ADVERTISEMENT

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Sebagai pengguna rutin kereta alias railfans, Panji mengaku tidak ada yang lebih nyaman dibandingkan pakai kursi eksekutif warna biru terang. 

“Mau yang warnanya biru tua, abu-abu, dan maroon, sama aja, bikin pegal-pegal mending yang biru terang kereta lawas itu,” ucapnya.

Pesan cinta untuk KAI

Tak hanya Panji, saat menceritakan pengalamannya di media sosial beberapa orang pun turut berkomentar. Suci Anugrah misalnya, pengguna kursi biru tua dengan corak coklat di tengahnya itu merasa tidak nyaman karena teksturnya yang keras.

“Besok paginya pas bangun tidur sakit badan, aku pikir cuma aku. Ternyata waktu aku tanya orang sebelahku juga nggak nyaman. Teman-temanku yang mudik dapat SS New Generation juga merasakan hal sama,” kata Suci.

Ketika kursinya didorong ke belakang, bukannya nyaman tubuh Suci seperti ndelosor—rebahan tapi terasa ngambang, tidak nempel ke kursi. Begitu pula Tom, yang tidak nyaman dengan tatakan kaki berbentuk kotak di bawah tengah kursi.

“Kaki ku nggak bisa selonjoran ke bawah kursi depan. Mending naik bus Raya Super top. Masih ada kembalian,” kata Tom.

Beberapa penumpang dengan tinggi di bawah 175 cm juga mengeluh kalau kursi berwarna coklat, biru tua, abu-abu, dan maroon tidak sesuai dengan lekuk tubuh, sehingga merasa lelah dalam perjalanan.

Masalahnya, dengan banyaknya keluhan seperti itu, Panji mengaku belum ada evaluasi nyata dari KAI. Ia berharap kritik ini dapat didengar, sehingga pengguna kereta eksekutif bisa merasa nyaman dan tak rugi sudah membayar.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata” dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 1 April 2026 oleh .

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Exit mobile version