor secara cash, sebab ia sendiri tak suka menyicil. Sebagiannya lagi ia gunakan untuk kebutuhan kuliah. 

“Aku takut kejadian itu terulang kembali. Posisi aku sendirian di jalanan pabrik yang sudah tutup, tengah malam, dan masih di luar kota. Bahkan sama sekali nggak dekat rumah,” kata April yang akhirnya menambatkan hati ke Yamaha Grand Filano.

Kepincut dengan pink soft milik Yamaha Grand Filano

Setelah mencari informasi soal motor, April tak berhenti memikirkan Yamaha Grand Filano yang punya tampilan lucu. Terlebih, motor berdesain klasik Eropa itu juga punya jok yang empuk dan lebar, sehingga nyaman dipakai untuk bepergian jarak jauh. 

“Aku sempat coba di tokonya langsung dan ternyata joknya juga dipasang agak tinggi, terus pengaturan setirnya juga enak, sadelnya nggak bikin pegal. Cocok buat aku yang harus PP Surabaya-Sidoarjo,” kata April.

Awalnya, April sempat bingung antara Honda Stylo atau Yamaha Grand Filano, tapi dia sudah kepincut oleh warna pink soft milik Yamaha Grand Filano. Tanpa babibu lagi, April langsung membayarnya dengan uang tabungannya selama ini. 

“Hasilnya nggak mengecewakan, ramah bagi pengendara yang bepergian jauh,” kata April.

Sepengalamannya menggunakan Honda BeAT 2012, April harus mampir ke POM untuk mengisi bensin. Setidaknya 2 hari sekali. Tapi sejak menggunakan Yamaha Grand Filano, April cukup mampir ke POM bensin satu kali dalam seminggu.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Exit mobile version